
" Jangan bermimpi ! Selain itu, aku tidak akan mengabulkannnya. Yang lain.... " Helios mengabaikan ucapan Gween, dan membuat Gween memilih hal lainnya.
" Apa..? Kau keterlaluan, aku tidak ingin yang lain " Gween berontak hendak melepaskan diri dari Helios.
Helios menatap tajam Gween,
" Lepaskan aku!! " brontak Gween.
" Tidak akan... " tegas Helios
" Maka dari itu aku tidak akan pernah menghapus gambarmu. Dan biar saja semua orang tau, aku akan menyebarkannya... kau dengar" gertak Gween kesal
"Oh ya.. ? " Semakin dekat, Helios semakin mempererat dekapannya.
Sehingga Gween merasakan sesak di dadanya
" Ka-kau mau membunuhku? " Gween menatap Helios tajam, dengan nafas yang tertahan.
Ada seringai licik di wajahnya,
" Lakukanlah...Biar semua orang tau " tatapannya menyiratkan sesuatu, " A-apa " Gween terkejut, Bagaimana bisa Helios memberikan tatapan seperti itu, seolah mengizinkannya" Beri tahu semua orang, maka sosok perempuan yang menyelinap pada malam itu akan segera di ketahui juga oleh dunia, bahwa Putri Mahkota dari empat Kerajaan lah yang menyelinap masuk ke dalam kediamanku, dan pernah bermalam bersamaku malam itu, dengan penuh cinta, Putri ini telah mencuri gambarku secara diam-diam , jika semua orang mengetahuinya, terutama Dewa dan Dewi langit, apa yang akan terjadi? " bisik Helios sengaja mengancam balik dan menakut-nakuti Gween, berharap jika Gween akan mengurungkan niatnya untuk menyebarkan gambar memalukan tersebut.
Jika saja sudah ada di depan matanya, akan di pastikan, Ponsel sialan itu akan segera hancur berkeping-keping di tangannya.
" Jangan lupa, Aku sudah melihat seluruhnya "pandang Helios keseluruh tubuh Gweenievere sambil berbisik pelan mendekatkan wajahnya semakin dekat
" Apa perlu kutunjukan di bagianmana? "
Gween sangat malu, wajahnya tiba-tiba saja memerah, bak kepiting rebus.
" Dasar Pangeran sialan licik... " rutuk Gween dalam hati, jika orang tuanya tau, mau ia tempatkan kemana harga dirinya.
__ADS_1
Iya benci Helios, orang ini telah merampok tubuhnya dengan pandangannya meski tidak di jamah.
Tentu saja Gween tidak mau orang tuanya tau, jika seluruh tubuhnya, sudah terekspos pada malam itu, bersama Pangeran Helios.
Dan sialnya, Pangeran cabul ini, sudah mengetahui semua harta berharga yang ada pada dirinya.
" Kau... " gertak Gween " Aku membencimu !!" wajahnya sangat malu ia sangat kesal
Ingin rasanya ia menenggelamkan dirinya sendiri karena merasakan hawa yang sangat memalukan seperti itu. dan melempar Pangeran ini ke dalam rawa yang sangat dalam,
Cup
Hellios mendaratkan sebuah ciumann , dan melumatt kembali bibir itu secara tiba-tiba.
Tanpa sadar Gween membelalakan matanya, ia sangat kaget, Hellios kembali menciumnya. Iya melumatt habis bibirnya, dan menyesappnya semakin dalam , dan dengan lembut memberi kecupan-kecupan kenyal yang sangat menggetarkan tubuhnya, Gween kewalahan bibirnya di bungkam habis oleh Helios, dan meninggalkan bekas kemerahan.
Setelah beberapa saat nafas keduanya terengah.. .Hellios menarik kembali ciumannya itu dan menghadap ke arah Gween.
Bola mata itu sangat dalam mematap satu sama lain.
Gween diam mematung tanpa ekspresi, perasaannya campur aduk.
" Aku bisa saja menggigitmu, " Helios pengusap pelan bibir merah muda itu, Helios suka gemas dengan ucapan yang keluar dari mulut itu, selalu menjengkelkan hatinya "Jadilah anak yang baik, aku akan tetap menikahimu , jika kau masih berulah dan menyebarkan gambar itu, akan kupastikan kau akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini dariku, apa kau mengeti? " ancam Helios dengan sorot mata yang tak bisa di tebak, sejujurnya Helios memang benar-benar sudah menyukai Gween. Jantungnya takkalah berdegub sangat kencang saat ia mendaratkan sebuah ciumann di bibir merah muda ini, Tapi ia sangat pandai menutupinya.
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu, jadi jangan pernah bermimpi untuk menyuruhku menjauh.. Satu hal lagi, kau hanya milik Helios Hayden tidak akan pernah ku biarkan siapapun mendekatimu " Tatapan tajam itu, seolah menembus hatinya yang paling dalam. Tangannya melepas dekapan itu perlahan, dan langkah kakinya memundur,
Helios akan pergi berlalu meninggalkan Gween yang masih diam mematung.
Jantungnya semakin berdegub kencang.
Gween berusaha menyadarkan diri sendiri dari lamunanya.
__ADS_1
Seakan tersengat sesuatu, ia beruaaha menetralkan perasaannya.
" Kau hanya berambisi.." lirih Gween pelan. Hatinya sangat sakit, Gween merasa Helios hanya akan mempermainkannya.
Gween tidak mempercayai Helios.
Helios mendengarnya
Iya pun menghentikan langkahnya.
" Kau Pangeran tak berperasaan, kau akan memperlakukan diriku sama dengan para selir-selirmu... Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu. Kau jahat.. kau kejam.. kau...heh... Kau telah menantang keluarga empat kerajaan Pangeran, apa yang akan kau lakukan untuk mengambil diriku, kau tak akan berhasil " Emosimya meluap-luap, sungguh Gween tak suka, iya benci orang yang ada di hadapannya saat ini, penuh dengan kepura-puraan, iya pun meremehkan kemampuan yang Helios miliki.
Semua orang tau tentang Helios, Pangeran kejam berdarah dingin, tak pernah menghargai perasaan seseorang, ia selalu menghukum siapapun yang berniat mendekatinya, terutama selirnya sendiri, mereka semua tau penderitaan sebagai seorang selir yang tak di anggab Helios , dan selalu terabaikan , hidup terasing di dalam istana inti tanpa cinta .
Gween merasa Helios akan memperlakukan dirinya sama seperti nasib mereka
ia pun tak ingin luluh atas setiap ucapan dan perlakuannya.
Tanpa Gween sadari, sebenarnya Helios serius dan telah menempatkan hati untuk dirinya, hanya saja, sifatnya yang kasar dan kejam, , membuat Gween berpikir jika Helios berambisi hanya ingin membalas perbuatannya saja.
Helios hanya tersenyum dan tak membalas ucapan yang terlontar untuk dirinya.
" Suatu saat kau akan mengetahuinya." ujar Helios dalam hati,
dan untuk para Selir-selir yang ada di istana inti, Helios memiliki alasannya tersendiri, iya menikahi mereka hanya karena sang Ayah, yang telah mengatur segalanya.
Tapi.. ada suatu hal yang tersimpan sejak lama di hatinya, alasan mengapa ia tidak pernah membuka hati kepada siapapun.
Iya pun melangkahkan kaki nya, meninggalkan keberadaan Gween sendirian.
#JANGAN LUPA LIKE, COMENT, DAN VOTE
__ADS_1