TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Titik Terang!


__ADS_3

Terimakasih atas jawaban kalian semua!


Semuanya sudah ada disini :


Selamat membaca, sebelum baca, jangan lupa tinggalkan jejaknya!!


🍂🍂🍂


Flashback on.


1 bulan yang lalu,


Kepulangannya dari istana,


Gween berusaha menyelidiki kembali tentang siapa dirinya sebenarnya.


Hari-hari telah berlalu, sedikit demi sedikit Gween berhasil mengumpulkan sebuah informasi tentang kekuatannya.


Ia bertemu seseorang dari Kerajaan lain.


Ada sebuah kata yang Gween betul-betul sangat ingat.


Orang tersebut menjelaskan " Jika kekuatan yang Gween miliki, belum lah seberapa di dalam lingkup Kerajaan ini, ada sebuah Kerajaan, dimana di dalamnya terdapat banyak orang yang memiliki kekuatan Spiritual, sama seperti yang Gween punya. Berbagai 5 elemen yang tersebar di dunia ini. Banyak orang-orang hebat yang memiliki kekuatan Spiritual"


Gween termenung, ia pun menanyakan Kerajaan seperti apa yang di dalamnya banyak orang memiliki Kekuatan Seperti itu.


Orang tersebut menjelaskan, jauh!


Sangat Jauh... Tapi Gween tak pantang menyerah.


Iya terus berusaha.


Akhirnya, , Gween pun mengetahui bahwa tempat tersebut ada kaitannya dengan tempat yang memiliki Lambang Z .


Yaitu Kerajaan Naga, Kerajaan Timur, dan juga Barat, beserta Kerajaan sekitarnya.


Dengan segera, Gween menghubungi Pangeran Avery.


Setelah itu, Pangeran Avery mengajak Gween untuk datang berkunjung ke Kerajaan Naga.


Avery hanya membawa Gween kedalam Ibu Kotanya. Disana i


Avery banyak menceritakan tentang Kerajaan tersebut, tanpa mengetahui dengan pasti tujuan sebenarnya Gween.


Bukan hanya kekuatan Spiritual, tapi lambang Z yang iya miliki.


Ada satu nama selama dalam penyelidikannya ini.


Iya beberapa hari telah berlalu, Gween telah mengetahui seseorang yang memiliki lambang Z tersebut.


Di malam itu,


Gween segera menemui kedua orang tuanya.


Dirinya meminta kepastian.


Rose dan juga Panglima Avyram saling tatap.


Ada kesedihan dimata keduanya.


Mereka tak percaya, jika Gween akan mengetahui semuanya. Sebaik apapun mereka menutupi kebenaran, ternyata Gween mampu menyelidikinya sendiri.


Rose tak bisa berucap...


Begitupun dengan Panglima Avyram.

__ADS_1


Mereka berdua sudah menganggab Gween sebagai Putri kandungnya sendiri.


Gween kecewa..


Kedua orang tuanya hanya menangis dalam diam sembari meneteskan air matanya.


Dengan sangat lesu, Gween menunduk dan memohon...


Ia sangat ingin tau semua kebenarannya.


Akhirnya, Rose dan juga Panglima Avyram tak bisa menutupinya lebih lama lagi, mereka berdua menyentuh pundak Gween, dan mengakui " Jika Gween... Bukanlah Putri kandung Mereka"


Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di benaknya, dan berputar-putar.


Perasaannya seperti hancur lebur.....


Dada terasa sesak. Air matanya terus berjatuhan.


Bukanlah Putri Mereka.... ?


Gween terus mengulang ucspan itu dalam benaknya.


Rose dan Panglima Avyram tak bisa melihat kesedihan di wajah Gween.


Perlahan, mereka menceritakan semuanya.


Gween semakin bersedih, ia berlari meninggalkan kedua orang tuanya. Ia masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


" Sayang, bagaimana ini? " keluh Rose merasa bersedih.


" Biarkan saja, Gween butuh wakgu sendiri untuk menerima semuanya. Biar bagaimanapun meski sudah mengetahui kebenarannya. Gween tetaplah Putri Kesayangan kita " Panglima Avyram merangkul tubuh Rose, Rosepun semakin terisak di tubuh suaminya itu.


Panglima Avyram tanpa sengaja meneteskan air matanya sedikit. Ia sangat tau seperti apa perasaan Putrinya itu sekarang.


Di Sisi lain.


Gween masih terisak,


Ia menangis....


Tiba-tiba.


Gween di kejutkan dengan kedatangan cahaya yang sangat menyilaukan di depan matanya,


Cahaya tersebut menghampiri dirinya, tiba-tiba saja, saat ini Gween telahberada di sebuah Dimensi yang lain.


Gween tak tau ia ada dimana.


Matanya menatap sekitar tempat yang telah menarik dirinya kemari.


Luas, sangat luas.


Di depan, ada sebuah Kastil besar.


" Tempat apa ini.." Gumam Gween dalam hati,


Gween perlahan melangkahlan kakinya dan hendak masuk kedalam.


Tapi, langkahnya terhenti, Seekor burung Garuda yang sempat ia temui bersama Pangeran Avery berada di sini.


" Hei.. Kau kah itu " ujar Gween merasa senang.


Burung Garuda itupun mengangguk, dengan suara khasnya.


Sosoknya pun berubah, menjadi sosok Pria yang sangat tampan.

__ADS_1


Gween terpesona, ia tak percaya, jika Garuda tersebut bisa merubah wujud.


" Selamat datang Putri Gweenievere.. Aku adalah Pangeran Rue. " Pangeran Rue yang merupakan burung


Garuda milik Dewi Zoya, ia menyapa Gween dengan penuh Hormat.


" Bagaimana kau tau namaku? " ujar Gween terkejut.


" Tentu aku mengetahuinya, Putri sudah di nantikan kedatangannya oleh seseorang" ujar Rue seraya tersenyum.


" Seseorang? " Gween mengernyitkan keningnya " Siapa? " iya penasaran.


" Ayo ikutlah bersamaku. Aku akan mengantarmu untuk menemuinya "


Rue pun membawa Gween untuk masuk ke dalam. Gween mengikuti langkahnya.


🍂🍂


Dari Jauh Gween melihat sosok wanita, Ia menggunakam pakaian yang sangat indah dan menawan ,


Untuk pertama kalinya, Gween tertegun, jantungnya bergetar.


Saat melihat sosok wanita yang sangat cantik yang ada di hadapanya.


Auranya sangat kentara, kecantikan yang tiada banding, Gween terus memandangnya. Sampai langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya.


Iya dia lah Dewi Zoya.


Seorang Dewi Yang menarik Gween ke dalam Kalung Dimensinya.


Azoya telah menjumpai Gween secara pribadi, Gween sangat terkejut.


"Anda siapa? " Gween berujar sembari menatap wajah yang sepertinya sangat tak asing, ia sedikit memiliki kemiripan dengannya.


" Aku adalah Dewi Zoya"


"Zo-zoya? " gumam Gween dalam hati.


" Z....? anda.....? " Gween terhenti berucap


" Iya.. Akulah orang yang selama ini telah kau cari anakku " ujar Azoya dengan Aura sang Dewi yang lembut dan anggun.


" Apa! " Gween sangat kaget, ia menatap tak percaya, sosok yang selama ini ia cari, ada di hadapannya.


Gween menitikan air matanya...Seakan ini hanyalah mimpi.


Anak.. ?


Dewi Zoya memanggil dirinya seoarng anak.


Orang yang memiliki lambang Z, dan Lambang itu juga berada di punggungnya.


Apakah mungkin iya adalah anaknya?


oh sungguh.. Gween terasa sesak mendengarnya.


Tak henti-hentinya air mata itu mengalir.


Gween tak bisa menerima kenyataan.


Jika iya adalah anaknya, bagaimana bisa selama ini ia hidup bersama orang tua lain.


Dewi Zoya berjalan menghampirinya.


Akan tetapi, Gween menciptakan sebuah jarak, tangannya terangkat menerima penolakkan.

__ADS_1


# Jangan Lupa, Like, comen, dan Vote!


.


__ADS_2