TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 " Episode 5 "


__ADS_3

Flashback on :


Di rumah sakit, 1 tahun yang lalu.


Garendra kekurangan banyak darah,


Pihak rumah sakit mencoba mencari donor darah yang pas untuknya.


Tapi tak di sangka-sangak, dengan suka rela Tuan Admaja menyodorkan darahnya sendiri supaya Garendra bisa terselamtkan dengan cepat.


Rasa khawatirnya begitu sangat tinggi, bahkan Hans selaku orang kepercayaannya telah melarang, baginya tubuh Tuan Admaja begitu sangat berharga.


Tapi, keinginan Tuan Admaja begitu sangat besar untuk menyelamatkan nyawa anak muda yang terbaring lemah tersebut.


Dokter ilham pun, dengan hati-hati mengurus semuanya, dan mengambil beberapa sample tes darah untuk di periksa kecocokannya,


Alangkah terkejutnya mereka semua saat mengetahui tes tersebut. Tidak hanya cocok sebagai pendonor bahkan Darah yang di hasilkan itu pun menunjukan hasil positive sebagai hubungan sedarah, pihak rumah sakit mengonfirmasikan hal tersebut kepada Tuan Admaja, bahwa hubungan Tuan Admaja dan Anak muda ini adalah sekandung.


Tuan Admaja yang mendengar hal tersebut, syok dan kaget, bagaimana mungkin bisa seperti ini. Begitu juga Hans yang berdiri di sampingnya.


Meskipun memiliki hubungan sedarah, tapi siapa yang melahirkannya ?


Dalam keluarga Admaja, ia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Zoya Dan istrinya , istrinya sendiri telah lama meninggal saat ia melahirkan Zoya.


Jadi dari mana Anak ini berasal, bagaimana mungkin bisa memiliki ikatan sedarah.


Tanpa pikir panjang, Tuan Admaja masih mendonorkan darahnya sendiri.


Flashback off


Di ruang Kerja Tuan Admaja.


" Hans, apa kau sudah mendapat informasi tentang latar belakangnya ?" Tuan Admaja masih duduk sembari mengamati hasil tes 1 tahun yang lalu.

__ADS_1


" Sampai saat ini masih belum Tuan, " tunduk Hans jujur.


" Hems, Hans.. sepertinya Garendra memang dikirim Tuhan untukku. Apakah begitu Hans ?" tanya Tuan Admaja memepertanyakan sesuatu yang tiba-tiba saja melintas di pikirannya.


Hans sedikit megangkat kepalanya, ia tau hasil terdebut telah menarik perhatian Tuan Admaja begitu sangat besar.


Hans sendiri sedikit bingung dan terkejut.


Bagaimana mungkin seseorang yang tak tau asal usulnya, bisa memiliki ikatan sedarah.


Terlebih lagi, kesembuhan Tuan Muda Garendra meningkat sangat pesat setelah selesai melakukan donor darah satu hari.


Seperti sebuah keajaiban.


Tapi sungguh begitu nyata berada di depan mata.


" Sepertinya begitu Tuan " ucap Hans mengiyakan.


" Baik Tuan"


🍀🍀


Ke esokan harinya,


Garendra Admaja kini resmi menduduki sebuah kursi pimpinan yang dulu di tempati Zoya sebagai pemilik saham terbesar dunia di perusahaan Pt.Admaja.Giant, ruangan tersebut kini memiliki penghuni barunya, setelah sekian lama di jaga ketat oleh Tuan Admaja, dan tidak mengizinkan siapapun mengambil tempat tersebut.


Tentu saja, keberadaan Garendra saat ini masih di bimbingan olehnya.


Hans sendiri di perintahkan untuk memberi pengarahan kepadanya.


Dan untuk Putranya Harry , yang saat ini dan seterusnya akan menjadi kaki tangannya.


" Tuan Muda, 5 menit lagi akan ada rapat pertemuan para Dewan Direksi. Persiapkan dirimu, di sana akan ada Tuan Admaja juga "jelas Hans sembari menunduk sopan.

__ADS_1


Garendra yang saat ini sedang membaca tumpukan buku bisnis.


Menganggukan kepalanya mengerti.


" Harry..Aku sudah selesai " Garendra bangkit dari duduknya, dan merenggangkan tangan dan kepalanya .


Sebelumnya, Harry di perintahkan oleh Tuan Admaja untuk menyerahkan berbagai macam buku bisnis kepada Garendra untuk di baca, tapi alangkah terkejutnya, buku yang untuk di pelajari selama satu minggu kini bisa di selesaikan semua.


Harry yang mendengar hal tersebut kaget, ia membelalakan matanya, bagaimana mungkin hanya dalam 10 menit, bisa membaca tumpukan buku sebanyak dan setebal itu dengan cepat.


Apa katanya, selesai ?


Bahkan dirinya yang terlatih sebagai orang kepercayaan sama seperti ayahnya, yang juga mempelajari kecepatan membaca dan kegesitan, tidak bisa hanya 10menit, paling tidak 1 jam ia bisa menyelesaikan 1 buku setebal itu


Harry melongo takjub seakan tak percaya.


" Tuan muda, apa benar anda sudah membaca semuanya ?" tanya Harry ragu.


Garendra yang hampir saja berjalan keluar, sedikit menghentikan langkahnya.


" Kau meragukanku ?" Tatapan mata itu berhasil membuat Harry menciut.


Hans, yang memperhatikan segalanya memiliki pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang anaknya lontarkan.


Tapi sayang, waktu untuk menguji sudah tidak cukup lagi


" Tuan muda, silahkan" suara Hans berusaha memecah keheningan.


Dan itu berhasil membuat Harry bernafas lega, entah mengapa sorot mata Garendra sangat menakutkan sekali baginya.


# Jangan lupa , Like, Komen , dan Votenya.


_______

__ADS_1


__ADS_2