
####SEBELUM BACA!! JEJAKNYA JANGAN LUPA!! "###
🍂🍂
___
" Arghh... Putri sialan... Lepaskan tanganku! Berani-beraninya Putri menjijikan sepertimu menyentuhku " teriak Lianna marah dan meringis kesakitan.
" Melepaskanmu! Heh...Siapa yang kau sebut Putri rendahan? Kau hanya seorang Selir. Seberapa tinggi statusmu ingin merendahkanku hah.. " Gween semakin menekan tangan Selir Liana.
" Sial.. Tenaganya kuat sekali" guamam Selir Liana semakin kesakitan.
"Arghh... Jika kau melukaiku. Akan kupastikan kau akan mendapat hukuman setelah ini " gertak Liana seraya memberi ancaman.
" Oh iya? Sebelum kau menghukumku, Aku yang akan menghabisimu terlebih dahulu. Kau tau, meskipun aku hanya seorang Putri Angkat... Statusku lebih tinggi darimu yang hanya Putri seorang Mentri. Dan Kau adalah Selirnya Helios, sedangkan aku.... Aku adalah Permaisuri yang akan di pilihnya. Kau berani mengancamku ?" Gertak Gween dengan sorot mata yang begitu menakutkan. " Ck..Jangan pernah bermain-main denganku. Karena Kau tidak tau siapa aku. Dan apa kau tau? Aku tidak takut akan hukuman apapun. Jika aku mau, dalam sekejap kau bisa ku lenyapkan. Camkan itu... " Bisik Gween semakin tajam , dan berhasil membuat Selir Liana merinding.
Gween mendorong kasar tubuh itu, sehingga Selir Liana jatuh dan meringkuk di tanah.
" Jangan pernah menggangguku " Gween membersihkan tangannya dengan kain, " Terlalu banyak kuman yang tidak sehat disini... " Gween menatap sekilas keberadaan Selir Liana, dan memberikan pandangan mengintimidasinya, Ia pun berlalu dengan santai, sementara itu Selir Liana mengepalkan tangannya.
Tanpa mereka sadari, semua orang menyaksikan tentang keributan yang terjadi tersebut. Selir Liana sangat malu, mereka semua memperhatikan dirinya yang begitu sangat menyedihkan.
" Aku akan membalasmu.. " gumam Liana sembari meneteskan air mata amarahnya.
__ADS_1
Kejadian ini mengundang perhatian Seluruh isi istana.
Sehingga Raja dan Permaisuri menggelar pertemuan terbuka.
Status Gween semakin memburuk, tidak hanya seorang Putri Angkat, tittle Putri yang kasar dan sembrono menjadi buah bibir.
Helios yang mendengar berita itu, memijit pelipisnya perlahan.
" Apa yang kau perbuat... " Gumam Helios, merasa Gween menunjukan sifat Bar-barnya itu kepada semua orang, dirinya merasa pening
" Kau bisa menghancurkan segalanya. "lirihnya pelan.
" Helios!! " Teriak Raja Thedors. Dengan datar Helios menatap sang Raja.
Panglima Avyram, yang merasa masalah tersebut mengikat anaknya, merasa hendak ikut angkat bicara.
Gween telah menjelaskan semuanya kepada Panglima Avyram. sebelum ia tiba di Rapat terbuka ini.
Helios menatap Gween tajam. Gween yang melihat tatapan tersebut, terlihat sangat santai. Seolah dirinya tidak melakukan apa-apa. Tidak ada ketakutan sama sekali di wajahnya.
Dengan menghela nafas berat, Helios angkat bicara dan mendahului Panglima Avyram.
" Maaf kan saya Ayahanda Raja. Gween hanya berusaha menyesuaikan keadaan" Ujar Helios sembari memberi pembelaan terhadap Gween.
__ADS_1
Gween tercengang. Tidak seperti biasanya. Helios memberi pembelaan terhadap dirinya.
" Maaf kan saya, yang mulia menyela. Jika itu hanya untuk Menyesuaikan keadaan? Apakah pantas seorang Putri yang akan menjadi Permaisuri bersifat kasar seperti itu ? Putri Gween masih belum menajdi Permaisuri... Jika sudah menjadi Permaisuri, Ia tidak pantas menjadi panutan dengan sifat seperti itu " ujar Perdana Mentri Kerajaan Thedors.
" Jaga kata-kata mu Perdana Mentri, kau tidak pantas membicarakan Putriku seperti ini selama aku masih berada disini. Bagaimana pun aku adalah Ayahnya, sangat tau bagaimana Putriku itu sebenarnya. Ia di besarkan di depan mataku. Masalah seperti itu bukanlah hal yang harus di besar-besarkan. Apakah kalian ada disaat masalah tersebut terjadi? Semua orang disana menyaksikan semuanya, sebelum ber bicara kemana-mana dan menjatuhkan nama baik Putriku, tanyakan sendiri apa yang sebenarnya terjadi terhadap Selir kedua, Pangeran Helios tersebut" tatap Panglima Avyram tajam, dirinya sangat geram.
Akan tetapi, Selir Liana membuat alasan yang membela dirinya, dan menyudutkan Gween.
Gween tak habis pikir dengan apa yang di ucapkan oleh Selir ini, bagaimana bisa ia membalikan sebuah fakta.
Yang mengatakan, jika Putri Gween menjadi Permaisuri Helios dirinyalah yang akan berkuasa dan Selir Liana harus tunduk kepadanya. Selir Liana pun menuduh Gween, seolah-olah telah merendahkan martabat dirinya, dan mendorongnya, sehingga terjatuh ke tanah.
Selir Liana pun menunjukan luka lebam, yang ada di sikut kanannya.
Seperti dugaannya, semua orang yang menyaksikan rapat terbuka tersebutpun merasa iba kepadanya. Dan menjelekan Gween. Sebagai Putri yang tak tau diri.
Gween yang mendengarkan itu semua merasa panas. ia sangat geram dan mengepalkan tangannya.
Para saksi yang melihat kejadian sebenarnya, tak berani angkat bicara, ia tidak mau terlibat dan membela Gween sama sekali, karena sattusnya tidak bisa menjamin keselamatan mereka, dan Gween bukanlah putri yang berpengaruh. Mereka semua membenarkan ucapan Selir Liana, karena di rasa Selir Liana sedikit memberi pengaruh di Kerajaan ini. Tidak seperti Gween.
Gween merasa miris. Hanya sebuah sattus, mereka semua berani menjatuhkan dirinya.
__
__ADS_1
#Jangan lupa, Like, Comen, dan Votenya.