TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
PAGI YANG SANGAT PANAS !


__ADS_3

Perlahan Azoya tersadar dari tidur panjangnya.


Matanya kini mengerjap berusaha membalikan kesadarannya yang belum penuh sepenuhnya.


Rasa sakit di kepalanya kini perlahan menghilang.


" Pahit.." lirih Azoya pelan.


Mulutnya amatlah terasa pahit, Entah apa yang terjadi Azoya tak mengingat sama sekali apa yang telah terjadi dengan dirinya.


Saat hendak mengangkat kedua pergelangan tangannya.


Azoya di buat terkejut melihat sebuah tangan lain yang sedang menggenggam erat telapak tanganya.


" Pa pangeran ?" lirihnya pelan.


Saat hendak mengalihkan pandangan, Azoya melihat sebuah cawan obat yang terletak di sebuah nakas di samping tempat tidurnya .


Azoya pun berusaha mengingat , dan akhirnya ia tersadar dan menyadari jika dirinya semalam merasakan pusing yang amat berat di kepala,dan selebihnya Azoya tak menyadari lagi apa yang telah terjadi.


Sedangkan Pangeran Arthur sendiri semalaman merawat Permaisurinya , dan tertidur dengan posisi duduk dan kepala bersandar di ujung ranjang.


Azoya tertegun, memandang wajah polos suaminya itu saat tertidur.


Mendengar kata suami.


Azoya bergidik. Entah kenapa dia merasa geli menyebut kata suami.


Sekilas terukir senyum di wajahnya.


" Permaisuri kamu sudah sadar ?" ujar Pangeran Arthur, dan berhasil membuat Azoya tersentak kaget, dan membuyarkan pandangannya.


" hah, i iya " jawabnya gugub


Pangeran Arthur berusaha berdiri dari posisi tidur yang sebelumnya sedang duduk.


dan beralih naik ke atas ranjang.


dengan perlahan Arthur menyandarkan kepalanya di pundak Permaisuri Azoya, dengan kedua tangan melingkar dan merengkuh tubuh tersebut .


" Apa sudah mendingan ?" tanya Arthur memastikan


" iya " jawab Azoya pelan


Helaan nafas terdengar halus.


Azoya merasakannya.


Sepertinya Pangeran Arthur sangat mengkhawatirkan kondisinya.


" Terimakasih "


hanya itu yang bisa Azoya ucapkan, untuk sebuah perhatian yang telah Pangeran Arthur berikan kepadanya semalaman.


" hmm .."


Pangeran Arthur hanya membalas dengan sebuah deheman, dengan kedua mata tertutup rapat.


" Apakah kau lelah ?" tanya Azoya pelan


" Tidak, Aku hanya ingin memelukmu saja "


" maaf, aku mengingkari janjiku untuk menghabiskan waktu bersamamu semalam " lirih Azoya pelan


Pangeran Arthur dengan perlahan, mendongakkan wajahnya dan menghadap ke wajah Sang Permaisuri yang di cintainya itu.

__ADS_1


Tanganya kini mengelus lembut wajah Azoya, dan dengan seringai liciknya dia tersenyum.


" Apakah boleh ?" tanya Pangeran Arthur ambigu.


" Ma maksudnya ?" ujar Azoya bingung


Dengan cepat, Pangeran Arrhur berbisik dan membicarakan sesutu di telinga Permaisuri Azoya.


Semburat merahpun perlahan keluar di wajahnya, Azoya benar benar telah membangunkan singa yang sedang kelaparan


Dan sudah di pastikan dirinya akan di lahap habis oleh singa jantan yang ada di sampingnya kini.


" hah..?"


" Pa pangeran, aku i ingin membersihkan tubuhku , sepertinya sangat lengket dan tidak enak sekali " elaknya


Arthur pun berusaha mendekatkan kepalaya ke tubuh Azoya, dan mengendus tubuh milik Permaisurinya itu.


DEG


Azoya yang melihat kelakuan Pangeran Arthur pun mendelik kaget, jantungnya kini berdetak sangat cepat.


" wangi "


Arthur melontarkan sebuah senyuman termanisnya.


" Ta tapi ...!" ujar Azoya sangat gugub, dengan jantung yang berdetak tak karuan.


Arthur terus mendekatkan tubuhnya,.


Netra mata keduanya kini saling bertemu, tatapan mata keduanya seperti tersirat akan sesuatu.


Pangeran Arthur mengangkat kedua tangannya, dan menarik pelan tengkuk Azoya, mendekatkan wajahnya sangat dekat, sehingga deru nafas halus keduanya saling beradu.


Deg deg deg


Dengan Perlahan, Pangeran Arthur mendaratkan ciiumannya, dan melumatt habis bibir tersebut dengan sangat lembut, sesekali ia sesap habis bibir merah muda itu, sedikit terasa pahit, akan tetapi tak membuyarkan rasa candunya untuk terus memperdalam sesapan ciiuman yang semakin membangkitkan gairahnya itu.


" emmpt..." gumam Azoya tertahan.


Azoya benar benar kewalahan mengatasi gairah Suaminya itu.


Nafasnya kini tercekat.


Arthur tak memberikan jeda untuk ciiumannya itu. Dan setelah beberapa saat ciumanpun terlepas.


hosh hosh...


Azoya tersengal sengal, kini berusaha mengatur ritme nafas yang hampir habis, karena tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.


" kau ingin membunuhku yah ?" bentak Azoya kesal.


" Nafasmu saja yang pendek " goda Pangeran Arthur tanpa dosa.


" Hahh ???" Azoya syok di katakan nafas dirinya sangat pendek oleh suaminya sendiri, " Si siapa bilang, kau saja yang tidak memberikan cela untukku bernafas , dasar suami mesum " ucap Azoya masam.


Pangeran hanya membalas dengan senyuman mengejeknya. dan masih mempermainkan Azoya


" Baik, kita lakukan sekali lagi " Bentak Azoya kesal, melihat mimik wajah Pangeran Arthur yang sangat menyebalkan di matanya.


Dengam senyum mengembang, Pangeran Arthur bersorak gembira di dalam hati, ia berhasil menggoda Permaisurinya itu, dengan berinisiatif untuk menciumnya.


Saat ciuman itu hendak mendarat, seketika Azoya tersadar atas tindakan bodoh dirinya yang berusaha untuk mencium ulang suaminya ini.


" Sial apa yang aku lakukan ! " gumam Azoya merutuki kebodohannya dalam hati.

__ADS_1


Saat hendak menarik kembali wajahnya yang hampir mendekati, seketika Arthur langsung menahan tengkuk tersebut, dan menarik kembali, alhasil bibir merah muda itupun berhasil di tahan dan mendarat dengan sangat sempurna menempel di tempat yang seharusnya.


Arthur tersenyum penuh kemenangan.


Kedipan matapun di berikan oleh Arthur di sela sela ciuman mereka.


Azoya yang melihat itupun, membelalakan matanya.


Setelah beberapa saat,


Wajah keduanya kini memerah, ciuman tersebut semakin memanas, Arthur semakin bergairah menyesap dan melummat habis bibir Permaisurinya itu, decapan demi decapan terngiang di telinga mereka masing masing.


Azoya berusaha mengatur tempo nafasnya, saat ciuman itu terlepas. Yang kini telah berpindah menyesap habis leher jenjangnya.


Sentuhan lembut pun, sangat terasa di kulit halusnya.


Tubuh Azoya kini meremang, dan entah sejak kapan, tubuh miliknya kini sudah terlihat sangat polos tanpa sehelai benang yang melekat di tubuhnya.


Arthur berhasil melucuti semua pakaiannya.


" ughhhh.. " saat ciiuman itu mendarat di dua gundukan kenyall miliknya, Azoya melenguh menahan rasa nikmat.


Arthur ******* habis dua gundukan kenyal itu dengan sangat rakus. Bibirnya bermain dengan sangat lihai, Azoya semakin tak karuan dan tanpa sadar terus menekan kepala Pangeran Arthur untuk terus memperdalam ciumannya di kedua gundukan kenyal mililnya itu.


Seperkian detik, Arthur menyapu habis kulit tubuh milik Permaisurinya. Sesekali ia meremas kedua gundukan itu dan mendaratkan kembali mulutnya di sana. Sungguh Arthur sangat menyukai saat bermain di kedua gundukan kenyal milik Permaisurinya itu.


Setelah cukup lama bermain , melakukan pemanasan, mereka Akhirnya melakukan penyatuan..


"Akhhhhhhh....." Azoya tersentak saat merasa ada sesuatu yang sedang berusaha masuk menghujam penuh miliknya.


ia pun merintih, menahan rasa yang sangat tak dapat ia jelaskan seperti apa. Untuk kedua kalinya, Azoya menikmatinya.


Hentakan demi hentakan Arthur berikan, Keringat bercucuran menambah sensasi gairah mereka yang begitu besar.


Azoya memeluk Pangeran Arthur dengan sangat Erat.


Tubuh mereka kini saling berdekapan, Arthur terus menghujamm milik Permaisurinya itu.


" akh...akhhhh... Pa pangeran a aku. ..!"


hosh hosh...


Azoya tersengal sengal, tubuhnya kini mengeliinjang hebat merasakan gelii yang teramat.


Azoya tak henti hentinya meracau, lenguhan tiap lenguhan kini berhasil lolos, dan keluar langsung dari mulutnya.


Di liriknya sekilas wajah Permaisurinya itu, dan sempat mengecup puncak kepala Azoya sekilas.


Arthur terus mempercepat gerakannya.


Dan Akhirnya merekapun melakukan pelepasan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintupun terdengar, belum sempat nafas keduanya terkumpul,


Arthur mengumpat habis seseorang yang berada di luar sana.


# Please Votenya jangan lupa ya , 🙏🙏


Author lagi berusaha untuk ikut VOTE Lomba Rangking mingguan. Yang bertepatan hari ini mulainya.


Author berharap support dari kalian.


Terimakasih !

__ADS_1


Jangam lupa Like, comennya juga 👍👍👍👍


see you all


__ADS_2