TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Terabaikan!


__ADS_3

Arthur dan Dewa lainnya kini telah tiba di Alam Nirwana, dengan menggunakan Hewan peliharaan masing masing.


Semua Dewa dan Dewi berkumpul dan menyaksikan keberhasilan penangkapan tersebut.


Arthur turun dari Naga Emas dengan wajah masamnya. Saat berada di lembah terlarang, Arthur baru menyadari tentang identitasnya, dirinya lupa jika saat ini dia sekarang bukanlah Pangeran dari Kerajaan Timur di bumi. Karena identitasnya sekarang adalah sebagai Dewa Agung. Dan sungguh sangat menyakitkan baginya di acuhkan oleh Permaisurinya sendiri.


Saat turun dari Naga Putih milik Permaisurinya itu, Azoya menjauhinya dan meninggalkan keberadaannya.


Yang lebih menyakitkan hatinya lagi, Azoya lebih memilih bersama Pangeran Zhou Xuan Zhen dan mengabaikan dirinya. Seolah tak mengenalnya sama sekali. Saat tiba di alam Nirwana, Raja William Moura pun menghampiri keberadaan Azoya juga. Dan mereka juga pun berbincang sangat hangat.


Ada aura ketidak sukaan dalam hatinya. Tangannya mengepal, rasa kesal yang memburu.


" Apa diriku tidak semenggoda itu di matanya " kesal Arthur dalam hati " Apa diriku yang sekarang tidak setampan diriku yang di bumi " Arthur menggertakkan giginya, dan selalu mendumel dalam batinnya. Kesal, geram, bercampur menjadi satu.


Saat langkah kakinya hendak menuju Segel Pagoda, Arthur masih menatap keberadan Azoya, yang saat ini ikut ke dalam Alam Nirwana hendak memasuki tribun, bersama Pangeran Zhou Xuan Zhen, Pangeran Xian Zhen dan berbaur bersama Dewa Langit dan juga..... Raja William Moura yang ikut serta.


" Dewa, silahkan " Ujar Mentri langit menyadarkan Arthur dari lamunannya.


Arthur sedikit tersentak. Dirinya yang dalam keadaan mood kurang baik, langsung berjalan ke arah Tribun.


"A ada apa dengan Dewa Agung ? " gumam Mentri tersebut merinding melihat tatapan matanya. " Sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik. Sebaiknya Aku harus berhati-hati berbicara, " ujar Mentri itu lagi.


" Nak, bagaimana dengan keadaanmu. Apa dirimu tidak apa-apa? " tanya Raja Zhen cemas.


Azoya menggeleng dan tersenyum.


" Aku baik-baik saja Ayahanda " ujar Azoya, Dewa langit pun berjalan dan mendekap putrinyanya itu.


Semua Dewa-Dewi memandang keberadaan mereka. dan bertanya tanya, siapa sosok Perempuan yang berada dekapan Dewa Langit.


Keberadaan Azoya menjadi pertanyaan di Alam Nirwana, apa lagi dirinya ikut bersama Pangeran Zhou Xuan Zhen saat turun dari Burung Rajawalinya.


Sebagian Mentri langit dan beberapa Dewa yang ikut dalam Pertempuran di Lembah Terlarang, memang belum terlalu memahami sosok Azoya. Mengapa dirinya itu begitu penting, terutama bagi Dewa Agung mereka, yang begitu sangat mencemaskan keadaannya. Dewa langit, dan kedua Pangeran. Setau para Dewa, mereka di dalam lembah hanya mengejar keberadaan Agares.


" Apakah itu calon Dewi Pangeran Zhou Xuan Zhen atau Kekasih Raja William? "


" Wah.. Kerajaan Langit akan segera menikahkan Pangeran Negeri Langit, atau Kakak Dewa Agung Raja William akan memiliki seorang ratu? . "


" iya.. Mereka begitu bahagia lihatlah " ujar para Dewa Dewi di alam Nirwana. dan beberapa spekulasi dari mereka.


Sementara itu, Arthur yang mendengar ujaran-ujaran semua orang, rasanya kepalanya mau pecah, dengan Amarah kecemburuan dan ketidak sukaan semua orang membicarakan tentang kedekatan Azoya dengan Pangeran Zhou Xuan Zhen, terutama Raja William. Mendengus kesal.


Arthur berjalan dengan beriringan beberapa Dewa petinggi lainnya.

__ADS_1


Kehadirannya menjadi sorotan, dan sorak sorakan kebahagiaan.


" Dewa Agung begitu tampan dan mempesona... " ujar para Dewi yang terpukau melihat sosoknya.


Kehadirannya mengalihkan semua mata. Kebesarannya yang agung menjadi ikon utama setiap mata.


Azoya hanya diam, sembari menatap keberadaan Dewa Arthur.


Jantungnya berdetak.


" Ada apa dengan ku. !"


Dewa Arthur segera berjalan membangkitkan Pagoda itu kembali, dengan seluruh kekuatannya, Pagoda yang telah hampir musnah itu berdiri dengan kokoh, dan membuat suara kebisingan yang sangat nyaring. Semua orang menatap Keberadaan Dewa Agung. Mereka terdiam menyaksikan kebangkitan Pagoda itu.


Dengan segera di bantu para Dewan Petinggi langit, Penyegelan terhadap Agares pun terlaksana.


Arthur duduk di tempat tertingginya, Dan memberi sapaan sapaan terhadap para Dewa dan Dewi langit.


Setelah usai, Arthur berbaur dengan para petinggi langit.


Dan di sana ada Azoya bersama dengan Raja William,


Tatapan mereka bertemu, ingin sekali rasanya Arthur menarik paksa keberadaan Permaisurinya itu,


"Salam Hormat Saya Dewa, Senang melihat Dewa akhirnya kembali ke Alam Nirwana ini lagi.. " Sapa Lembut Dewi Luo Yi


Semua orang menatap keberadaan Dewi Luo Yi.


Seorang Dewi muda yang sangat anggun. Para Dewa semuanya tersenyum melihat kehadirannya.


Sementara itu, Azoya pun tanpa sengaja bertemu pandang dengan Dewi Luo Yi.


Azoya menundukkan kepalanya sedikit, seraya menyapa, dan di balas senyuman oleh Dewi Luo Yi.


" Alam Nirwana telah menyuguhkan makanan yang sangat lezat bagi semua orang, silahkan para Dewa dan Dewi lainnya untuk menikmati! " ujar Dewi Luo Yi.


Merekapun berjalan menuju tempat hidangan.


Sementara itu Arthur terpaku melihat Azoya berjalan dengan Raja William dan juga Dua Pangeran Kerajaan Langit.


"Dewa Arthur, apakah Dewa akan tetap berdiri disini" Sapa Luo Yi, yang melihat Dewa Arthur berdiri dengan tatapan mata yang tak lepas dari punggung Azoya. Sementara itu Azoya hanya tersenyum seraya menghormati dirinya sebagai Dewa, tanpa berniat mendekat.


Arthur sangat kesal. Dari tadi dirinya hanya diam membantu saat berhadapan dengan Permaisurinya itu.

__ADS_1


Arthurpun berjalan beriringan dengan Dewi Luo Yi.


" Ada apa dengan Dewa Arthur. Kenapa Dewa selalu memandangi gadis itu... Apakah dia dari kalangan Dewi atau manusia di bumi? saya tidak pernah melihatnya! " Gumam Dewi Luo Yi dalam hati.


" Dewa, Sepertinya gadis itu berhasil mencuri perhatiannmu? " gumam Dewi Luo Yi dalam hati.


Perjamuan Alam Nirwana pun sangat ramai. Hiburan hiburan dari Negeri langitpun sungguh memukau mata.


Dewi-Dewi tercantik di alam Nirwana menyuguhkan tarian indahnya,


" Selamat datang Dewa... Silahkan menikmati" ujar dayang istana siap melayani kehadiran Dewa Arthur.


Arthur pun duduk dengan sedikit mengibaskan baju kebesarannya.


Matanya kini menatap keberadaan Azoya yang tepat di hadapannya.


Jika dirinya sekarang bukan Dewa Agung, sudah sedari tadi ia ingin menyeret keberadaan Permaisurinya itu.


" Ada apa ! kenapa matanya selalu menatap ke arahku..." gumam Azoya dalam hati " Ja-jantungku.... " Azoya sedikit mengepal tangannya karena gelisah. Ada rasa yang begitu aneh, saat dirinya bertemu tatap dengan Dewa yang ada di hadapannya saat ini. " Kenapa jantungku berdetak seperti ini. Sebenarnya Dewa ini Siapa? Ada perasaan yang sangat Akrab saat melihatnya. " Azoya berusaha menetralkan perasaannya.


" Coba lah ini, ini makanan terlezat di Nirwana " Raja William menyodorkan satu piring kecil makanan ke hadapan Azoya. Dan berhasil menyentak perasaannya.


" Hah!..." Azoya menoleh dan menatap Raja Liam, "Terimakasih " Ujar Azoya, Raja Liam pun tersenyum.


Mereka semua pun menikmati makanannya.


Berbeda halnya dengan Arthur, Rasanya makanan yang ada di hadapannya saat ini sangat hambar, sehambar perasaannya.


Tiba-Tiba suara langkah kaki mendekat ke arahnya.


" Dewa usai perjamuan ini. Para Pesuci, penasehat, dan petinggi petinggi Alam Nirwana ingin mengadakan rapat Akbar untuk masa depan Nirwana. Kami segenap Dewa lainnya berharap Dewa Agung sendiri mengizinkan rapat Akbar itu terlaksana " Ujar Dewa Surya.


.


# Jangan lupa sesudah membaca dan menikmati ceritanya untuk memberi LIKE, KOMEN, DAN VOTENYA YA !


Sebagai bentuk dukungan Untuk Author dan Kemajuan dari Novel TUAN PUTRI YANG JELEK INI!



.( COVER TERBARU TUAN PUTRI YANG JELEK DARI AUTHOR! CUMAN UNTUK SEMENTARA COVERNYA BELUM RILIS IYA, BUTUH PERSETUJUAN DAN WAKTU )


.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2