TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Kecemburuan


__ADS_3

Hari-Hari di Nirwana, Helios semakin di buat sibuk oleh Dewa Arthur, sehingga sedetikpun iya tak pernah memiliki kesempatan untuk bisa melihat sosok Gween. Jangankan rambutnya, orangnya saja tak pernah nampak di depan mata.


Iya sangat murung, seakan vitamin hidupnya sudah habis untuk mengisi energinya sendiri.


Hari ini adalah hari keberangkatannnya ke Kerajaan Kegelapan, sebagai penobatan Resmi untuk dirinya sendiri sebagai Dewa Kegelapan yang Sah.


Arthur menyampaikan perintahnya, untuk segera berangkat, dengan beberapa prajurit kesatria langit, yang menjadi pengawalnya dalam perjalanan.


Arthur tersenyum licik,


" Heh, bagaimana rasanya..Menjauh dari Putriku. ? Siapa suruh mengabaikan orang berbicara " gerutu Arthur kesal.


Iya, jika tidak seperti itu, Helios tidak akan fokus dengan tugasnya.


1 bulan sudah dalam menjalani tugasnya sebagai pemimpin baru di Kerajaan Kegelapan,


Akhirnya Helios kembali ke Nirwana, Saat tiba di Nirwana, segera iya bergegas untuk menemui Gween.


Rasa rindu yang teramat, sudah tak terbendung lagi.


Tiba-tiba saja, hal yang sangat mengejutkan terjadi untuk dirinya..


Sebuah pesta besar, si dalam istana Kerajaan , seakan membuatnya mengernyit karena kebingungan,


" Sebenarnya ada perayaan seperti apa di Nirwana ?" Gumamm Helios sedikit bertanya-tanya, dalam hati.


Tanpa sengaja, iya melihat Gween sedang berpegang tangan dengan seorang laki-laki, Helios akui tampangnya memang menarik


Hatinya sedikit berdenyut, dadanya bergemuruh.


Ada perasaan ketidak sukaan saat melihat Gween berpegang tangan terlalu intim dengan orang lain.


Dengan segara, Helios melangkah, menunjukan tampangnya yang sedikit memerah karena marah.


Seketika, tangannya kini menarik lengan Gween dan merampas tubuh itu secara langsung, sehingga tubuh itu kini telah beralih dalam pelukannya.


Gween yang terkejut akan kehadiran Helios , menyadarkan penglihatannya sendiri seperti tak percaya.


" Helios " ujar Gween terkejut.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa ?" Laki-laki itu mendekati Gween, sehingga membuat Helios semakin geram


" Maaf..Apa yang kau lakukan dengannya ?" tanya Pangeran Gerald Moura, sedikit tak suka atas tindakan dari Helios.


Helios yang sudah geram semakin geram di buatnya.


Mengepalkan tangannya.


" Siapa dia ?" tanya Helios dengan nada yang sedikit penuh akan ancaman berbahaya.


Siapa orang ini berani sekali menyentuh miliknya, batinnya bertanya


Seketika, Helios menatap Gween tajam seolah mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


" Dia temanku, Apa yang kau lakukan ?" bisik Gween risih seakan membentak Helios.


Karena, tanpa Helios sadari semua orang sedang menatap ke arahnya.


Helios yang melihat respon Gween seakan membelanya, langsung melepaskan Gween.Dan iya pergi begitu saja meninggalkan Gween sendiri dengan perasaan hati yang masih kesal.


" Kenapa dengannya ?" tanya Gween bingung


" Dia Helios," jawab Gween polos


" Kekasih, pacar, atau apa ?" tanya Pangeran Geral sedikit penasaran.


Gween yang mendengarkan ucapn langsung dari Pangeran Gerald membuat iya menoleh.


Bahkan diriny sendiri tak mengerti harus mendeskripsikanny seperti apa..


Karena status mereka belum jelas.


Di sisi lain, Helios yang masih marah, berusaha menetralkan perasaannya.


Iya masih kesal, dengan apa yang di lihatnya, dan pembelaan Gween kepada orang itu.


Padahal sebenarnya, Gween meminta Helios melepaskannya, karena malu di lihat banyak orang.


" Hei,,,Sendirian ?" ucap seorang Perempuan di belakangnya.

__ADS_1


" Siapa kau ? " Tatap Helios tajam,


Perempuan itu tersenyum, dan mendekatinya, seorang perempuan muda dan cantik.


" Aku Dewi Ambar.. Aku juga sedang duduk disini, melihat kehadiranmu, membuatku berinisiatif menghampiri" ujarnya lembut.


" Kenapa kau disini ?" Bermaksud menanyakan , tapi sayang ambar mendapat respon yang cuek dari Helios.


Seketika, Helios langsung beranjak dari duduknya


" Kau mau kemana ? " Spontan ambar langsung memegang pergelangan tangan Helios..


Helios yang merasa tangannya di sentuh pun menoleh,


" Le..." Belum sempat iya kesal dengan Dewi ambar yang berani memegang tangannya.


Suara Gween mengejutkan mereka.


" Helios..." panggil Gween terkejut , matanya tak sengaja menangkap sebuah tangan saling berpegangan.


Iya, beberapa saat yang lalu.


Gween merasa tidak enak karena telah sedikit membentaknya.


Gween takut Helios tersenggung kepadanya.


Iya pun segera menyusul kemana Helios pergi .Tapi tak sengaja iya melihat pemandangan yang cukup mengejutkan.


Gween pikir , Helios kecewa kepadanya. Tapi ternyata.. Malah berduaan dengan seorang Dewi.


" oh maaf..." Gween tak tau harus apa, iya merasa seperti pengganggu.


" A-aku tak seharusnya...." gugub Gween dengan perlahan, iya mundur dan pergi dengan perasaan yang tak enak.


Tanpa sengaja hatinya sedikit sesak.


Helios yang melihat kepergian Gween, dengan segera mengejarnya.


" Hmm ..menarik .." gumam Dewi ambar sedikit menyunggingkan senyumnya

__ADS_1


__ADS_2