
Taman Belakang Mansion
Saat ini Garendra dan kedua Pangeran sedang duduk berhadapan dengan Admaja , seakan sedang mengintrogasi tersangka.
Garendra pun akhirnya menjelaskan.
" Mereka saudaraku kek"
Jderrr...
Bak tersambar petir, kata-kata ini berhasil membuat Admaja sangat syok.
Saudara ?
Seakan tak percaya, ia seolah tak berhasil menyelidiki latar belakang dari Garendra yang telah ia anggab seperti cucunya sendiri.
Bagaimana bisa ( Pikirnya )
" Beberapa minggu yang lalu sebenarnya aku telah mendapatkan ingatanku kembali kek " ujar Garendra dengan sangat terpaksa menceritakan yang sebenarnya.
Sejujurnya ia tak tega untuk membohongi orang yang sangat baik di depannya saat ini, Garendra dan kedua saudaranya kini telah mengetahui siapa sosok Admaja yang sebenarnya.
Hanya saja, moment memberitahunya ini begitu sangat tidak tepat. Kedua saudaranya telah menghancurkan segalanya.
Admaja yang mengetahui ingatan cucunya tersebut telah pulih kembali , dirinya merasa lega sekaligus cemas jika suatu saat Garendra akan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Saat Garendra hendak memberitahu kenyataan yang sebenarnya tentang asal usul mereka dan datang dari mana, tiba-tiba saja Lucy datang menghampiri, dan percakapan mereka pun terhenti.
Flashback off
" Ada apa, apa kalian sedang membahas sesuatu yang penting. Aku minta maaf karna datang di waktu yang tidak tepat " ucap Lucy seakan merasakan hawa dingin dari tatapan 3 orang yang ada di hadapannya saat ini.
" Tidak, kau datang tepat pada waktunya " Sanggah Pangeran Griffith seolah santai, sejujurnya merasa sedikit lega bahwa identitas yang mereka miliki tidak sepenuhnya terbongkar.
" Maksudnya ?" Lucy yang merasa bingung seolah bertanya.
Tiba-tiba saja, sebuah kaki menginjak Pangeran Griffith dari bawah meja dengan sangat keras, yang tak lain adalah Pangeran Edgar sendiri yang melakukannya.
" Auww " teriak Pangeran Griffith merasakan ngilu dan sakit di area jari-jemari pada kakinya sendiri di sebelah kanan.
Saat hendak membalas kelakuan Pangeran Edgar, secara tersadar Griffih melihat pandangan mata Tuan Admaja dan Garendra seakan sedang mengintimidasi dirinya.
" Ti-tidak kek, hanya saja sesuatu telah menjepit kaki ku, tapi sekarang baik-baik saja . " jelasnya jujur.
Garendra yang menyaksikan itu, merasa sakit kepala.
" Oh iya , kau bocah tengil silahkan beritahu siapa dirimu" tunjuk Admaja kepada Pangeran Griffith itu sendiri.
Pangeran Griffith pun akhirnya memperkenalkan siapa dirinya.
" Pa- hmm maksudku Griffith, kau bisa memanggilku dengan nama itu. Saudara ke 2 dari kakak tertuaku Pa- emm ya Av-- ma-maksudku Garendra kita semua kembar" Jelasnya yang hampir saja menyebut kata Pangeran dan nama sebenarnya dari Pangeran Avery sendiri.
__ADS_1
" Sial, lidahku hampir saja tak bersahabat" keluhnya dalam hati
" Edgar, aku Edgar kau bisa memanggilku dengan sebutan itu, saudara ke 3 yang paling jenius, " Ucap Pangeran Edgar seraya membanggakan dirinya sendiri.
" Ohh, jadi kalian 3 bersaudara ? Baiklah, Kalian bisa memanggilku Lucy, Aku dan Garendra sekolah di satu Accademy yang sama. Kita patner"
Garendra yang saat itu sedang mengambil jus buah yang ada di hadapannya saat ini, sontak saja merasa terbatuk-batuk saat mendengar kata Patner yang telah Lucy ucapkan.
" Kau tidak apa-apa ?" ujar Lucy panik.
"Aku baik-baik saja" Sanggah Garendra dengan gaya dinginnya .
" Tuan, ada panggilan untukmu "
Tiba-tiba saja Hans datang memberikan sebuah ponsel , dan Admaja pun pamit untuk meninggalkan mereka terlebih dahulu.
" Sepertinya kakek harus pergi, kalian lanjutkan saja."
Jelas Admaja, sembari berdiri dan berjalan menjauhi mereka .
___
Lanjut besok...
**JANGAN LUPA LIKE COMEN DAN VOTENYA IYA !
__ADS_1
SEE YOU AGAIN..
Thanks you** ..