
" Oh Baiklah. Eh.... Tunggu! Nona ada disini? " teriak An feng antusias.
" Tentu saja, dimana ada Yuri pasti ada Nona " Ujar Yuri menjelaskan
" Wow, baiklah aku akan menyiapkan masakan terenak yang ada di ZY'FOOD " ujar An feng bersemangat sembari kedua tangannya terangkat memegang kedua sendok
" iya iya iya. Nona tidak ingin pelayanannya lama " Lalu Yuri berlalu meninggalkan An feng yang mulai berkutat dengan menu.
Setelah beberapa saat.
An feng pun berjalan di ikuti beberapa peramu saji lainnya.
" Silahkan Nona nikmatilah makanan terenak di ZY'FOOD! " ujar An feng berlagak seperti pelayan profesional yang pelayanannya mengesankan.
" Cih... Sikapmu menggelikan mata " gumam Yuri pelan
" Apa katamu? " An feng mendengar gumaman tersebut " huh.. " An feng menatap tajam Yuri.
Azoya mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan .
Setelah beberapa saat,
" Ambilkan lagi, rasanya ini masih kurang untuk perutku! " ujar Azoya sembari mengelus perut ratanya
" Apa ! No nona, bukankah Nona sudah memakan baksonya 2 porsi, bahkan hidangan yang lain sudah nona santap juga. " ujar Yuri terkejut, begitupun An feng. Pasalnya yang mereka tau Nonanya itu tak pernah memakan makanan dalam porsi banyak. Beda halnya dengan Sea, wajahnya bertekuk dan sangat masam. Dirinya kesal, porsi untuknya di santap paksa oleh Azoya. Belum sempat dirinya menyendokan makanan tersebut, Azoya sudah menarik dan melahap jatahnya.
Dirinya kini meratapi sebuah mangkok yang sudah kosong didepan matanya.
" Sekarang!!! ' teriak Azoya yang tak sabaran, pasalnya perutnya kini memang masih sangat lapar.
" Ba baik Nona... " An feng kucar kacir menuruti perintah Nonanya itu, dirinya terkejut, Nonanya itu bisa semarah itu kalo sedang lapar.
Setelah cukup lama. Akhirnya Azoya cukup lega perutnya kini sudah sangat kenyang.
Beda halnya dengan ketiga orang yang saat ini menatap dirinya sangat takjub. An feng, Yuri, dan Sea menggelengkan kepala seakan tak percaya dengan Nonanya itu.
Pasalnya, Azoya kini telah menghabiskan 8 mangkok bakso dan beberapa cemilan lainnya.
" Apa yang terjadi dengan Nona? " gumam suara hati mereka bersamaan.
" Apa kalian sedang menatapku? Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku? Katakanlah di sebelah mana? Atau ada cabe tersangkut di gigiku? " ucap Azoya panik
" Ti tidak Nona, hanya saja Nona makannya sangat banyak tidak seperti biasanya " ujar Yuri menjelaskan
" Apa kalian mengatakan kalo aku ini rakus? " bentak Azoya tersinggung.
" Hah! " Ti tidak, mana berani kami berbicara seperti itu Nona! " Yuri dan An feng berlutut dan menundukan kepalanya. Sedangkan Sea hanya diam memperhatikan drama yang ada di depannya.
" Ya ampun Nona, kenapa Nona jadi menyeramkan seperti ini! " gumam Yuri dalam hati
" Apa kau bilang? " Tanya Azoya kembali, menatap ke arah Yuri, pasalnya Azoya mampu mendengar suara hatinya
" Hah! Ti tidak bilang apa apa Nona " ujar Yuri gugub. " Apa nona mendengar gumamanku ya? " tanya Yuri bingung, dia takut sekali kena semprotan pedas dari mulut Nonanya itu
__ADS_1
" Haish... sudah lah. Aku ingin jalan jalan.. "
Azoya berlalu meninggalkan mereka bertiga, seolah melupakan segalanya
" No na... Tunggu Yuri " Yuri bergegas bangun dan mengikuti Nonanya itu.
" Hekhem... Tuan apa yang akan Tuan lakukan disini sendirian? " tanya An feng yang melihat Sea seolah berdiri bak patung
" Apa? Aku ....? Eh, sial aku di tinggal " Gerutu Sea yang mulai menyadari keadaan sekitar. Dirinya terlalu asik menghayati, sehingga tak sadar kalau pertunjukan telah selesai.
____
BRUKHH
" Auuw. .Ada apa denganku. Kenapa akhir-akhir ini aku sering di tabrak sesuatu " geram Azoya .
" Maaf Nona, Apa kau tidak apa-apa? " tanya seorang pemuda
Seketika matanya melirik ke arah depan memperhatikan sosok tagab dan kekar di hadapannya.
Biasanya Azoya menanggapi hal semacam ini dengan santai. Beda halnya kali ini. Rasanya ia ingin memaki maki orang yang ada di depannya saat ini.
" Apakah Tuan ini tidak punya mata sehingga menabrak tubuhku sangat kencang!! " bentak Azoya kesal
" Kamu?? "
Azoya terkejut, apa maksudnya kamu? Azoya tak mengerti apa orang ini mengenal dirinya.
" Apa? " jawab Azoya ketus
.Azoya menelisik tiap initi wajah dari pemuda itu. Tapi sayang akhir akhir ini dirinya mudah melupakan sesuatu. Padahal dirinya selama ini adalah sosok yang sangat pengingat bahkan dalam hal sekecil apapun.
Entahlah sekarang ada apa dengan dirinya saat ini.
Azoya mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ngingat. Memang benar dirinya pernah mengingat, tapi sayang ingatan tersebut seolah dirinya merasa pernah atau tidaknya berjumpa.
" Tidak... " ujar Azoya ketus
"Hah? " Pemuda itu sedikit terkejut. Apa mungkin dia salah orang. Tapi gadis bercadar ini, dari sudut matanya, pandangannya, keyakinanku mengatakan memang benar dirinya. Aku tak mungkin salah mengenali orang.
Azoya hendak berlalu meninggalkan pemuda tersebut
" Hei, Apa kamu yakin tidak mengingatku? " tanya Pemuda itu kembali berusaha mencegah kepergian Azoya.
" Kau siapa? " tanya Azoya tanpa dosa
" Apa! hekhem... Baiklah aku akan memperkenalkan diriku kembali! " Pemuda tersebut mencoba meredamkan suasana.
" William Moura...! Liam... Apa kau ingat? " ujar William memastikan. Dirinya yakin di hadapannya kini memang benar wanita bercadar yang dirinya kenal di perpustakaan, kecepatan membacanya telah membuat William takjub.( Lihat Bab Dia Gadis bercadar! )
" Liam? " Azoya mencoba memutar memory di ingatannya.
Sepertinya dirinya pernah menyebut nama itu.
__ADS_1
Sekali lagi, Azoya memastikan wajah pemuda yang cukup tampan dan tegab di hadapannya.
" Kau Liam? "
yah.. sekarang Azoya mengingatnya. Laki laki tampan, tegab dan kekar di hadapannya kini adalah William Moura
" Bagus. Kamu mengingatku juga" Ujar William tersenyum senang.
" Apa yang kamu lakukan disini? " tanya William.
" Tidak ada. Hanya sekedar ingin jalan jalan saja " jawab Azoya santai.
" Kalau begitu, sebagai permintaan maaf dariku yang telah menabrakmu. Bagaimana kalau aku yang menemanimu ?" tawar William berharap
Hosh hosh hosh
" Nona, Kenapa Nona meninggalkanku " Yuri mencoba menetralkan nafasnya.
" Oh, Aku kira kau ada di sampingku " Jawab Azoya santai
"Apa? Bagaimana Nona bisa pelupa seperti ini! " . gumam Yuri dalam hati.
Jelas jelas Nonanya ini sedang memarahi mereka di Restoran karena telah menyinggung perasaannya. Apa mungkin secepat ini Nonanya itu melupakan masalah barusan. Batin Yuri bertanya
" Eh. Siapa orang yang bersama dengan Nona ya? " Tanya Yuri dalam hati baru menyadari jika Nonanya ini tidak sendirian.
" Ayo.. " Ajak William
Azoya terdiam sejenak, tidak ada salahnya jika ia hendak jalan jalan saja, bagaimanapun ada Yuri di sampingnya, jadi dirinya tidak berduaan saja dengan Liam. Azoya tidak ingin mata mata Arthur menyampaikan informasi yang tidak tidak.
Azoya tau suaminya itu, dimanapun ia berada. Arthur pasti akan mengetahui segalanya. Termasuk kejadian saat ini.
Dan benar saja, informasi sampai secepat kilat.
Kerajaan Timur
Arthur yang sedang berada di ruang Kerjanya. Mendapat info dari mata mata kepercayaannya, sedang merasa kesal dengan Permaisurinya itu. Azoya keluar kerajaan sampai sejauh itu berkunjung ke Restoran ZYDOOD. Dan yang membuat dirinya sangat marah ialah, Azoya saat ini sedang bersama seorang Pria Asing.
Arthur mengepalkan tangannya tak suka.
"Aku akan menghukummu Permaisuri!! " gertaknya dalam hati.
Ada hawa hawa kecemburuan menyelimuti dirinya. Rasanya Arthur ingin secepatnya melahap Permaisurinya itu saat ini. Dan mengurungnya.
.
...# Jangan lupa Likenya iya....
dan support lainnya juga.
Terimakasih
.
__ADS_1
.