
# # Tinggalkan jejak terlebih dahulu sebelum baca !! ##
🍂🍂
.
." Ayah... " ujar Gween, dan sontak saja berhasil mengagetkan semua orang.
Dewa Arthur dan ketiga Pangeran berdiri tepat di ambang pintu masuk istana.
Suasana hening semakin mencengkram.
Mata tajamnya mengawasi semua orang.
Sehingga berhasil membuat siapa saja yang menatapnya merinding.
" Putri terbuang ini berani sekali tidak menundukan kepalanya kepada Kaisar Agung.. Benar-benar tidak menunjukan sikap sopan, apa katanya barusan, Ayah? Dia pikir siapa Dirinya berani sekali mengaku menjadi anak dari Kaisar Agung" ujar Selir Liana menatap Gween sinis.
" iya kau benar, Kaisar Agung hanya memiliki tiga orang Putra Mahkota. Dan tidak memiliki seorang Putri " sambung Salah satu Putri lain.
" Yang mulia, maafkan Putri saya, karena tidak sopan memanggilmu seperti itu " Panglima Avyram langsung bersujud di hadapan sang Kaisar Agung. Iya Semua orang tau, Kaisar Arthur adalah Kaisar berdarah dingin yang paling di takuti, siapa yang tidak mengetahui hal tersebut. Banyak dari Kerajaan lain yang pernah mengaku menjadi salah satu Putranya, tapi na'as nasib orang tersebut sangatlah tragis. Panglima Avyram tidak ingin Gween terkena masalah.
__ADS_1
Sementara itu, Gween yang melihat reaksi Ayahnya Panglima Avyram terkejut membelalakan matanya.
Dan seketika, ia melepaskan tangannya dari genggaman Pangeran Helios.
Helios yang melihat itu, hanya bisa terdiam.
" Tidak.. Ayah, jangan lakukan hal seperti itu" Gween langsung berhambur menghampiri Panglima Avyram, ia membangunkan tubuh tegar itu.
Gween melihat, kasih sayang tulus dari Panglima Avyram, meneteskan air matanya.
" Tidak nak, ini semua demi kebaikanmu" ujar Panglima Avyram masih hendak ingin bersujud dan meminta maaf.
" Hentikan " ujar Gween bergetar tak kuat melihat Ayahnya seperti itu. Suara itu sontak saja berhasil membuat suasana menjadi hening. Arthur menatap kesedihan Putrinya yang ada di hadapannya. Ada rasa cemburu. Iya ingin sekali merebut Putrinya ini. Tapi melihat cara dan perlakuan Panglima yang ada di hadapannya saat ini. mengurungkan niatnya. Ia sebisa mungkin masih memancarkan aura dingin dan menakutkan bagi semua orang.
Avery yang melihat tatapan mata dari sang Ayah tersebut mengerti.
Iya pun, perlahan berjalan menuju ke arah sang adik.
Semua orang mengira jika Gween akan mendapatkan masalah.
Tapi siapa sangka, Pangeran Avery tersrnyum kepadanya.
__ADS_1
Ia mengelus puncak Kepala Gween, Mata Gween berlinang, ada sakit di hati Avery, iya tau apa masalh yang menimpa Gween yang merupakan adiknya itu kini. Lalu dirinya memberikan tatapan lembut dan tersenyum.
Pangeran Avery ia pun dengan pasti berlutut di hadapan Panglima Avyram. Mensejajarkan wajahnya
" Kau dalah orang tua yang luar biasa, terimakasih karena telah melindungi Putri Gween, berdirilah Panglima " Ujar Pangeran Avery, memegang bahu Panglima Avyram sopan.
Panglima Avyram masih sangat bingung mendapatkan perlakuan sopan seperti itu dari Pangeran Avery sendiri. Dan tentu Panglima Avyram tau tentang Pangeran Avery, dia adalah sosok Dewa masa depan di Nirwana. Karena Avyram salah satu Jendral terbaik dalam sebuah Kerajaan, ia pun sering berjumpa dalam Rapat terpilih.
Namun sayang, banyak yang tidak mengetahui Lambang tersembunyi dari keturunan sah di Nirwana. .
Salah satunya adalah Marga Satia dan Z.
Dan sebuah ukiran Nama.
Tentu, selain Gween, Ketiga Pangeran juga Memiliki nya.
Pangeran Averyn pun sekilas memberi tatapan dinginnya kepada Pangeran Helios.
Helios yang berdiri tak Jauh dari Gween hanya terdiam menyaksikan segalanya.
Setelah itu, Arthur yang membiarkan Pangeran Avery menyapa Gween dan Ayah buminya itu, dirinya itu langsung berdiri di tengah-tengah semua orang.
__ADS_1
# JANGAN LUPA, LIKE, COMEN DAN VOTE