
Jerry tak habis pikir, dari mana keberanian orang ini datang, padahal sebenarnya ia terlihat begitu lemah.
Ia jadi berpikir, Apa sebenarnya tujuan ayahnya memaksa dirinya untuk mendekati Lucy ?
Entahlah, sesungguhnya ia merasa terkekang . Ia tak menyukai wanita yang ada di hadapannya saat ini sama sekali. Penampilannya membuatnya muak
Jerry Seta Nicholas.
Laki-laki yang begitu populer, suka mempermainkan perempuan.
Dan juga termasuk salah satu laki-laki terkaya dan memiliki kekayaan nomor 3 di dunia.
Ia tak menyukai wanita cupu seperti Lucy Jolicia.
Lucy menatap tajam keduanya dengan pandangan yang sulit di artikan. Sesegera mungkin ia pergi dari ruangan tersebut. .
Lucy menjauh dari jangkauan Jerry. Dan menutup pintu tersebut dengan gebrakan yang sangat keras. Beruntung, ruangan tersebut berada jauh dari halaman Royal Green. Sehingga tak ada satu pun yang mengetahui, karena ruangan tersebut berada di Halaman belakang dari Halaman utama .
Jerry membulatkan mata, saat melihat kelakuan Lucy yang seolah-olah telah mengejutkannya.
Viola yang melihat Lucy menghilang dari tempat tersebut, menyunggingkan senyum penuh kemenangannya.
Di dalam hati, dirinya sangat tertawa atas apa yang telah ia perbuat hari ini.
__ADS_1
" Aku sangat membencimu Lucy Jolicia. Karena kau selalu mendapatkan apapun yang kau mau. Bagaimana rasanya, kekasih yang paling populer kekasih yang paling kau sayangi telah melakukan hubungan suami istri bersamaku terlebih lagi dia tidak mencintaimu sama sekali. Sangat menyakitkan bukan hahaha ! Begitu juga aku, sangat sakit melihatmu merebut orang yang paling kusukai. Sementara aku, selalu terabaikan saat bersama denganmu. Kau itu cupu, atas dasar apa kau merebut Jerry dariku, aku Putri perdana mentri di Negara ini, memang yang paling pantas bersama Jerry adalah aku, bukan wanita sepertimu." ujar Viola tersenyum menghina dalam hati.
" Hari ini sudah cukup memuaskan untuk membalas semuanya. Kau begitu munafik" Viola tersenyum licik terhadap pintu yang pada saat ini telah tertutup Rapat.
Sementara itu Jerry masih terdiam di tempat.
" Sudahlah Jer, selama aku kenal dengannya, sifatnya memang begitu kasar di balik kecupuannya itu" tatap Viola lemah lembut sembari menghina Lucy. Dengan tubuh gemulainya beberapa kacing baju dilepas , sehingga berhasil sedikit menyembulkan dadanyaa sendiri.
" Kau benar " lirih Jerry pelan masih belum menghilangkan kesadarannya.
Raut wajah Viola terlihat masam saat memperhatikan ekpresi yang Jerry miliki, seakan masih memikirkan sesuatu.
" Aku tau...Tapi kenapa kau terllu memperhatikan pintu itu terus ?" Viola sengaja menyadarkan Jerry, ia menempelkan tubuhnya, dan mengecup pipi Jerry dengan sangat menggoda.
Matanya menatap lekat Viola.
Di lihatnya wanita itu masih ingin mengahabiskan waktu berdua dengannya.
"Sorry Vi, aku harus pergi " tolak Jerry segera, ia tak bisa melakukannya lagi, sungguh moodnya sangat berantakan hari ini
Reaksi itu berhasil membuat Viola sedikit kecewa.
Secepatnya Jerry bergegas meninggalkan Viola sendirian.
__ADS_1
Viola yang melihat penolakan Jerry merasa geram.
" Arghhh. Awas kau Lucy aku tetap tidak akan membuat kamu bahagia. Semua salahmu seharusnya aku dan Jerry menghabiskannnya lagi hari ini.
____
Hati Lucy begitu hancur pada saat ini,
Ia tak menyangka, orang yang paling di cintai olehnya ternyata mengkhianati dirinya sendiri selama ini.
Berpura-pura baik, dan melindunginya.
Ternyata semua palsu.
Begitupun Viola, sahabtnya sendiri yang sudah di anggab seperti keluarga, ternyata menusuknya dari belakang.
" Arrgghhhhh, ternyata selama ini kalian semua bermuka dua" Teriak Lucy sembari terisak, ia begitu sangat kecewa, dan merasa di tertipu.
Setelah beberapa saat, Lucy mengingat kembali nasehat sang Ayah.
Tentang mengapa ia harus berpenampilan seperti ini.
Sembari menghela nafasnya, Lucy akhirnya mulai memahami sesuatu.
__ADS_1
# Jangan Lupa. Like, Coment , dan Vote !!