
## SEBELUM BACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK TERLEBIH DAHULU! "
___
🍒🍒
Di kediamannnya, saat malam tiba.
Gween sedang merebahkan tubuhnynya.
Tiba-tiba saja Gween mendengar suara bunyi ketukan pintu dari luar.
Gween beranjak dari tiduranya, dan segera membukakan pintu kamarnya tersebut.
" ibu.. " ujar Gween terkejut.
" Boleh ibu masuk.. " Rose menatap Putrinya tersebut, " iya bu.. silahkan "
Mereka berjalan beriringan, menuju tempat duduk yang tersedia di samping tempat tidurnya.
Gween duduk di meja bundar ruangannya.
Bersama dengan Rose.
" Gween apa yang kau lakukan hari ini? " Rose berusaha bersikap tenang.
" Ti-tidak ada bu.. hanya menikmati kuliner jalanan di pinggir kota " ujar Gween gugub. Gween tau kemana arah pembicaraan Rose terhadap dirinya.
__ADS_1
" Kau tau mengapa ibu mengunjungimu? " tanya Rose mengintimidasi, masih dengan nada lembut keibuannya.
" Gween minta maaf, Gween tidak mematuhi perintah ibu dan ayah untuk mengikuti Festival Perempuan ini! " ujar Gween menunduk tidak berani menatap wajah ibunya itu.
" Gween.. kau tau. Permaisuri menanyakan keberadaan dirimu ! Apakah Gween tidak memikirkan perasaan ibu nak, tidak tau kah Gween, jika Ayah dan ibu sangat dekat dengan keluarga kerajaan. " ujar Rose menjelaskan.
"Hmm.. Bagaimana mungkin salah satu dari Putri Ibu tidak ikut untuk mengikuti Acara Festival Perempuan yang di adakan oleh Kerajaan Thedors? Apakah Gween ingin melihat Ibu dan Ayah Malu nak? " Rose sengaja mengoreksi kesalah Gween.
Gween langsung mendongakkan kepalanya, menatap ibunya itu.
" Maafkan Gween bu " ucap Gween menitihkan air matanya, andai ibunya tau. Jika apa yang di lakukan olehnya, semata-mata hanya untuk menyenangkan saudaranya sendiri, yaitu Hellena. Gween tidak ingin, Hellena selalu berbuat jahat terhadap dirinya. Maka dari itu, Gween lebih baik mengalah dan menutup diri dari muka umum. Biarlah dia menjadi Putri yang tak terlihat. Asal kedua saudara kembarnya bahagia. Gween sangat menyayangi mereka. Gween tau kedua saudaranya itu sebenarnya orang yang baik. Hanya saja, keberuntungan memihak kepada Gween, sedari kecil Gween selalu menjadi sorotan. Yang menyebabkan timbul rasa iri dari dalam hati saudaranya tersebut, yaitu Hellena.
Rose yang melihat air mata jatuh di pipi Gween, seakan merasakan kesedihan yang sengaja di sembunyikan Oleh Putrinya ini.
Rose hendak menanyakan, tapi sayang.. Gween memiliki sifat yang tertutup, dirinya tak ingin membagikan kesedihan kepada siapapun. Jika itu menyangkut kebaikan, dan kebahagiaan, maka Gween akan sangat sangat cepat untuk membaginya.
" Apakah ucapan ibu melukaimu ? " ujar Rose merasa bersalah.
" Maaf kan ibu.. Mungkin ibu kurang mengerti perasaanmu. " Rose meraih tubuh Gween, dan mengelus puncak kepala anaknya itu.
Untuk sesaat, Gween sangat tenang dan nyaman.
" Kenapa Gween menghindar? Fetival ini sangat penting bagi kaum Perempuan. Gween adalah seorang perempuan. Seharusnya identitas seorang putri, haruslah di tonjolkan. Bukan di tutupi seperti dirimu tadi siang. Ibu melihat semuanya "
" Aku suka berpenampilan seperti itu bu. " jawab Gween berbohong.
" Tapi, ibu tak suka. Rasanya merusak mata " ujar Rose blak-blakan.
__ADS_1
" Ibu.. jangan terlalu jujur seperti itu " rengek Gween tak suka.
Rose pun terkekeh.
" Biar bagaimanapun. Gweennya ibu sangat cantik. Kemana kecantikan itu menghilang? Gween tak boleh menyembunyikan kecantikan alami yang telah di berikan alam untukmu. Kita harus bersyukur. Apapun yang melekat pada diri Gween, semuanya haruslah di syukuri, bukan mengubah pemberian alam. Apa Gween mengerti? " ujar Rose menatap sangat dalam Putrinya itu.
Gween menunduk, ada rasa bersalah yang ia rasakan.
Benar, apa yang ibunya itu ucapkan.
Tapi......
Gween memiliki alasannya sendiri mengapa dirinya melakukan hal seperti itu.
Setelah beberpa saat terdiam, Rose kembali membuka suara
" Nak. .ada satu hal lagi yang ingin ibu bicarakan kepadamu".
" Tentang apa bu? " tanya Gween penasaran.
" Ibu memiliki janji dengan Permaisuri, besok ibu ingin mengajakmu berkunjung ke istana. Ibu harap, Gween tak akan menolak permintaan ibu " ujar Rose menatap Gween serius.
Gween terdiam, dan menghela nafas " hm.. baiklah Gween akan ikut bersama ibu. Gween tidak ingin mempermalukan ibu lagi " ucap Gween pasrah, Gween tidak ingin membuat Rose malu, karena telah membuat Rose kecewa dengan dirinya.
" Baiklah, jika begitu anggab saja ini permintaan maaf darimu untuk ibu. Maka dari itu, kau harus menyiapkan dirimu besok. " ujar lembut Rose sembari mengusap Kepala anaknya.
" Bu.. bisakah kita berkunjung saat malam hari saja! Besok Gween memiliki janji dengan seseorang " ujar Gween jujur.
__ADS_1
" Seseorang? Siapa dia? " tanya Rose penasaran.
# Jangan lupa, Like, Comen, dan Vote. !