TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Perlawanan


__ADS_3

####SEBELUM BACA! JANGAN LUPA JEJAKNYA ###


.


🍂🍂


Di Nirwana...


" Ada apa denganmu suamiku? " Azoya menyapa Dewa Arthur, yang sepertinya saat ini sedang memikirkan sesuatu.


"Ada yang tidak benar... Putri kita akan di rebut oleh orang lain. " ujar Arthur ada guratan kekesalan di wajahnya.


" Apa? Di rebut.... Siapa yang akan merebut Putri kita ini? " Azoya mengernyitkan keningnya,


Arthur pun menatap lekat Azoya.


Manusia bumi itu,


Seseorang akan menikahinya.


" Aku sudah tau.. " ujar Azoya tersenyum .


" Sudah tau? Bagaimana bisa Dewiku ini mengetahui? " tatap Arthur tajam


"Tenanglah... Gween yang telah memberi tahuku."


" Kenapa Putriku tidak memberitahuku? " ujar Arthur cemburu

__ADS_1


" Bagaimana mau memberitahumu suamiku, kau sendiri tidak memiliki benda ini " Azoya mengangkat sebuah ponsel di hadapan Dewa Arthur.


Iya.. Arthur adalah tipe Dewa yang sangat cuek. Meskipun dunia kehidupan Dewa semakin maju, Arthur tidak punya sama sekali benda pipih yang ada di tangan Azoya, bukan ia tidak ingin memilikinya, Arthur tidak ingin bertukar berita pada siapapun, karena istrinya sendiri selalu berada di sampingnya dan juga anak-anaknya selalu datang berkunjung. Jadi untuk apa dia membutuhkan komunikasi dengan orang lain, semua orang bisa menemuinya secara langsung .


Azoya lalu membukakan isi Smarthphone nya, dan memberi tahu Arthur.


Arthur pun lalu meraih benda pipih tersebut.


Iya melihat, bahwa Gween telah memeberi tahu Azoya. Jika dia akan menikah.


Menikahi seorang Pangeran Mahkota di bumi.


" Tidak bisa di biarkan.. " Arthur tak bisa menerimanya, ia baru saja berjumpa dan masih sangat ingin menghabiskan waktu yang cukup banyak bersama Putri satu-satunya itu.


" Sayang... Tenangkan hatimu " ujar Azoya mengelus dada Suaminya


" Dewi... kau tau. Garis takdir Gween telah di tentukan di Nirwana" ujar Arthur tegas.


Iya, Azoya tentu mengetahui itu.


Seperti dirinya dan Arthur, garia takdir mereka telah tercatat.


Ke esokan harinya, di Kerajaan Thedors.


Gween di undang oleh Permaisuri untuk mengikuti pelatihan Seorang Putri Bangsawan.


Kehadirannya di tempat tersebut menejadi sorotan.

__ADS_1


Gween berjalan perlahan melewati beberapa orang, salah satunya adalah Putri dari Mentri Keuangan, Liana


" Hei.. Itu anak angkat Kediaman Dionne.. " ujar Salah satu temannya.


Liana menatap sosok Gween.


Dan seketika menghentikan langkahnya.


" Kau Putri ketiga yang akan menikahi Pangeran Helios itu bukan? "ujar Liana mempertanyakan dan sedikit sinis.


" Apa kalian ada keperluan terhadapku? " ujar Gween datar.


" Sombong sekali Putri ini,, Padahal dia hanya Putri angkat. Berani-beraninya bertanya seperti itu kepada Putri Sah dari seorang Mentri sekaligus Selir Pangeran Helios sendiri" ujar Salah Satu teman Liana


" Tidak masalah... Aku hanya ingin mempringatimu, dan menyadarkan posisimu yang sebenarnya. Meskipun kau seorang Permaisuri, tapi bagi Pangeran Helios, kau hanyalah pajangan. Jangan pernah besar kepala, dan bermimpi akan memiliki kebahagiaan bersamanya" ujar Selir Lianna tak suka.


Gween pun menyunggingkan senyumnya, dan menatap sinis kepada mereka.


Gween dengan percaya diri, melewati mereka begitu saja.


" Seorang Putri rendahan... Berani-beraninya kau melewatiku begitu saja! " Liana berteriak dan hendak menarik Lengan Gween.


Tapi di luar perencanaan. Gween mencekal balik tangan itu.


Gween merasa muak dengan orang yang ada di hadapannya saat ini, dengan ilmu bela dirinya, Gween memelintir tangan tersebut ke arah belakang.


___________

__ADS_1


# Jangan lupa, Like, comen, dan Votrnya.!


__ADS_2