TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Titik Terang!


__ADS_3

" Apa sebenarnya isi kepalamu ini heh? " sentil Pangeran Arthur.


" Apa? " Azoya tak mengerti sama sekali maksud suaminya itu.


Apa maksudnya, isi kepalaku ini apa?.


" Kau meragukan suamimu ini? " tatapan Arthur seolah menusuk dirinya.


" Jangan pernah menanam pikiran negative tentangku." Di usapnya perlahan wajah cantik yang cukup berantakan di depannya yang kini tak menggunakan cadar lagi.


"...." Azoya hanya diam berusaha mencerna ucapan yang Pangeran Arthur lontarkan.


" Sekarang coba ingat, Apakah aku membicarakan jika aku telah menikahi dirinya? " tanya Pangeran Arthur yang sekarang berubah serius menatap kedua manik mata yang memerah itu dengan sangat intens


Azoya tersadar, jika sebelumnya Pangeran Arthur tak pernah bilang jika Dia sudah menikahi Putri Anastasya.


" Jadi? " tanya Arthur kembali


Azoya hanya menggeleng pelan..


" Kemarilah..! " Arthur menuntun Permaisuri Azoya untuk duduk di pangkuan dirinya. Dan memeluk tubuh tersebut dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang. Azoya sempat tidak ingin mendekat dengan suaminya itu, tapi cengkraman tangan Pangeran Arthur begitu kuat menggenggamnya.


" Dia, memang Wanita yang di pilihkan Ibunda! Tapi kau harus ingat, tidak akan ada pernikahan " jelas Arthur lembut.


Tapi sayang, Azoya tak mempercayai ucapan tersebut. Emosi di hatinya kembali tak suka mendengar jika wanita tersebut wanita pilihan ibu Peemaisuri. Rasanya hatinya saat ini seperti di tusuk tusuk ribuan pisau. Sangat sakit


" Aku tidak akan percaya ! " ketus Azoya " Kau bilang kau hanya mencintaiku, hanya menyayangiku, tapi mengapa saat wanita itu memeluk lenganmu dengan sangat erat, kau membiarkannya. kau tak menolaknya?? dan lagi, jika kau tidak menyukainya lantas apa? Apa yang kau lakukan sehingga bisa berduaan di dalam kamar, bercanda sangat akrab dan berpelukan. Berati kau menerima kehadirannya bukan? " teriak Azoya, dan seketika air matanya luruh kembali, hatinya sangat sakit sekali saat ini. Entah mengapa perasaannya saat ini sangatlah sensitive, tidak Suka kepunyaannya di sentuh sentuh wanita lain. Boleh tidak sih dirinya egois? toh Pangeran Arthur memang benar sah suaminya. Jelas tidak salah, jika dirinya tidak terima hal yang menjadi miliknya di ganggu.


Maka wajar saja dirinya sangat marah.


Arthur yang mendengarkan curahan hati istrinya itu, menghela nafas sesaat.


" stttt....Dengarlah, Apa yang kau dengar dan Apa yang kau pikirkan, tidak seperti kenyataannya. !" Arthur tersenyum sembari mengelus lembut bibir merah mudah itu


Flashback on.


Putri Anastasya sosok putri yang di pilihkan ibu suri untuk menjadi pendamping, usianya sedikit lebih muda, dan hanya berpaut 2tahun dari Azoya, Sysy memiliki status yang special di dalam Kerajaan Timur, dimana dirinya sudah di anggab sebagai saudara sendiri oleh Pangeran Arthur, saat Arthur berusia 8 tahun, Arthur sudah menganggab Putri Anastasya adiknya. Pada saat usia Anastasya menginjak 1 bulan, ibu suri mengangkatnya menjadi anak, karena ibu yang melahirkan dirinya, sudah meninggal dunia, sementra Perdana mentri Kerajaan Timur mengizinkan keberadaannya dalam silsilah keluarga Kerajaan. Sifatnya memang manja dan sangat dekat dengan Pangeran. Selama ini Sysy telah menjalani pendidikannya sebagai seorang putri di Akademi Kerajaan selama beberapa tahun belakangan ini. Baru beberapa hari ini, ibu Suri memanggilnya untuk kembali ke istana, dan mendiskusikan perihal pendamping. Ibu Permaisuri, tidak ingin berjauhan dengan Sysy jika Sysy suatu saat nanti menikah, Ibu suri sangat menyayanginya, dan memutuskan memilih Pangeran Arthur sendiri untuk menikahinya.


Sembari menghela nafasnya dengan sangat berat.


Arthur tidak ingin menikahi siapapun, selain Permaisurinya .


Ketegasan dalam ucapannya, membuat ibu Permaisuri memundurkan niatnya.


Flashback off.


" Permaisuri, tentu aku tidak bisa menerimanya. kau tau? Aku tidak akan menyakitimu. Perihal Putri Anastasya berada di dalam kediamanku, ini adalah kesalapahaman! " Arthur tersenyum dan tersirat sebuah kejujuran di matanya


" Saat itu, sysy menghampiriku disini. Memintaku memperhatikan sebuah tarian dan dance apalah Aku juga kurang mengetahuinya. Dia bilang, saat di Akademi Kerajaan, tarian itu sangat populer, karena sebelumnya ada seorang Putri dari kerajaan yang dirinya sendiri lupa nama Kerajaannya. menampilkan tarian tersebut sangat spektakuker dan memukau banyak orang.!" ujar Arthur serius.

__ADS_1


Azoya sempat mengingat sesuatu, dan mengerutkan keningnnya, dirinya diam mencermati, dan memperhatikan mimik wajah Pangeran Arthur


" Hei..Aku hanya mencontohkan ucapan Putri Anastasya pada saat menceritakannya terhadapku, !" ucap Pangeran Arthur sembari mengibas. ngibaskan tangannya, Arthur merasa Azoya menatap dirinya seperti berlebihan.


" Heh, bocah itu telah berani mengerjaiku. " Arthur menghela nafasnya dengan sangat kasar. Dirinya sangat jengkel dengan Putri Anastasya.


Flasback on.


Ha ha ha....


Ha ha ha.


" Hahaha, Pangeran ekspresimu lucu sekali, bagaimana bisa aku melakukannya jika kau seperti itu" ujar Putri Anastasyah terkekeh melihat Pangeran Arthur melakukan gerakan Tarian yang tak seirama dengan wajahnya yang jengkel.


Iya, Putri Anastasya mempraktekan sebuah taian dance yang populer di Akademinya. Semua Putri Putri dari berbagai penjuru, sangat menyukai dan menikmati jenis tarian seperti itu. Seperti dirinya saat ini. Putri Anastsya mencoba menampilkan sebuah tarian. dan mengajak kakaknya Pangeran Arthur untuk menari bersamanya. Arthur sangat menolak dengan keras. Tapi bukan Sysy namanya kalo tidak memaksa Pangeran Arthur untuk bergerak. Tangannya ditarik, Arthur dengan sangat terpaksa mengikuti kemauan adiknya itu, dengan ekspresi wajah yang di tekuk, dan gerakan tubuh yang sangat kaku, Tangannya seperti tertarik dengan tubuh di paksa di berputar putar seperti gasing. Seketika Pangeran Arthur berteriak, karena tanpa sengaja kakinya terinjak oleh Putri Anastasya, " Akhh..Lakukanlah dengan benar, Aku yang akan menuntunmu " Suara yang sedikit tegas tapi telihat hangat, Arthur yang kini memutar tubuh Putri Anastasyah dan disini Arthur tidak memeluknya, hanya tangannya saja yang tergenggam.


" Bagaimana, bagus tidak ?" tanya Putri Anastasya sangat antusias


" hemm! " ujar Arthur datar


" Pangeran, kau tau. Aku ingin bertemu dengan penari aslinya. Sungguh aku sangat yakin pasti dia sosok putri yang sangat hebat dan berbakat. kalau tidak bagaimana mungkin tarian seperti itu bisa memukau semua orang " ujar Putri Anastasya lembut, dan mengungkapkan kekagumannya.


Arthur hanya merespon dengan senyuman , Adiknya ini benar benar sangat menyukai hal hal yang berbau seni..


Tiba-tiba saja pintu terbuka, Arthur sangat terkejut melihat sosok Permaisurinya datang menemji dirinya. Perasaan bahagia menarik dirinya untuk segera menghampiri.


Flashback off.


Apa katanya?


Tarian?


Azoya tentu tau tarian itu, jelas saja Putri yang di maksud adalah dirinya sendiri.


Terlepas dari hal tersebut.


Azoya mulai mencerna segalanya.


Jadi sedari tadi, dirinyalah yang salah paham, dengan mengira Pangeran Arthur sedang bermesraan di dalam kamar.


Azoya pun kembali mencerna, jika Arthur berbuat yang tidak tidak, bagaimana mungkin pintunya tidak di kunci? Seketika ada rasa lega di hatinya, tapi tetap saja, Azoya masih cemburu jika lengan suaminya di peluk oleh Putri Anastasya tadi, apa lagi Anastasya sendiri, sempat ingin ibu suri dekatkan menjadi pendamping untuk Pangeran . Hatinya saat ini masih sedikit tidak tenang.


" Ada apa? Aku tidak ingin kau meragukanku lagi.. " ujar Arthur sedikit tegas dan menarik tubuh itu untuk masuk dalam pelukannya.


Entahlah, Azoya sangat sensitive sekali kali ini. Perasaan ingin bertemu yang tinggi, berujung dengan dirinya berkunjung sendiri ke Kerajaan Timur hanya untuk menemui suaminya, Perasaan Sensitive dan rasa cemburu yang menggebu, membuat hatinya sesak nafas, rasanya ia tak tahan untuk tidak menumpahkan kesedihannya dan amarahnya.


Azoya sangat tidak mengerti dengan perubahan sifatnya akhir akhir ini.


Arthur perlahan menggoda Permaisurinya itu,. Tangannya kini mulai menembus sela sela pakaian yang di kenakan Permaisuri Azoya.

__ADS_1


" Percayalah. Cinta Arthur hanya untukmu ! " bisik Arthur perlahan


dan berhasil, membuat wajah Azoya merona. Dinding dinding amarah yang menggebu di hatinya, perlahan terkikis saat mendengar ungkapan tersebut.


" Maaf... " lirih Arthur sekali lagi.


Azoya tertegun memperhatikan manik mata yang tulus dari suaminya itu. Sudut bibirnya kini melengkung tipis, hatinya saat ini benar benar berusaha untuk luruh kembali.


Hembusan nafas semakin dekat menyapu wajahnya, Azoya merasakan perasaan yang hangat. Arthur mendekatkan keningnya dan mendekatkan kening mereka sehingga tidak ada jarak di antara Mereka, hanya deru nafas satu sama lain yang saling bersahut berhembusan.


" Aku mencintaimu... "


ucapan yang sangat luar biasa, menggema di telinganya, untuk sekali lagi Azoya tertegun.


Azoya tak berani berucap. dirinya sangat malu mengatakan apapun.


Arthur mengerti itu. Entah mengapa tanpa sadar bibir mereka kini sudah menyatu, dan saling berpagutan satu sama lain. Mereka hanyut dalam Ciiuaman yang cukup hangat, setelah beberapa saat ciuman tersebut terlepas, manik mata keduanya kini saling berpapasan, deru nafas yang tak teratur menyapu hangat wajah mereka berdua. Arthur menuntun tubuh Permaisurinya itu ke atas ranjang, dan merekapun melakukan penyatuan.


________


Setelah selesai menuntaskan hasrat satu sama lain,


Arthur beranjak dari sisi Ranjang, dia berdiri matanya kini menyapu menatap tubuh Permaisurinya itu. Dengan senyuman yang sedikit melengkung dari sudut wajahnya.


Permaisurinya itu tertidur pulas dengan balutan selimut yang cukup tebal menutupi tubuhnya yang polos.


Setelah pergulatan yang cukup panjang, menguras tenaga, dan menguras air mata, Azoya tak dapat menahan rasa lelah dan kantuknya,


Arthur memandangi wajah teduh Permaisurinya itu, dan mengecupp sekilas puncak kepala Azoya.


Dirinya saat ini telah menggunakan pakaiannya kembali.


Di luar Kediaman, Arthur melihat Pelayan setia Permaisuri, dan beberapa pengawal.


Matanya yang tegas, dingin bak elang, memandangi semuanya dengan seksama.


Pandangannya kini jatuh menatap Yuri Pelayan setia Permaisurinya itu.


". Kau tetaplah bersamanya ,, katakanlah jika Aku sedang menyelesailan beberapa pekerjaan di saat dia terbangun nanti " perintah Pangeran Arthur dengan nada yang sedikit tegas.


" Baik Pangeran " ujar Yuri tertunduk.


.


.


# Haii... udah ya jangan baper lagi ! hihi.... Terimakasih buat kalian yang selalu suport novel TPYJ ini.


Jangan pernah bosan untuk membacanya.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi...


Love u all... 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2