TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Episode 2" Tuan muda"


__ADS_3

Beberapa dokter dari tiap ahli bidang penyakit dalam, dokter umum semuanya berada di dalam sana untuk melakukan pemeriksaan.


Setelah beberapa saat, mereka semua keluar.


Kepala Dokter tersebut menghampiri Tuan Admaja dengan senyum mengembang.


" Selamat Tuan, Pasien telah sadar dan berhasil melewati masa kritisnya! Semua telah kembali normal, silahkan masuk Tuan untuk melihat kondisinya "


Tuan Admaja yang mendengar itu bernafas lega, ia pun segera masuk ke dalam, dengan beberapa Bodyguard yang menjaga di luar.


Matanya menatap sosok yang pada saat ini masih berbaring dengan bantuan pernafasan yang masih belum stabil.


" Bagaimana keadaanmu nak ?" tanya Tuan Admaja menatap lekat sosok laki-laki di hadapannya saat ini.


Di perkirakan olehnya masih berusia 19/20 tahunan.


" A-aku dimana " lirihnya pelan.


Laki-laki tersebut adalah Pangeran Avery sendiri. Ia menatap aneh ruangan yang ada di sekitarnya pada saat ini,


Sesekali dirinya sedikit meringis karena merasakan sakit yang teramat di kepalanya.


" Kau sedang berada di rumah sakit. Apa kau merasakan sesuatu ?" Tuan Admaja tau, Anak itu sedang meringis menahan sesuatu.


" Kepalaku sakit sekali" lirihnya pelan.


Tuan Admaja langsung menatap dokter yang bertugas , seraya memberi perintah !


Dokter yang melihat itu, dengan segera langsung memeriksa kembali kondisinya.


Setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan ulang.


Dokter kembali menjelaskan.


" Kondisi kepala Pasien sebelumnya mengalami benturan yang sangat keras. Tentu rasa sakit itu masih ada, tapi kami telah menyuntikan beberapa cairan penahan sakit. Sebentar lagi sakitnya akan menghilang. Jangan khawatir ! Sangat wajar jika kepala merespon hal tersebut."


" Tapi..." ucapan dokter tersebut menggantung, membuat Tuan Admaja menjadi sedikit khawatir.


Dokter tersebut dengan hati-hati menjelaskan sesuatu kepada Tuan Admaja dan sedikit menjauh dari Pangeran Avery.

__ADS_1


Tuan Admaja pun mengerti, mereka pun kembali menghampirinya.


" Nak, boleh saya tau apa kau mengingat sesuatu dan siapa namamu ?" tanya Tuan Admaja perlahan.


Tapi, saat hendak membuka kembali suaranya.


Laki-laki itu sedikit tercekat, ia tak ingat sama sekali siapa dirinya.


" A-Aku..." Ucapannya tertahan seraya berusaha mengingat kembali siapa dirinya


Tapi, mustahil satu ingatanpun tak dapat ia dapatkan.


" Aku tak ingat...." gelengnya pelan merasa tersiksa dengan kepalanya sendiri, rasa sakit itu kembali muncul.


" Argh...." Ia pun meringis menahan sakit.


" Jangan di paksakan nak " ujar Tuan Admaja panik.


" Dokter..." Tuan Admaja melirik Dokter tersebut, dan Dokter tersebut terpaksa menyuntikan obat penenang untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.


Perlahan ia tertidur.


" Maaf tuan, sepertinya kondiisi ingatan pasien sangat serius. Sebisa mungkin agar menjaga pikirannya untuk tetap tenang. Jika tidak, akan sangat bahaya bagi nyawanya. Syaraf di kepalanya akan semakin membuat pembuluh darahnya mengencang, jika itu terjadi ia akan pecah. Dan mengalami kehilangan ingatan permanen, atau bisa juga menyebabkan kematian " Seketika Tuan Admaja menjadi sangat khawatir setelah mendengar penjelasan dokter ilham tersebut.


1 tahun telah berlalu.


" Tuan muda mau kemana ?" Tanya Pak Gun , sedikit berlari menghampiri seorang laki-laki yang sedang menuruni anak tangga tersebut, dengan tampilan casualnya dengan pesona yang sangat memikat semua orang.


Beberapa pelayan-pelayan muda yang bekerja di kediaman mewah tersebut sungguh terpesona melihat ketampanan yang begitu tiada tanding di dalam kediaman besar terdebut.


Ketampanan yang begitu melebihi apapun, putih bersinar bak Dewa turun dari kahyangan.


Mereka tak menyangka, sosok tersebut begitu sangat mirip dengan kharisma Tuan Admaja sendiri.Tapi Tuan muda ini sangat lah lebih berkharisma lagi.


" Oh Pangeranku..." gumam Salah satu pelayan muda yang bekerja di sana tanpa sadar.


" Hush, sadarlah... Jika terdengar Tuan Admaja kita bisa terancam. Kita ini hanya pelayan " bisik pelayan yang satunya lagi.


" Apa yang salah, aku hanya mengagumi Tuan muda. Siapa suruh ketampannanya melebihi di atas rata-rata"ungkap jujur pelayan tersebut sungguh terpesona.

__ADS_1


" Kau benar, Tuan muda memang begitu sangat tampan sekali. Ia seperti berlian yang begitu lama tersimpan. Siapa sangka ya, Tuan Admaja ternyata memiliki seorang cucu setampan ini " timpal pelayan yang satunya lagi.


" Iya, rumah yang sebesar ini jadi tidak membosankan lagi, kehadiran Tuan muda telah memberikan warnanya sendiri " Semua pelayan lainnya yang telah lama mengabdi dan setia kepada Tuan Admaja pun mengangguk setuju.


Pasalnya, setelah kepergian Nona majikan mereka dulu. Rumah besar ini, sangatlah sepi tak berpenghuni. Tuan Admaja selalu sibuk dengan pekerjaannya seorang diri.


Mereka semua mengetahui jika, Tuan Muda tersebut di akui sebagai cucu satu-satunya Tuan Admaja. Bagaimana latar belakangnya, semua orang jelas tidak mengetahui hal tersebut. Karena Tuan Admaja sendiri telah memanipulasi dan menutupi latar belakangnya rapat-rapat tanpa ada satupun yang mengetahui.


" Ada apa Paman ?"


Pak Gun yang mendengar Tuan muda memanggilnya dengan sebutan Paman, berkeringat dingin.


" Ja-jangan seperti itu Tuan, saya hanyalah pelayan. Tidak pantas di panggil seperti itu. " Tunduk Pak Gun merasa tak enak, pasalnya selama ini dirinya selalu di panggil paman oleh Tuan Mudanya ini.


Tapi, ia hanya tersenyum, dan senyum itu berhasil membuat semua pelayan muda meleleh saat melihatnya.


" Tapi aku tak bisa memanggil hal lainnya, kau lebih tua dariku " ucapan itu berhasil membuat pak gun bungkam, selalu tak bisa menjawab orang yang ada di hadapannya saat ini.


Bukan ia tak suka, tapi diirnya takut jika Tuan Admaja mendengarnya. Karena statusnya di rumah ini sangatlah rendah meskipun dirinya adalah kepala pelayan. Itu tak membuat Pak Gun besar kepala.


Pria Paruh bayah itu sudah lama mengabdi di rumah ini, ia sangat menghormati Tuan muda yang begitu berharga bagi Tuan Admaja.


Pak Gun menghela nafas pasrah.


" Tuan, Tuan besar mengatakan hari ini akan di adakan pertemuan besar. Pesan Tuan besar, untuk segera memberi tahu Tuan Muda agar segera pergi kesana. Di harapkan Tuan muda mengosongkan kegiatannya hari ini"


Jelas Pak Gun, sembari menunduk.


" Hem , Baiklah..."


Beberapa Pelayan dengan sigab melayani perlengkapannya.


Entah mungkin karena telah terbiasa mendapatkan pelayanan seperti itu, dirinya tak merasa risih sama sekali saat banyak orang melayaninya.


Ada perasaan sedikit akrab yang di rasakan olehnya, tapi ia sama sekali tak mengingat kebiasaan akrab mendapatkan pelayanam seperti itu dimana.


Setelah penampilannya kembali di ubah, Sosoknya berhasil menjadi Laki-laki yang sangat tampan maksimal , dengan setelah jas Putih, dan sepatu pantopel hitam mengkilat, di lengkapi dengan kacamata coklat keemasan , membuatnya begitu sangat tampan.


Sebuah mobil mewah merek ternama sebuah perusahan, kini telah terparkir di halaman rumah besar tersebut.

__ADS_1


Mobil merek Buggati Divo yang terkenal dengan harga yang begitu fantastis. Meski bukan yang termahal, tapi kesan mewahnya, berhasil membuat semua orang melongo takjub.


_____


__ADS_2