TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
BERCAK DARAH !


__ADS_3

WARNING 🔞 + !!!


.


Harap bijak membaca.


__________________________________________


Arthur menghampiri Azoya yang saat ini sedang memejamkan matanya.


" Hem.. sepertinya kau sedang menikmati mandimu ini " bisik Arthur pelan di telinga Azoya


Hembusan nafas itupun, menyapu hangat di wajahnya.


Seketika saja, mata yang terpejam pun kini terbuka sangat lebar.


Azoya membelalakam matanya, sungguh ia terkejut bukan main.


" Argghhhh.... Apa yang kau lakukan disini ?" teriak histeris Azoya , ia pun spontan menutupi seluruh tubuhnya, yang kini sangat polos dengan kedua tangannya . dengan wajah yang memerah menahan rasa marah yang teramat


" Kau ! Kau ! Kau ! Dasar Pangeran Cabul, Mesum !! " umpatnya kesal, Azoya langsung berdiri dari tempat pemandiannya, iapun hendak melangkahkan kakinya ke luar bak pemandian, dengan amarah yang memuncak, sungguh ia sangat tak terima dirinya satu pemandian dengan orang lain.


Arthur yang melihat itu masih sangat santai menanggapinya. dengan tersenyum simpul


Tiba tiba saja, kaki Azoya terpeleset, saat hendak memijak lantai, yang ternyata sangat licin.


Byurrrrr


ia pun nyebur kembali ke dalam bak pemandian,


dan jatuh tepat di atas tubuh kekar Arthur, yang saat ini sedang ter ekpos sangat jelas.


menampilkan otot otot kekarnya.


Azoya menatap hal tersebut, membelalakan matanya, untuk sesaat ia terbuai.


tanpa sadar tangannya refleks menyentuh bagian bagian otot yang membentuk kotak kotak tersebut.


" Se..seperti inikah rasanya menyentuh langsung " gumam Azoya dalam hati, pasalnya selama ini di dunia sebelumnya ia selalu melihat Pria Pria yang ber otot , gagah, dan luar biasa, tidak pernah menyentuh, kadang ia sering melihatnya di sebuah majalah cover cowok cowok. ia penasaran kenapa semua orang tergila gila akan hal tersebut. dan sangat lebay. Sepertinya kini dirinya sedang menjilat ludahnya sendiri.


Arthur yang saat ini sedang memperhatikan, gerak gerik yang di lakukan Azoya di tubuhnya tersebut, kini dirinya semakim gelisah.


" Apa kau sedang menggodaku ?" lirih Arthur pelan


" A..apa ? hah ! " Azoya tersadar dan langsung menarik kembali tangannya , "Ti tidak, si siapa juga yang menggodamu " elaknya, dengan wajah yang menahan malu.


" Bodohh.. bodoh bodoh " Azoya merutuki kebodohan dirinya dalam hati. Bisa bisanya ia terhipnotis dengan tubuh kekar seperti itu .


Tanpa Azoya sadari, kini tubuhnya berada dalam dekapan Pangeran Arthur.


Dengan cepat Arthur melingkarkan tangannya ke pinggul, Azoya yang merasa ada tangan melingkar di arah pinggulnya,


Sontak, memundurkan tubuhnya ke belakang.


Akan tetapi, gerakannya terhenti, saat satu tangan lagi mendekap tubuhnya. dan menyandarkannya ke dinding dinding bak pemandian. Alhasil Azoya terkunci dalam dekapan Arthur, yang saat ini menghimpit dirinya.


Azoya syok bukan main, ia pun memukul mukul kuat dada bidang Arthur, saat kakinya hendak menendang, ia baru tersadar kembali, bahwa tubuhnya polos tak memakai apapun.


dan alhasil bersentuhan langsung dengan kulit tubuh milik Arthur. terutama sesuatu yang ada di bawahnya, yang tiba tiba saja berdiri tegak.


Arthur yang merasakan gesekan gesekan terus menerus dari Azoya, sungguh membuat dirinya menegang.


Sejujurnya ia, sudah mati matian menahan nafsunya itu, niat hati ingin menggoda saja, malah dirinya tergoda .


" Apa yang kau lakukan , diamlah !" lirihnya berat, tak kuat menahan lagi.


Pasalnya kini sesuatu yang ada di bawah sana kini sudah begitu keras, ia berdiri tegak, tetapi bukan keadilan. ( Author sering dengar orang bilang gitu


😂😂 ) .


Azoya membelalakan matanya, ia syok kembali. Kini dirinya merinding merasakan sesuatu yang menurutnya masih tabu.


" Lepaskan Pangeran ! ..Kau itu Mesum " teriaknya ketakutan, takut di lahap oleh orang yang ada di depannya kini


" Kenapa aku harus melepaskanmu hem ? Mesum dengan Permaisuri sendiri adalah kebaikan, kau itu adalah Permaisuriku !" ucap Pangeran Arthur, dan berhasil membuat Azoya memblalakan matanya kembali.


" A...apa.! ja jadi kau kau Pangeran Mahkota Ke Kerajaan Timur ?" ucap Azoya ter bata bata, dan sungguh untuk kali ini ia sangat terkejut, rasanya ia mau pingsan saja.


" hem, iya aku Suamimu sekarang, kau sudah puas mendengarnya..!" jawab Arthur penuh penekanan, dan menggoda kembali.


membuat Azoya mati kutu dan tak bisa berkutik lagi.


" Dan atas dasar apa aku harus melepaskanmu hem ?" Arthur mendekatkan wajahnya ke samping, ia menghembuskan nafasnya pelan ke arah telinga, ia sentuh perlahan dan sangat lembut dengan mulutnya.


Blushhhh

__ADS_1


Seketika saja, wajah Azoya kini berubah merah padam.


" he hentikan !" sungguh Azoya tidak tahan. ia seperti di sengat aliran listrik kembali. Ada sensasi geli yang ia rasakan.


Arthur menarik kembali wajahnya.


dan ia menghela nafasnya berat.


Perlahan ia lepaskan Azoya dari kungkungan tangannya.


dan menarik dirinya,


Azoya yang melihat hal tersebutpun lega, dan hendak beranjak dari pemandian tersebut


Seketika saja, Azoya tertarik kembali. dan kini tubuhnya di dekap kembali Pangeran Arthur dengan posisi membelakangi tubuhnya.


Azoya merasakan kulit tubuhnya kini meremang, tak kuasa menahan sensasi sensasi hembusan hembusan nafas yang di sebab kan oleh Arthur..


Yang saat ini sedang menciumi Aroma tubuhnya.


" Kau.. kau.. mau apa ?" ucap Azoya gugub, dan menarik kembali tubuhnya yang berada dalam dekapan Pangeran Arthur, Kini dirinya perlahan mundur, menghindari dari tatapan tatapan mata Arthur, yang saat ini mungkin sudah tak dapat mengontrol birahinya.


" Kenapa bisa aku tak mengetahui, kalo Pangeran cabul itu adalah dia ! siall.." Umpat Azoya kesal dalam hati " ini sama saja .meyerahkan tubuhku ke kandang macan " Rasanya ia mau kabur saja saat ini,


Perlahan Arthur berjalan mendekati Azoya kembali, semakin dekat semakin kekeuh pula Azoya untuk memundurkan tubuhnya.


Azoya kini merasa tubuhnya benar benar kedinginan, sudah tidak tahan lagi. ia ingin secepatnya bisa keluar dari dalam pemandian ini.


Arthur yang merasa bibir Azoya memucat ,dan dengan tubuh yang gemetar menahan dingin.


ia pun menghela nafasnya berat, lalu dengan cepat, ia langsung meraih tubuh polos Azoya, untuk masuk dalam dekapannya.


Azoya yang reflek tak sadar atas pergerakan cepat Arthur, tertarik seperti mahgnet menempel ke arah tubuhny.


Dengan sigab, Arthur langsung membopong tubuh polos Azoya tersebut .


"Arghhh.. turunkan aku !" Azoya kaget bukan kepalang, saat dirinya di angkat .


" Diamlah.." ujar Arthur datar


" Kau mau bawa aku kemana ? aku bisa jalan sendiri , turunkan aku Pangeran , kau itu mesum. mesum !!" teriak Azoya, sambil menutupi tubuhnya yang polos


Arthur yang mendengar umpatan umpatan yang terus menerus keluar dari mulut Azoya, yang selalu mengatakan dirinya mesum, geram.


" Untuk apa kau tutupi, aku sudah melihat semuanya !"


ia melenggang keluar dari bak pemandian, dan berjalan mengarah ke tempat tidur.


Azoya yang merasa posisinya kini sedang terancam, ia pun menggigit lengan Pangeran Arthur dengan sangat kuat.


" Argh... shit !" gendongan pun terlepas. ia merasakan tangannya ngilu, dan dengan cepat Azoya berlari menjauh dari jangkauan Arthur.


Arthurpun mengejar kembali Azoya yang saat ini berlari menghindari dirinya.


Tanpa sadar mata Azoya menatap ke arah bawah Pangeran Arthur


" Arghhhhh. .be..besar, itu u ular !!" teriak Azoya sambil menutup kedua mata dengan tangannya


" hiks... hiks... mataku telah ternodai !" kesal Azoya tak terima.


Arthur yang melihat tingkah konyol Azoya, merasa sangat gemas.


Dan Ia menahan salivanya, saat melihat gundukan kembar milik Azoya, yang lumayan besar kini terekpos sangat jelas di depan matanya


Dengan langkah lebar, Arthur kini mendapatkan kembali tubuh polos Azoya, lalu menghempaskannya ke ranjang, bersamaan dengan tubuh dirinya.


Di tindihnya tubuh itu, tatapan mata mereka saling beradu, helaan demi helaan nafas pun terdengar untuk satu sama lain.


Tanpa dapat menahan lagi,


" Cup. !" Arthur pun mendaratkan ciumannya ke bibir merah muda itu. Dengan perlahan lahan , ia lummat habis bibir mungil tersebut, semakin dalam, ia terus mencummbui bibir itu, memasukan lidahnya , semakin dalam, dan semakin menggairahkan.


Azoya yang spontan menerima ciuman dadakan tersebut, terus memukul mukul dada bidang dan punggung Arthur. lama kelamaan, dirinya yang tadi sempat melakukan perlawanan dan menolak, kini terbawah susana, hanyut ke dalam permainan bibir yang sedang ia dan Arthur lakukan, Azoya pun perlahan menikmatinya


Suara decapan decapan pun, kini menggema memenuhi ruangan tersebut, Arthur melepaskan pangutannya, ia menatap sekilas wajah Permaisuriny Itu, lalu beralih, menciumi leher jenjangnya, menyesapnya dan menghembuskan nafasnya, ia kecup dan sesap dalam dalam kulit putih itu, hingga menimbulkan bekas kemerahan


" Ughh.. " Azoya tak kuasa menahan.


Lenguhan itu seketika lolos begitu saja dari mulutnya


Arthur yang mendengar itu, merasa Permaisurinya kini sedang menikmati permainannya, membuat dirinya pun semakin bersemangat.


ia pun meneruskan , dan mencumbu kembali.


Bibirnya kini turun ke bawah. menenggelamkan wajahnya di sebuah gundukan kembar yang sangat kenyal dengan ukuran yang lumayan menurutnya. semakin membuat birahinya memuncak, Pangeran Arthur bangkit. lalu tanpa aba aba, ia ******* habis gundukan tersebut, dan memainkan lidahnya, terus menerus menyesap gundukan tersebut dengan rakus, desahan demi desahan kini semakin terdengar.

__ADS_1


Entah mengapa, tanpa sadar kini Azoya menikmati setiap sentuhan sentuhan yang di berikan Arthur terhadap dirinya, tubuhnya sangat menantikan lebih dari sentuhan sentuhannya itu.


Saat ini, Arthur sedang menikmati, dan menghujami area sensitive milik Azoya,


Sontak saja Azoya menggelinjang hebat, merasakan sensasi geli yang luar biasa. Arthur terus menghisap habis bagian tersebut.


ia tak henti hentinya melenguh atas rasa nikmat yang luar biasa itu,


Setelah di rasa cukup, kini mereka malakukan penyatuan, malam panjang kini mereka lalui, tak henti hentinya mereka melakukan penyatuan tersebut. Entah sudah ke berapa kalinya,


Arthur terus memasukan miliknya, dan terus memompa pergerakannya, semakin cepat dan semakin cepat.


dan saat mencapai puncaknya, Arthur pun terkulai lemas menindih tubuh Azoya, Azoya yang kelelahan, menghadapi permainan yang Arthur berikan pada dirinya, kini Azoya pun terlelap, dalam dekapan Pangeran Arthur, yang saat itu masih terjaga, ia kecup lembut kening Permaisurinya itu. ia mencabut kembali miliknya yang masih berada di sana, lalu beralih menatap bercak darah merah segar yang masih sedikit mengalir.


" Terimakasih..!" ucap Pangeran Arthur merasa bahagia, bahwa dirinya lah yang pertama kali menjamah tubuh indahnya itu.


Akhirnya dengan perlahan, Pangeran Arthur pun ikut terlelap di samping Permaisuri Azoya


Malam panjangpun telah mereka lalui..


dan berakhir dengan mimpi yang sangat indah.


Ke esokan harinya


Azoya terbangun dari tidurnya.


Rasanya tubuhnya kini terasa remuk semua.


" Apa ini...?" ia rasakan kembali benda berat yang melingkar dari arah perut, sebuah tangan kekar yang melingkar, memeluk erat tubuhnya.


Azoya pun dengan perlahan membalikan tubuhnya ke arah belakang.


Sesaat ia. mengingat kembali kejadian yang terjadi tadi malam...


Sungguh Azoya langsung memebelalakan matanya.


" Ba..bagaiman bisa aku menikmatinya !" gumamnya pelan menahan rasa malu yang teramat.


Azoya pun segera beranjak, dengan perlahan ia lepaskan tangan kekar itu yang mendekap tubuhnya.


" Ukh... sa sakit sekali !" Rintihnya perlahan, menahan sakit di area sensitivenya.


Dengan tertatih, Azoya berusaha ingin berdiri, seketik saja tangan kekar itu langsung menggenggam pergelangan tangannya.


" Kau mau ke mana ?" ucap Arthur dengan suara beratnya


Di tariknya tangan itu, dan membuat Azoya kembali terhuyung ke belakang.


menabrak dada bidang Arthur, yang terekspos.


Wajahnya kini kembali memerah.


Saat kedua mata kini saling berhadapan.


" A..aku..!" ucap Azoya gugub


" Cup... " tanpa aba aba Arthur kembali mengecup bibir merah muda itu sekilas


dan bangun dari posisi tidurnya.


dengan segera, ia mengangkat tubuh Azoya


" Hah...! Le lepaskan aku !" Azoya berontak, saat ini wajahnya benar benar malu, pasalnya mereka saat ini polos tak menggunakan sehelai benang apapun...


Arthur memasukan Azoya dan juga tubuhnya ke dalam bak pemandian, saat ini mereka melakukan ritual mandi bersama, dalam artian mandi sebenarnya.


Aula Besar Kediaman Istana Timur.


Saat ini Pangeran Arthur sedang melakukan tugasnya sebagai Pangeran Mahkota.


" Hormat hamba Pangeran " sapa seorang Prajurit kerajaan.


" Bagaimana , apakah sudah ada perkembangan di perbatasan ?" tegas Arthur


" Sampai saat ini, belum Pangeran, kita kekurangan pasokan makanan dan pengobatan. Prajurit yang ada di perbatasan banyak mengalami pengguguran, dan bahkan ada yang terluka parah, persediaan makanan kita juga semakin menipis !"


" Apa !!! Bagaimana bisa seperti ini ? Siapkan persiapan , kita akan berangkat " titah Arthur dengan suara yang tegas


" Baik Pangeran " Prajurit pun bergegas meninggalkan Pangeran Arthur yang kini sedang memikirkan sesuatu.


.


#


Jangan lupa TINGGALKAN JEJAK >>> LIKE, COMEN, DAN VOTE SEBANYAK BANYAK ya !

__ADS_1


TERIMAKASIH !


__ADS_2