
Acara kompetisi memasak kini telah usai.
Yang hanya menyisahkan raut kebahagian bagi Keluarga Kerajaan.
Azoya sungguh tidak menyangka, makanan yang berasal dari dunia modern yang notabennya sangat menjamur di mana mana, sungguh di sambut sangat atusias oleh mereka semua yang berada disini.
" Wah, ini enak sekali "
" iya , ini sangat lezat"
" Teh dinginnya juga segar !"
" hei, itu Es teh manis, bukan Teh dingin "
" iya maksudku juga begitu !"
Semua orang di Kerajaan berceloteh mengomentari masakan Putri Azoya yang sangat menakjubkan bagi mereka. Tak hanya itu, semua orang kini memuji muji masakannya.
" Raja, ternyata putrimu pandai memasak !" lirih Perdana Mentri Fexui pelan. Di sebuah meja makan,
" Seorang Putri memang harus banyak pandainya !" ujar Raja Zhen sombong mengagumi kemampuan anaknya itu, sembari menyantap hidangan yang ada di depannya.
" Tapi Raja ! Tidak hanya Raja saja Ayah dari Putri Azoya, Dia juga putri dari Kaisar Arlong !" bisik Perdana Mentri fexui
Sontak saja , Raja Zhen tersedak makanannya sendiri,
" uhukk uhuk..." Raja Zhen menatap tajam ke arah Perdana Mentri Fexui.
" Ma maaf Raja, hamba tidak bermaksud mengatakannya " ujar Perdana mentri menciut, takut takut.
Sejenak Raja Zhen terdiam .
" Cepat atau lambat, Putri Azoya harus mengetahui hal ini, demi keselamatan Kerajaan Atas, Dia adalah Putri Kerajaan Awan "
" Kerajaan Awan membutuhkannya !" ujar Raja Zhen, sambil menghela nafasnya berat.
Di sisi lain,
Mereka semua kebagian menikmati hasil masakan dari Putri Irish Azoya, dan juga masakan dari Putri Edura, meskipun dirinya telah di nyatakan kalah, makananannya pun juga terbilang enak.
Di balik itu semua.
Di antara mereka, juga ada yang tidak mendapat bagian dari makanannya, dan kesempatan untuk menyicipi hasil masakan dari Putri Azoya, mereka mengalah dengan keluarga kerajaan dan juga petinggi petinggi lainnya. Iya mereka semua adalah rakyat Kerajaan Naga, mereka hanya bisa menelan ludah saja saat menyaksikan semuanya. Karena keterbatasan Menu yang tidak banyak. Mengingat ada banyak bahkan ribuan Tamu yang hadir. Azoya tidaklah sehebat itu dalam menyajikan menu itu sendirian. Dia butuh patner.
Setelah santap menyantap telah usai.
Azoya mengajukan permintaan kepada Ayahanda Kaisar Arlong.
Bahwa dirinya akan mendirikan sebuah Restoran. dan Menu utama dari masakannya adalah, Bakso dan Pizza.
Seperti menu yang telah ia buat hari ini.
__ADS_1
Azoya ingin semua orang bisa menikmatinya, tidak hanya di Pesta Besar Kerajaan saja, akan tetapi Azoya menginginkan semua orang di seluruh Kekaisaran bahkan Rakyat dari kalangan mana saja, bisa leluasa menikmatinya.
Azoya mengangkat Yuri dan An feng sebagai Patner kepercayaannya.
Beberapa saat berlalu, setelah Kompetisi memasak !
Tibalah sudah untuk Kedua putri menghadapi Kompetisi yang kedua.
Tap tap tap
Di lorong istana, Azoya keluar dari sebuah Ruangan. Dengan tergesa gesa.
" Permaisuri.." Panggil Pangeran Arthur
Seketika saja tubuh Azoya terpaku, saat melihat Pangeran Arthur mulai mendekatinya.
" A apa dia mencurigaiku !" gumam Azoya dalan hati was was.
Azoyapun menghentikan langkahnya,
" Apa yang Permaisuriku lakukan disini ?" tanya Pangeran Arthur penuh selidik
" Hah. A aku ?" Azoya bingung mau memberi jawaban seperti apa.
" Sepertinya, Permaisuriku ini sangat sibuk sekali. Apa Permaisuri tidak memperhatikanku lagi ?" ujar Pangeran Arthur sedikit kesal dengan wajah masamnya, karena dirinya sempat sangat terabaikan.
" Pangeran aku..." belum sempat Azoya berbicara, tubuhnya kini di rengkuh langsung oleh Pangeran Arthur, dengan posisi tubuh membelakanginya.
Hembusan nafas Pangeran Arthur di balik ceruk leher Putri Azoya, kian menyisir tubuh belakangnya. Sapuan nafas yang begitu hangat , membuat tubuh Azoya merinding di buatnya.
" Hemm..."
Arthur hanya berdehem , ia tetap menikmati aroma tubuh dari Permaisurinya itu.
Di peluknya erat tubuh ramping itu,
Azoya yang merasa posisi mereka kini tidaklah benar aman.
Azoya menarik diri dari Pangeran Arthur.
Tapi tertahan.
" Pangeran, hentikan ini, nanti ada yang memperhatikan kita di tempat umum seperti ini " ujar Azoya berusaha melonggarkan dekapannya.
Dengan perlahan Arthur melepaskan pelukan itu.
Wajahnya sangat kesal, karena Azoya terus berontak di peluk dirinya
" ya yaampun, kenapa wajah Pangeran bisa lucu seperti ini " gumam Azoya tanpa sadar memperhatikan raut wajah Pangeran Arthur , yang menurutnya sangat imut saat sedang kesal.
Dengan perasaan kesalnya, Pangeran Arthur hendak meninggalkan Azoya sendirian di sana.
__ADS_1
" Jangan pergi, " lirih Azoya pelan, dan menarik kecil belakang jubah panjang milik pangeran Arthur.
Arthur yang mendengar itu, menghentika.langkahnya.
dengan tidak bersuara sama sekali
" Maaf.." Azoya memberanikan diri memeluk Pangeran Arthur dari arah belakang. Dirinya merasa bersalah.
Arthur membalikan tubuhnya dengan menghadap Putri Azoya.
Di tatapnya kedua manik mata itu dengan sangat dalam.
" Aku menginginkanmu !" lirih nafas berat itu menyapu sempurna tepat di wajah Azoya.
Membuat Azoya salah tingkah, semburat merahpun terpancar jelas di wajahnya, Azoya sangat gugub.Jantungnya kini Deg deg kan,
" hem, i itu,,, " ( sungguh Azoya bingung harus bagaimana, untuk menanggapi ucapan dari Pangeran Arthur, pasalnya orang itu sedang sangat kesal karena merasa terabaikan oleh dirinya, dan Azoya sedang berusaha tidak ingin mengecewakannya )
" iya, tapi Pangeran tidak untuk saat ini, aku harus menyelesaikan kompetisi ini terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan bersamamu " lirih Azoya pelan menjelaskan.
" Aku berjanji !" ujar Azoya meyakinkan.
Pangeran Arthur menghela nafasnya pelan, berusaha mempercayai. Tangannya kini bergerak membelai lembut wajah Permaisurinya itu pelan.
Jarak wajah dari keduanya itu sangatlah dekat.
" Baiklah, aku mempercayaimu ! " Deru nafas itu menyapu wajah Azoya kembali.
Arthur menyingkap cadar itu seaaat, dan dengan cepat mendaratkan sebuah ciuman di sana.
Sontak saja , Azoya merasakan panas di sekitar wajahnya, wajahnya kini memerah.
Beberapa saat, Ciumanpun terlepas.
Manik mata dari keduanyapun saling memandang. Nafas mereka saling menderu satu sama lain.
" Bentuk penyemangat dariku !" lirih Pangeran Arrhur pelan menyapu telinganya.
Dan lagi, Azoya di buat salah tingkah kembali.
.
#
Author sangat butuh dukungan dari kalian, untuk Novel Tuan Putri Yang Jelek ini !
Karena , Rangking Vote dari TPYJ ini merosot banget !
Jangan lupa tetap dukung terus Karya Author ya !
Dengan Vote novel ini sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Yang sudah ngasih Poin dan Koin nya.
Author ucapkan Terimakasih banyak atas Tip ny !