Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 100


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Vino mendadak penasaran dengan kata-kata Tomi.


"Ups ... kau belum tahu rupanya? Baiklah, sepertinya aku akan bercerita lagi untukmu." Tomi menyunggingkan senyum di bibirnya.


Tomi pun menceritakan kejadian 20 tahun yang lalu yang menerpa keluarga Adyatama.


Flashback on ...


Tomi dan Noah menjalin kerja sama, mereka terlibat proyek besar dan sering menghabiskan waktu bersama. Suatu hari Noah mengundang Tomi datang ke rumahnya untuk makan malam, disanalah pertama kalinya Tomi bertemu Vivi ... istri Noah.


Tanpa di duga, Tomi jatuh hati kepada kecantikan Vivi. Sejak saat itu Tomi sering bertandang ke kediaman Adyatama dengan alasan kerjaan, bahkan dia pernah beberapa kali pura-pura membelikan Vino dan Venus mainan.


Tak cukup sampai disitu, ternyata rasa suka Tomi berubah menjadi cinta kepada Vivi, akal sehat Tomi tak lagi bekerja. Dia memutuskan datang ke rumah Vivi saat Noah sedang bekerja, dan dengan tidak tahu malunya menyatakan perasaannya kepada Vivi. Tentu saja Vivi menolak cintanya, dan membuat Tomi sakit hati.


Tomi yang tak terima dengan penolakan Vivi merencanakan untuk menculik Venus agar Vivi mau datang menemuinya, saat itu Tomi meminta seorang wanita gelandangan yang tak sengaja dia temukan di jalan untuk membantu aksinya. Tomi berjanji akan memberikan uang 100 juta jika wanita itu mau bersekongkol dengannya. Mendengar uang yang dijanjikan, wanita gelandangan itu tanpa fikir panjang menyetujui permintaan Tomi.


Tomi memberikan wanita itu uang muka untuk mengubah penampilannya dan membeli beberapa pakaian. Tomi juga memberikan ponsel kepada wanita itu agar dia mudah menghubungi wanita itu.


Sampailah wanita itu di depan rumah Vivi dan memelas memohon pekerjaan agar bisa menyambung hidup, awalnya Vivi ragu karena tak mengenal wanita itu, tapi karena kasihan dan tak tega, akhirnya Vivi mengizinkan wanita itu bekerja di rumahnya sebagai pengasuh Venus yang baru berusia 1 tahun.


Sudah lima hari wanita itu bekerja dan semua masih terlihat baik-baik saja, sampai di hari keenam, mendadak Vino muntah-muntah, karena panik Vivi segera melarikan putranya itu ke rumah sakit, sementara Noah masih di kantor. Saat itulah Venus dibawa kabur oleh wanita itu. Tanpa Vivi ketahui, wanita itulah yang sengaja memberikan Vino banyak sekali makan sampai akhirnya bocah itu kekenyangan dan muntah-muntah.


Mengetahui putrinya hilang diculik, Vivi histeris dan syok berat. Noah segera melapor ke polisi dan mencari Venus beserta pengasuh itu, tapi mereka hilang bak ditelan bumi. Keesokan harinya, Tomi menghubungi Vivi dan mengatakan jika ingin Venus selamat, datang ke villa X tanpa siapa pun. Tanpa fikir panjang, Vivi yang kalut segera pergi ke villa yang di maksud tanpa sepengetahuan Noah atau siapapun, bahkan dia meninggalkan Vino di rumah.


Dipertengahan jalan, mobil yang dikendarai Vivi berpapasan dengan mobil Noah. Karena curiga melihat Vivi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Noah pun mengikuti istrinya itu.


Sesampainya di villa yang dimaksud, Vivi segera masuk dan Noah juga mengikuti langkah istrinya itu. Di dalam ternyata Tomi sudah menunggu Vivi, dia segera memeluk wanita itu dan berusaha memperkosanya. Noah yang melihat adegan itu segera memukul Tomi dan terjadilah perkelahian sengit antara mereka. Tomi yang sudah kesetanan mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Noah, melihat suaminya terancam, Vivi segera berlari dan berdiri di hadapan Noah. Dan peluru yang ditembakan Tomi menembus jantung Vivi. Sadar istrinya telah tertembak, Noah berusaha menghajar Tomi, tapi sekali lagi Tomi menembakkan pelurunya ke dada Noah. Sepasang suami istri itu pun tewas di tempat.


Flashback off ...

__ADS_1


"Bagaimana kau suka dengan ceritaku Vino Adyatama? Menarik bukan?" Tomi bertanya dengan raut wajah mengejek.


"Bajing4n ...!! Jadi kau yang membunuh ayah dan ibuku? Tapi kenapa yang dipenjara penjaga villa itu?" Vino berteriak dengan perasaan geram dan penasaran.


"Hahaha ... kau sama bodohnya dengan ketiga orang itu! Tentu saja aku sudah menyogok penjaga villa itu agar mengaku sebagai pelakunya dengan menjamin kehidupan keluarganya. Jika dia menolak, aku akan menghabisi keluarganya." Ucap Tomi dengan santai.


"Keterlaluan! Lalu siapa wanita yang menculik adikku itu? Dimana dia sekarang?"


"Namanya Lusi. Aku tak tahu wanita bodoh itu dimana. Mungkin sudah mati!" Ucap Tomi santai.


Erik yang mendengar nama Lusi tersentak kaget.


"Jadi yang menculik Venus wanita itu?" Batin Erik.


"Kau benar-benar jahat! Apa salah orang tuaku? Kau sudah menghancurkan keluarga kami!" Emosi Vino semakin memuncak.


"Itu akibatnya jika ibumu terlalu jual mahal dan ayahmu terlalu bodoh, sama sepertimu." Tomi memandang sinis Vino.


"Ssssttt ... sudah cukup basa basinya, sekarang suntikan racun itu ke mereka semua dan buang ke jurang! Setelah ini aku akan melenyapkan Venus Adyatama, tapi sebelum itu aku akan mencicipi tubuhnya dulu. Hahaha ..." Tomi kembali menyulut emosi semua orang terutama Reino.


"Bajing4n ...! Jangan coba-coba menyentuh istriku!" Reino menatap tajam Tomi sambil memberontak berusaha melepaskan ikatannya.


"Jangan sakiti adikku! Di sedang hamil sekarang!" Vino pun berteriak dengan penuh emosi.


"Benarkah? Wah ... ini kabar baik, aku bisa menghabisi dua nyawa sekaligus. Hahaha ..." Tomi semakin menggila. Sedangkan Liana hanya diam memperhatikan drama para lelaki itu, walau pun sedikit terkejut dengan kabar kehamilan Venus, tapi dia berusaha tetap tenang.


"Kau bukan manusia! Karena kalau manusia sudah membunuh induknya, dia pasti melepaskan anaknya. Tapi kau malah mau menghabisi semuanya." Johan pun ikut bersuara dengan perasaan geram.


Tomi hanya tertawa mendengar kata-kata Johan.

__ADS_1


Namun tanpa disadari semua orang, ikatan ditangan Reino terbuka karena sedari tadi dia memberontak. Dengan cepat Reino berdiri dan menerjang Tomi, sehingga membuat pria tua itu terduduk di lantai.


Melihat aksi Reino, para pengawal Tomi segera menangkapnya dan menahan kedua lengan pria tampan itu. Reino memberontak berusaha melepaskan diri, tapi tenaganya kalau kuat dengan kedua orang pengawal yang memeganginya.


"Aku akan mengahabisimu, bangs4t!!!" Reino berteriak penuh amarah.


Erik dan Johan yang terikat hanya memandang cemas Reino tanpa bisa berbuat apa-apa, begitu juga dengan Vino yang kepalanya masih di todongkan pistol juga tak berani bertindak.


"Bocah Kepar4t ...! Berani sekali kau melawanku! Kalau begitu aku akan lebih dulu melenyapkanmu!" Tomi yang semakin emosi mengarahkan pistolnya ke Reino.


"Tomi, ku mohon jangan!"Liana spontan berteriak memohon.


"Kenapa? Kau mau membelanya?" Tanya Tomi.


"Bukan! Kalau kau menembaknya, polisi akan tahu ini pembunuhan, bukan kecelakaan seperti yang kita rencanakan." Liana menjawab dengan logis.


"Aku tak perduli! Polisi takkan mengetahui kita pelakunya. Aku akan menghabisi bocah sialan ini dengan tanganku sendiri." Tomi tak menghiraukan peringatan dari Liana. Dia segera menarik pelatuk pistolnya, dan menembakkan pelurunya ke arah Reino.


Doooorrrr ...


Seketika darah segar menetes ke lantai, mata semua orang melotot menyaksikan pemandangan mengerikan itu.


***


Gimana masih penasaran nggak?


Author udah bela-belain bergadang buat crazy up ni ...


Jangan lupa like dan rate 5 nya ya sayang akuh ...💜

__ADS_1


Biar author makin semangat lagi.


__ADS_2