Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bonus episode 6


__ADS_3

Vino yang masih terperangah hanya memandangi kepergian Hanna tanpa berkata-kata, kecupan dadakan dari Hanna membuat lidah pria tampan itu keluh seperti terserang struk.


Namun seketika otaknya tersadar, inilah saat yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya kepada gadis yang dia sukai itu. Vino segera berteriak memanggilnya.


"Hanna ...! Tunggu!!!" Vino berteriak dan segera berlari mendekati Hanna.


Mendengar namanya dipanggil, Hanna menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap sumber suara.


"Ada apa, Vin?" Tanya Hanna dengan wajah yang masih bersemu merah menahan malu.


"Hanna ... hmmm ... aku ... aku ..." Vino mendadak gugup.


"Aku kenapa? Kau mau bilang apa, Vin?" Hanna memandang bingung pria tampan di hadapannya ini.


"Aku ... aku mencintaimu!" Akhirnya kata-kata itu lolos juga dari bibirnya tanpa basa basi tanpa embel-embel rayuan konyol.


Hanna terkesiap mendengar pernyataan cinta Vino kepadanya itu, dia tak menyangka Vino akan mengungkapkan perasaannya begini.


"Kau sedang bercanda ya, Vin?"


"Hanna ... aku benar-benar mencintaimu! Maukah kau menikah denganku?" Vino mengulangi kata-katanya dan kali ini dia melamar Hanna.


Sekali lagi Hanna dibuat terkejut setengah mati dengan semua ucapan Vino, gadis cantik itu sampai menutup mulutnya yang terbuka karena kaget.


Tiba-tiba Vino berlutut di hadapan Hanna sambil menggenggam erat tangan gadis itu, membuat Hanna spontan mundur satu langkah.


"Vino, apa-apaan sih?"


"Sekali lagi aku tanya, maukah kau menikah denganku?" Vino mengulangi pertanyaannya lagi sambil menatap dalam wajah Hanna yang sudah seperti kepiting rebus itu.


"Vin, tapi kita belum lama kenal, apa ini tidak terlalu cepat?" Tercetak sedikit keraguan diraut wajah Hanna.


"Venus dan Reino yang tidak saling kenal saja bisa saling mencintai dan hidup bahagia, kenapa kau harus ragu? Aku yakin kau pilihan terbaik untukku dan aku juga akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu." Vino mencoba meyakinkan Hanna, meruntuhkan keraguan dihati gadis itu.


"Vino ... maaf, aku tak bisa!" Hanna melepaskan tangannya yang digenggam oleh Vino dan tertunduk dengan wajah yang sedih.


"Apa maksudmu? Kenapa tidak bisa? Apa kau mencintai orang lain?" Vino sontak berdiri dan memandang cemas Hanna.

__ADS_1


Gadis itu tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya yang pertanda mengiyakan pertanyaan terakhir Vino.


"Jadi cintaku ditolak? Siapa lelaki yang kau cintai itu?" Vino manatap tajam Hanna.


Hanna hanya diam sambil merogoh ponselnya di saku celana, dia bermaksud untuk menunjukkan siapa orang yang dia cintai.


"Ini dia orang yang aku cintai!" Hanna menunujukkan layar ponselnya ke hadapan wajah Vino dengan membuka fitur kamera depan.


"Tidak ada foto siapapun! Hanya kamera depan yang menyala!" Vino yang masih belum menyadari maksud Hanna hanya memandang layar ponsel itu dengan kebingungan.


"Iya, sekarang kau lihatkan wajah siapa yang ada di layar ponselku? Dialah orang yang aku cintai!" Hanna memperjelas maksudnya agar pria tampan yang mendadak bodoh dan kebingungan itu mengerti maksudnya. Dan benar ... akhirnya Vino paham.


"Kau ini, aku hampir saja mati karena patah hati!"


"Hahaha ... kau bodoh sekali! Masa dari tadi tidak sadar sih?" Hanna tertawa sambil meledek Vino. Ternyata gadis itu sedang mengusili Vino.


"Hey ... enak saja kau mengataiku bodoh, mana aku tahu kau sedang mengusiliku! Lagian kenapa kau tidak mengatakannya langsung, untuk apa mengerjaiku begini?" Vino memelototkan matanya dan memandang kesal Hanna.


"Aish ... kau ini! Biar keren tahu! Kan seru, aku berhasil buat kau hampir patah hati. Hahaha ..." Hanna tertawa riang sambil berlari menjauh dari Vino.


"Kau nakal ya?" Vino segera menyusul gadis itu dan terjadilah aksi kejar-kejaran di tepi pantai.


"Jadi sekarang, maukah kau menikah denganku?" Vino menatap manik hitam Hanna yang berada di dalam pelukannya.


Hanna yang membalas tatapan Vino hanya mengangguk tanpa berkata-kata, menandakan bahwa dia menerima lamaran pria yang sebenarnya sudah lama dia sukai itu.


Kini tatapan mata Vino beralih kebibir merah milik Hanna, melihat suasana yang mendukung, Vino pun dengan perlahan-lahan mendekatkan bibirnya kebibir Hanna, semakin lama semakin dekat, bahkan nafas keduanya pun terasa satu sama lain. Kini hanya ada jarak 5 cm antara bibir Vino dan Hanna, jantung keduanya pun sudah bergemuruh hebat, lalu tiba-tiba ...


"Maaf ya, pasangan mesum, ini tempat umum! Tidak malu dengan ubur-ubur?" Tiba-tiba suara Reino mengagetkan Hanna dan Vino.


Sadar ada orang lain, Hanna sontak mendorong tubuh Vino agar menjauh darinya. Sementara Vino yang merasa kesal karena adegan romantisnya diganggu hanya menggeram sambil memandang sebal ke arah empat orang yang sudah berdiri tak jauh darinya dan Hanna.


"Cckk ... mengganggu saja! Sejak kapan kalian berdiri disana?" Vino bertanya dengan nada ketus. Sementara Hanna hanya tertunduk malu dengan wajah yang merona merah.


"Wah ... saking terhanyutnya dia sampai tak menyadari sejak kapan kita berdiri disini." Ucap Reino meledek kakak iparnya itu.


"Dasar pengganggu! Tak bisa lihat orang senang sedikit!" Vino menggerutu.

__ADS_1


"Hahahaha ..." Keempat orang itu serentak tertawa melihat wajah kesal Vino yang lucu.


"Ehem ... jadi sebentar lagi aku akan punya kakak ipar ni?" Kali ini Venus meledek Hanna yang semakin tertunduk malu.


"Akhirnya si lajang tua sudah tidak jomblo lagi! Selamat ya .... hahaha ..." Erik pun ikut-ikutan mengejek Vino.


"Hey ... tutup mulutmu! Siapa yang lajang tua? Kau sendiri saja masih jomblo padahal sudah bangkotan!" Vino yang kesal pun tak mau kalah dan berbalik mengejek Erik.


"Siapa bilang aku jomblo? Aku juga sudah punya kekasih." Erik yang terpancing dengan ledekan Vino akhirnya kelepasan mengakui statusnya.


Menyadari dirinya telah kelepasan, Erik terdiam sambil memandang Ina yang sudah lebih dulu tertunduk di sampingnya.


"Siapa gadis malang itu?" Tanya Vino dengan wajah jenakanya.


"Kau tertarik juga dengan wanita?" Kali ini Reino pun ikut meledek sepupunya itu.


Tak tahan dengan ledekan dan ejekan kedua pria tampan itu, akhirnya Erik pasrah.


"Ina ... dia kekasihku!" Erik merangkul pundak kecil Ina, gadis itu semakin tertunduk malu dengan wajah merah padam.


"Apaaaaa ...?"


"Sejak kapan kalian menjadi sepasang kekasih?" Venus bertanya dengan penasaran.


"Sejak tadi sore!" Erik menjawab dengan bangga.


"Wah ... ternyata liburan ini membawa berkah! Untuk kali ini ngidammu membawa kebaikan untuk orang lain, sayang." Reino memeluk tubuh Venus gemas.


"Berarti sebentar lagi aku akan memiliki dua kakak ipar sekaligus!" Venus mengembangkan senyum dibibirnya dan disambut tawa semua orang.


Akhirnya mereka berenam kembali ke kamar masing-masing setelah bercanda tawa di tepi pantai, hari ini cukup membawa kebahagiaan untuk semua orang. Ternyata bayi Reino dan Venus menginginkan kedua Oomnya mendapatkan pasangan hidup.


***


Vino : Thor, kenapa sih kau hadirkan pengganggu? Padahal tadi itu sedikit lagi loh thor ...😤😤😤


Author : (Author tertawa puas sambil guling-guling di trotoar)

__ADS_1


Vino : Author jahat! Entar pembaca nggak kasih like baru tahu rasa! (Ngancam)


Author : Jangan dong! 😭😭😭


__ADS_2