Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 25 (S2)


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di halaman rumah keluarga Brahmansa, beberapa pelayan dan pengawal sedang memasuki barang-barang yang akan mereka bawa.


Vino beserta keluarganya juga sudah datang, rencananya mereka juga akan ikut berlibur bersama Reino dan keluarganya.


"Selamat pagi om ... tante ... dan semuanya." Sapa duo gesrek serentak sambil melambaikan tangan.


"Selamat pagi."


"Eh ... cecunguk! Sedang apa kalian disini?" Tanya Vie heran melihat dua sahabatnya yang menyebalkan itu. Sepertinya gadis ini masih kesal dengan mereka karena meledeknya kemarin.


"Mau ikut liburan ke pantai, kau tidak lihat pakaian kami?" Jawab Raja sambil memamerkan kemeja biru langit bermotif pohon kelapa yang dia pakai.


"Memangnya kalian diajak apa?"


"Diajak dong!" Jawab Dino dan Raja bangga.


"Ma ... pa, kenapa duo racun ini ikut sih?" Rengek Vie kepada Reino dan Venus.


"Mama yang ajak mereka. Mereka kan juga sudah bagian dari keluarga ini." Ucap Venus.


Vie tak menjawab ucapan mamanya, dia hanya mendengus kesal dengan wajah masam. Setelah selesai semuanya, merekapun berangkat. Ada tiga mobil yang berangkat yaitu mobil Vino,mobil Reino dan mobil yang dikendarai Andra. Mereka memang sengaja tidak membawa supir ataupun pengawal.


***


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di sebuah resort yang sangat mewah dengan pemandangan laut yang begitu indah.


"Waow ... keren banget, Ja. Entar aku mau foto terus upload ke sosial media." Ucap Dino heboh.


"Aku juga, Din. Biar saudara-saudaraku di Medan bisa lihat." Raja pun ikut-ikutan.


"Norak ...!" Vie menyindir duo gesrek.


"Biarin ...! Weeek ..." Raja menjulurkan lidahnya mengejek Vie.


"Awas kau ya, Raja singa!" Vie memelototi Raja.


"Eeehh ... sudah-sudah, kalian ini berkelahi saja." Venus berusaha melerai perang sengit dua bocah somplak itu. Sementara yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.


"Yuk, kita ke kamar masing-masing." Reino mengajak semuanya mengikuti penjaga resort yang mengantar mereka.

__ADS_1


Dan lagi-lagi wajah Vie berubah masam karena harus sekamar dengan Ayumi. Walaupun sempat protes kepada papanya, tapi tetap saja usahanya sia-sia.


Sementara Andra sekamar dengan duo gesrek dan Dafa sekamar dengan kembarannya ... Rafa. Lalu para orang tua, tentu saja sekamar dengan pasangan masing-masing.


Vie segera mengganti bajunya dengan pakaian pantai ala Vie, yang pasti bukan bikini seksi, dia hanya memakai celana pendek dan kaos longgar dengan rambut yang dicepol seadanya, sangat sederhana tapi terlihat begitu cantik. Berbeda dengan Ayumi yang memakai thank top kurang bahan karena memamerkan perut dan pinggangnya, bahkan dia memakai celana yang sangat pendek yang memamerkan paha putih mulusnya. Cantik dan begitu seksi untuk gadis seumurannya.


"Kau ke pantai dengan pakaian seperti itu?" Ledek Ayumi sambil memperhatikan Vie dari atas sampai ke bawah.


"Memangnya kenapa? Daripada pakai baju kekecilan kayak kau itu?" Jawab Vie ketus.


"Hahaha ... ini bukan kekecilan, Vie sayang. Ini style. Bahkan biasanya kalau ke pantai, aku pakai bikini. Tapi karena ini Indonesia dan ada Om Reino, jadi aku sedikit segan memakainya." Ayumi berbicara dengan suara yang lembut sambil tertawa.


"Oh ... ya? Aku baru tahu! Terima kasih ya untuk informasinya yang tidak penting itu. Bye ..." Vie menyindir Ayumi dan berlalu pergi begitu saja.


"Dasar gadis sombong!" Ucap Ayumi kesal dan ikut beranjak keluar kamar.


***


Vie melihat Andra sedang duduk sendiri sambil memandangi duo gesrek dan si kembar bermain voli. Vie duduk di samping Andra, sehingga mengagetkan pria itu.


"Kenapa tidak ikut main bersama mereka?" Tanya Vie.


"Menikmati keindahan laut atau keindahan gadis-gadis itu?" Vie menunjuk ke arah sekumpulan wanita yang memakai bikini seksi.


"Hahaha ... kau ini ternyata jeli juga."


"Jadi benar?" Vie menatap tajam Andra.


"Apanya? "Tanya Andra dengan wajah polosnya.


"Kau sedang menikmati keindahan gadis-gadis seksi itu?"


"Tentu saja tidak! Aku tidak suka gadis-gadis seksi yang memamerkan tubuh mereka, kesannya terlalu murahan." Andra menjawab dengan serius.


"Jadi yang kau suka gadis seperti apa?" Tanya Vie penasaran.


"Mungkin seperti kau." Jawab Andra santai.


Vie sontak terdiam mendengar jawaban Andra itu, mendadak jantungnya berdetak tak karuan dengan wajah yang merona.

__ADS_1


Benarkah dia menyukai gadis sepertiku?


"Hey ... kau kenapa? Aku hanya bercanda." Andra segera meralat ucapannya saat melihat Vie terdiam.


"Oh ... hmm ... tidak apa-apa. Aku ..." Vie yang gugup tak sempat melanjutkan kata-katanya saat tiba-tiba seseorang duduk di samping Andra.


"Hai ... kak, kenalin aku Ayumi. Aku sepupunya Vie yang baru datang dari Jepang kemarin." Ayumi mengulurkan tangannya ke hadapan Andra dengan senyum yang manis.


"Hai, nona Ayumi. Saya Andra." Andra menjabat uluran tangan Ayumi.


Wajah Vie benar-benar sudah masam dan ditekuk, ingin sekali dia menarik tangan Andra dari tangan Ayumi, tapi itu tidak mungkin dia lakukan.


"Jangan panggil nona dong, kak. Panggil aku Ayumi saja, aku kan bukan anak majikan kakak." Ucap Ayumi lembut sambil melirik kearah Vie yang cemberut.


"Tapi nona kan keponakan majikan saya."


"Iiiihhh ... kak Andra, panggil Ayumi saja. Jangan pakai nona!" Rengek Ayumi manja.


"Hooeeekk ..." Vie menutup mulutnya seperti seolah-olah ingin muntah, membuat Andra dan Ayumi sontak memandang kearahnya.


"Kau kenapa?" Tanya Andra cemas.


"Tiba-tiba aku mual dan mau muntah!" Ucap Vie sambil melirik kearah Ayumi.


"Mau kuambilkan minum?"


"Tidak usah!" Vie menolak karena dia memang tidak benar-benar mual, dia hanya mengejek Ayumi. " Gabung dengan mereka yuk?" Vie beranjak dan segera menarik lengan Andra. Mereka berdua pergi meninggalkan Ayumi begitu saja lalu bergabung dengan duo gesrek dan si kembar.


"Iiiiihh ... menyebalkan! Dia pasti sengaja biar aku tidak bisa dekat-dekat dengan supir ganteng itu." Ayumi menghentak-hentakkan kakinya di atas pasir, dia tahu Vie sengaja menjauhkannya dari Andra. Sebenarnya sejak pertama melihat Andra, Ayumi sudah tertarik dengan ketampanan dan sikap kalemnya. Tapi karena hubungan mereka yang tidak baik, Ayumi tahu Vie takkan berbaik hati untuk mengenalkan Andra kepadanya.


Andra, trio gesrek dan si kembar sedang asyik bermain voli di tepi pantai, cuaca yang cerah ditambah suara deburan ombak dan hembusan angin membuat suasana begitu menyenangkan. Keenam orang itu tertawa dengan riang, bahkan mereka tak lagi canggung dengan Andra, mereka sudah menganggap Andra sebagai teman.


Tiba-tiba perhatian semua orang tertuju kepada seorang gadis yang sedang berteriak meminta tolong, dia seperti akan tenggelam terseret ombak.


"Toloooong ... tol ... loong ..."


"Itu Ayumi." Dafa berteriak menunjuk ke arah gadis itu.


Sontak Andra berlari dan menceburkan diri untuk menyelamatkan Ayumi, entah bagaimana gadis itu bisa terseret ombak.

__ADS_1


***


__ADS_2