Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 97


__ADS_3

Erik masih melajukan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan sedang, namun Erik tiba-tiba mengerem saat mobil di depannya berhenti mendadak, bahkan mobil yang dikendarai Erik sampai menabrak bagian belakang mobil itu.


Dan dari arah belakang, sebuah mobil juga memepet mobil mereka agar Erik tidak bisa melarikan diri.


"Ada apa ini?" Reino panik melihat situasi ini.


"Tenanglah, Rein." Johan berusaha menenangkan Reino.


Sementara Erik hanya terdiam, sepertinya dia tahu ulah siapa ini. Namun tiba-tiba seseorang keluar dari dalam mobil yang ada di depan mereka dengan memakai masker tebal. Dan ...


Prraaaaang ...!


Pria bermasker itu memecahkan kaca mobil Reino dan melemparkan gas nitro-oksida ke dalam mobil, membuat Reino, Erik dan Johan terbatuk-batuk dan akhirnya tak sadarkan diri.


Setelah memastikan ke tiga orang itu pingsan, pria bermasker itu dan beberapa temannya segera membuka pintu mobil Reino agar gas itu menguap ke udara dan hilang terbawa angin. Lalu pria bermasker itu menggeaer tubuh Erik dan mengambil alih kemudi, mereka membawa mobil Reino beserta ketiga orang itu ke sebuah gudang kosong.


***


Reino, Erik dan Johan sudah terikat di dalam gudang, mereka masih pingsan dalam keadaan terduduk.


Byuuurrr ...


Seseorang menyiram mereka dengan air dingin, membuat ketiga orang itu perlahan-lahan tersadar dari pengaruh obat bius.


"Dimana ini? Kenapa aku terikat?" Reino yang kebingungan berusaha melepaskan ikatan di tangannya.


"Apa yang terjadi? Kenapa kita bisa ada disini?" Johan lebih kebingungan lagi.


Sementara Erik masih terdiam berusaha melepaskan ikatan ditangannya dengan perasaan geram.


"Aku tahu ini pasti ulahmu! Berengsek!!!" Gumam Erik di dalam hati.


"Hahaha ... selamat datang semuanya! Bagaimana perjalanan kalian tadi? Menyenangkan bukan?" Seseorang muncul dari luar gudang, sosoknya benar-benar membuat Johan dan Reino terkejut bukan main. Tapi tidak dengan Erik, dia sudah menduganya dari awal.


"Om Tomi ...? Apa-apaan ini?" Reino berbicara dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Johan memandang Tomi dengan tatapan tidak suka.


"Ssstt ... jangan berisik! Aku ingin menyapa putraku dulu." Tomi melangkah mendekati Erik.


"Putra ...?" Reino semakin kebingungan. Dia sontak menoleh ke arah Erik.


"Hay ... Hendrik Brahmansa, apa kabar?" Tomi berjongkok di hadapan Erik dan memanggilnya nama asli pria itu.


"Hendrik ...? Jadi selama ini kau ..." Reino terkejut setengah mati, dia bahkan tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Begitu juga dengan Johan, pria paruh baya itu sampai tak tahu harus berkata apa. Sementara Erik alias Hendrik hanya tertunduk menahan emosi dan rasa bersalahnya karena telah membohongi Reino selama ini.


"Kenapa? Kau kaget ya? Ternyata orang kau cari-cari telah menipumu selama ini, mungkin saja dia punya niat terselubung." Tomi mulai memprovokasi Reino.


"Diam kau! Jangan mengadu domba kami! Aku tidak sebusuk dirimu!" Kali ini Erik membuka suaranya, dia tak terima Tomi memfitnah dirinya.


Dan sekali lagi Reino terkejut saat melihat Erik memaki ayahnya sendiri, pria tampan itu semakin kebingungan.


"Om, sebenarnya ada apa? Kenapa Om melakukan semua ini?" Reino akhirnya bertanya, berusaha mencari jawaban dari kebingungannya.


"Hahaha ... bocah ini penasaran rupanya! Aku melakukan semua ini tentu saja untuk merebut hakku yang telah diambil oleh ayahmu yang serakah itu dan juga untuk membalas dendam ibuku." Tomi berbicara dengan mata yang menyalang penuh emosi.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya agar kalian tidak mati penasaran." Tomi mulai menceritakan awal kisah yang membuatnya melakukan semua ini.


Flashback on ...


Beberapa tahun yang lalu, Bram (kakek Reino) memiliki hubungan dengan Linda (ibu Tomi), setelah setahun berhubungan ternyata Linda hamil tapi disaat bersamaan, Bram di paksa menikahi gadis pilihan orang tuanya dan jika Bram menolak, dia akan dicoret dari daftar keluarga. Mau tidak mau, akhirnya Bram setuju menikah dengan Merry (Nenek Reino) tapi diam-diam dia tetap berhubungan dengan Linda. Sembilan bulan kemudian Linda melahirkan Tomi dan dua bulan kemudia Merry melahirkan Thomas (ayah Reino), tapi Bram dan Linda tetap berhubungan.


Untuk memudahkan menjalani hubungan terlarang mereka, Bram memutuskan untuk membawa Linda masuk ke dalam rumahnya sebagai pengasuh Thomas, sementara Tomi mereka titipkam di panti asuhan. Awalnya semua berjalan dengan lancar, sampai akhirnya Bram merasa benar-benar jatuh cinta kepada Merry dan sering mengabaikan Linda.


Linda menjadi cemburu melihat keharmonisan rumah tangga Bram dan Merry, dia sering melihat Bram membelikan barang-barang mewah untuk Merry, bahkan Bram sengaja membuat rak kaca yang mewah hanya untuk menyimpan guci-guci antik kesayangan Merry.


Linda yang telah dirasuki sifat iri dengki merencanakan untuk menyingkirkan Merry dan merebut posisinya. Linda meracuni Merry dengan racun polonium yang dia teteskan di cangkir teh milik Merry, setelah meminum racun itu, Merry terlihat seperti orang sakit kanker stadium akhir. Dan saat diperiksa, dokter mengatakan Merry mengalami kerusakan hati dan ginjal. Lalu dua minggu kemudian Merry meninggal dunia, meninggalkan duka yang mendalam untuk Bram dan Thomas.


Beberapa bulan kemudian Bram pun menikah dengan Linda, dengan alasan Thomas membutuhkan seorang ibu. Saat itu Thomas baru berumur tujuh tahun.

__ADS_1


Setelah menikah dengan Bram, Linda memutuskan untuk mengambil Tomi kembali dan mengatakan jika Tomi adalah anak angkat dari panti asuhan, tidak ada yang tahu jika Tomi adalah putra kandung Linda dan Bram. Tapi sejak Tomi datang, Linda selalu memperlakukan Thomas dengan buruk, hanya Johan teman yang selalu menjadi tempat Thomas mengadu, karena dia tak berani mengadu kepada ayahnya.


Setelah beranjak dewasa, ternyata sifat serakah Tomi muncul, dia memaksa Bram untuk memberikan separuh hartanya, tapi Bram tidak setuju. Bram tak bisa memberikan hartanya kepada Tomi karena dia tidak terdaftar sebagai putra kandung, semua orang tahu Tomi hanya anak angkat. Dan Thomaslah yang berhak mendapatkan harta milik Bram.


Linda yang tak terima dengan penolakan Bram mengancam akan membeberkan rahasia perselingkuhan mereka ke publik. Mendengar ancaman Linda, seketika emosi Bram memuncak, pria itu segera menarik Linda masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju jalan perbukitan.


Di dalam mobil terjadi pertengkaran hebat diantara kedua suami istri itu, Bram yang sudah dirasuki setan menerjunkan mobilnya ke jurang. Mobil mereka hancur menghantam dasar jurang, Linda dan Bram tewas ditempat.


Dan dengan otomatis harta warisan keluarga Brahmansa jatuh ketangan Thomas selaku anak kandung yang diakui, membuat Tomi semakin berang dan membenci adiknya itu.


Flasback off ...


"Bagaimana kisahnya? Menyentuh sekali kan?" Tomi bertanya dengan raut wajah mengejek. Semua orang terkejut setengah mati.


"Jadi ibumu yang membunuh nyonya Merry? Tega sekali kalian!" Johan menggeleng tak percaya.


"Aku tak menyangka kalian setega itu!" Reino memandang Tomi dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kalian pembunuh!" Erik memaki ayahnya sendiri.


"Wah ... wah ... pada baper ni? Itu baru separuh, kalian belum mendengar kelanjutannya. Kira-kira apa ya yang aku lakukan kepada adikku dan istrinya?" Tomi meletakkan jarinya di dagu seolah-olah sedang berfikir.


"Jadi kau juga penyebab kematian orang tuaku?" Reino meninggikan suaranya dan menatap tajam Tomi.


"Hmmm ... kasih tahu nggak ya?" Tomi berkelakar, membuat Reino semakin geram.


Catatan : Gas nitro-oksida atau yang biasa di sebut gas tawa adalah sejenis obat bius dalam bentuk gas.


Racun polonium adalah racun yang membunuh dengan lambat, korban akan meninggal dalam waktu 2 sampai 3 minggu setelah meminum racun itu dengan tanda-tanda seperti sakit kanker stadium akhir.


***


Flashback nya author buat seperti itu saja ya?


Biar tidak terlalu panjang dan mudah dimengerti.

__ADS_1


Gimana masih penasaran?


Likenya jangan lupa ya sayang akuh ...💜


__ADS_2