Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bonus episode 3


__ADS_3

"Hahaha ..." Reino puas tertawa melihat kedua pria apes ini. Setelah dua puluh menit yang lalu Erik menelponnya untuk meminta bantuan.


Flashback on ...


Reino yang sedang tertidur di kamarnya tersentak saat ponselnya berdering nyaring, ternyata ada panggilan masuk dari Erik.


"Hallo, ada apa?" Jawab Reino malas dengan suara khas orang bangun tidur.


"Reino, tolong! Kita terkunci di dalam kamar ini." Erik.


"Haaa ... kok bisa?" Reino yang kaget sontak bangun dari tidurnya.


"Nanti aku ceritakan! Sekarang kau tolong mintakan kunci cadangan kamar ini." Erik.


"Baiklah ... baiklah ...! Mengganggu saja!" Reino segera beranjak keluar kamar dan meminta kunci cadangan kamar Erik dan Vino kepada pelayan hotel.


Beberapa saat kemudian Reino dan pelayan hotel datang dengan membawa kunci cadangan lalu segera membuka pintu kamar Erik dan Vino.


"Sekarang ceritakan, kenapa kalian bisa terkunci di dalam kamar? Lalu kemana kunci kamar kalian?" Reino yang penasaran mulai mengintrogasi kedua lelaki itu.


"Ini semua perbuatan istrimu! Dia yang mengunci pintu kamar kami dari luar!" Erik berbicara dengan wajah kesal.


"Venus ...? Bagaimana bisa dia mengunci kalian di kamar? Apa kalian tidak berusaha mencegahnya?" Reino semakin heran mendengar jawaban Erik.


Lalu Erik dan Vino menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan akhirnya membuat mereka terkunci di dalam kamar. Mendengar cerita sepupu dan iparnya itu, Reino spontan tertawa terbahak-bahak.


Flashback off ...


"Puas sekali kau tertawa?" Vino mencebik kesal.


"Hahaha ... kalian kualat dengan anak dan istriku. Hahaha ... aduh, perutku sakit!" Reino masih setia tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit.


"Dasar gila! Tertawalah terus." Erik melemparkan bantal ke wajah Reino.


"Yuk, ke pantai! Lama-lama kita bisa ikutan gila seperti dia!" Vino mengajak Erik pergi. Kedua lelaki itu pun beranjak meninggalkan Reino.


"Hey ... kalian mau kemana? Bagaimana kamarnya?" Reino berteriak saat melihat kedua orang itu semakin menjauh darinya. Reino pun ikut beranjak mengikuti sepupu dan iparnya itu, tapi sebelumnya dia sudah mengunci pintu kamar mereka.


***


Venus, Hanna dan Ina sedang menikmati air kelapa muda sambil berjemur di tepi pantai, setelah mengunci Erik dan Vino, wanita yang sedang hamil itu pun segera ke kamar Hanna dan Ina, lalu mengajak kedua wanita itu berjalan-jalan di pantai.


"Eh ... itu kakak dan Erik, mereka dari mana ya?" Ujar Venus saat netranya menangkap sosok dua pria apes itu tak jauh dari mereka.


"Oh ... iya, panggil mereka kesini!" Sambung Hanna yang ikutan heboh melihat duo apes itu. Sementara Ina hanya diam bergeming.


"Kakak ...! Erik ...! Sini ...!" Venus berteriak memanggil keduanya sambil melambai-lambaikan tangan.


"Aduh ... terciduk kita! Bakalan merepotkan ini!" Vino mendadak ngeri melihat adiknya itu.


"Pura-pura tidak lihat saja!" Erik memberi ide.

__ADS_1


Kedua pria itu celingak-celinguk seolah sedang mencari seseorang, mereka berpura-pura tidak melihat Venus, Hanna dan Ina.


"Vino ...! Sini ...!" Kali ini Hanna yang berteriak memanggil sambil melambaikan tangan.


"Walah ... Hanna memanggilku! Aku harus kesana!" Vino berubah haluan, dia hendak melangkah ke arah Hanna, tapi Erik menahannya.


"Dasar kucing garong! Kalau ada wanita yang memanggil, langsung berubah niat! Sudah, abaikan saja! Yuk, ke cafe itu!" Erik mendorong bahu Vino, tapi langkah mereka terhenti saat Reino menarik lengan keduanya.


"Mau kemana? Mereka disana tuh!" Reino menunjuk ke arah Venus, Hanna dan Ina.


Erik dan Vino menghela nafas pasrah. Akhirnya mereka terpaksa mengikuti Reino melangkah mendekati wanita-wanita itu.


"Kalian darimana saja sih? Kenapa tadi tidak ada di kamar? Mana kamarnya tidak dikunci lagi, teledor sekali ...!!" Venus bertanya sambil mengomeli Erik dan Vino.


"Tadi kami di kurung Nyi Roro Kidul ...!!!" Erik menjawab seenaknya dengan wajah yang memelas.


"Loh ... dimana? Memangnya di Bali ada Nyi Roro Kidul? Bukannya dia di Pantai Selatan ya?" Venus heboh sendiri. Sementara Reino sudah hampir pingsan menahan tawa, wajah pria tampan itu sudah memerah.


"Ada, dia lagi jalan-jalan kesini! Mau minum air kelapa sambil lihat bule!" Vino pun ikut-ikutan menyahut dengan jawaban nyeleneh.


"Kenapa tujuannya sama seperti aku ya?" Venus mendadak bodoh menanggapi ocehan tak masuk akal duo apes itu.


"Hahaha ..." Tawa Reino pecah. Dia sudah tak sanggup lagi menahannya. Venus, Hanna dan Ina menjadi bingung melihat ketiga pria ini.


" Sebenarnya kalian kenapa sih? Aneh sekali!" Hanna memandang lekat wajah ketiga pria itu.


"Sudah ... sudah ... jangan dibahas lagi. Kitakan mau liburan, jangan bahas yang aneh-aneh!" Reino menghentikan kelakuan konyol istri dan kedua pria itu.


Mereka pun menikmati air kelapa muda sambil berjemur dan bermain air, Reino sengaja menyiramkan air kepada Venus yang sedang santai di atas pasir.



"Kau ini bagaimana, kalau tidak mau basah jangan ke pantai, main ke mall saja."


"Kau ini ...! Awas ya!" Venus pun beranjak dari duduknya dan bergantian menyiramkan air kepada suaminya itu. Akhirnya terjadilah siram-siraman ala Reino dan Venus.


Sementara Erik, Vino, Hanna dan Ina hanya memandangi tingkah konyol pasangan suami istri aneh itu.


"Hmmm ... permisi, saya ke toilet sebentar!" Ina beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan ketiga orang itu. Erik hanya memperhatikan punggung gadis itu yang semakin menjauh. Sejak terkuaknya jati diri Erik, Ina selalu menjaga jarak kepadanya, Erik merasa risih dengan sikap Ina itu.


"Hanna ... kesini! Kita main air yuk?" Venus melambaikan tangan memanggil Hanna.


"Iyaaaa ....! Aku kesana dulu ya." Hanna pun berlari mendekati Venus. Meninggalkan Erik dan Vino.


"Bro, bagaimana cara merayu wanita? Tolong ajarkan aku!" Tiba-tiba Vino bertanya kepada Erik tanpa basa-basi.


"Haaa ...? Mana aku tahu! Seumur hidup aku belum pernah merayu wanita. Memangnya kau mau merayu siapa?" Erik bertanya dengan wajah penasaran.


"Merayu Nyi Roro Kidul ...! Ya, sudah tentu merayu Hanna lah, mumpung lagi ada kesempatan." Ucap Vino setengah berbisik, takut ada yang mendengar.


"Jadi kau benar-benar menyukai gadis itu?" Tanya Erik. Vino hanya mengangguk dengan pasti.

__ADS_1


"Ya sudah, kau belajar saja dari Yousube, cari rayuan maut ala selebriti, biar keren!" Erik memberi usul.


"Kau benar juga! Kenapa aku susah-susah bertanya dengan jomblo abadi sepertimu?" Vino mencebik dan segera merogoh ponselnya. Pria itu mencari sesuatu yang dimaksud Erik tadi di aplikasi Yousube.


"Eh ... kau tunggu disini! Aku ada urusan sebentar!" Erik segera berlari menuju toilet dengan terburu-buru.


"Hemmm ... pergilah!" Ucap Vino acuh, matanya masih fokus pada layar ponsel.


Tak lama berselang, Hanna datang dan kembali duduk di samping Vino. Pria itu buru-buru mematikan layar ponselnya.


"Hmmm ... Hanna." Panggil Vino.


"Iya." Hanna memalingkan wajahnya memandang Vino.


"Papa kamu tukang kebun ya?" Tanya Vino ragu-ragu.


"Ya, bukanlah! Papa aku itu pengusaha. Masa tukang kebun?" Hanna yang tak tahu maksud Vino, membantah ucapan lelaki itu.


"Aish ... harusnya kau jawab ... kok tahu? Begitu!" Vino dengan pedenya mengajari Hanna.


"Kenapa aku harus jawab begitu?" Hanna semakin bingung.


"Sudah jawab saja! Aku ulangi ini." Ujar Vino memaksa.


"Papa kamu tukang kebun ya?" Vino mengulangi pertanyaan konyolnya lagi.


"Kok tahu?" Walaupun bingung, Hanna tetap menuruti permintaan Vino.


"Karena kamu telah menanam bibit cinta di hatiku." Akhirnya Vino bisa mempraktekkan gombalan yang dia lihat di Yousube tadi.


Eeeeeaaaakk ... eeeaaaakk ... 😂


"Oh ... kau lagi latihan menggombal ya?" Hanna terkekeh sambil tersipu malu.


Dan Vino hanya menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal, merasa malu sendiri dengan tingkah konyolnya itu. Entah mengapa dia bisa tak tahu malu begini?


***


Vino : Thor, kenapa sih buat karakter aku jadi konyol gini?


Author : Suka-suka author dong! Biar nggak tegang kali bang jadi orang dan biar cepat dapat jodoh. Jangan jomblo terus seperti Erik.


Vino : Iya, tapi aku kan jadi malu. 😭


Erik : Apaan sih thor bawa-bawa nama aku?


Author : Berisik! Nyambar aja!


Erik : 😤😤😤


Lanjut nggak ni?

__ADS_1


Kira-kira mau berapa episode ni bonusnya? 😂✌


Likenya jangan lupa ya sayang akuh ...💜


__ADS_2