Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 17 (S2)


__ADS_3

Vie melangkah dengan malas keluar dari gerbang sekolah, wajah cantiknya sudah benar-benar ditekuk. Apalagi setelah melihat mobil yang menjemputnya sudah menunggu, rasanya Vie ingin kabur ke dunia lain. Gadis itu masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya dengan sangat keras, tatapannya lurus ke depan dengan tangan bersidekap di dada tanpa menyapa Andra sama sekali. Dia marah ... dia kesal, itulah yang ingin dia sampaikan ke mantan gurunya itu.


Andra hanya meliriknya dari balik spion, tanpa mengusik dan bertanya apapun, suasana begitu dingin dan mencekam.


Begitu tiba di rumah, Vie segera menemui Venus dan bertanya tentang Andra. Sementara lelaki itu hanya berdiri di luar rumah.


"Mama ...!" Teriakan Vie menggema di seluruh penjuru rumah. Venus yang kaget, sontak menghampiri putrinya itu.


"Kenapa berteriak seperti itu?" Tanya Vie bingung.


"Aku butuh penjelasan!"


"Mama rasa kau tidak butuh penjelasan, kau itu butuh di ruqyah." Venus meledek putrinya.


"Mamaaaa ... aku serius!" Vie berteriak lagi.


"Jangan teriak-teriak! Suaramu mengganggu pendengaran mama. Bicaralah dengan pelan!" Venus balik membentak Vie dengan tatapan yang tajam.


"Kenapa mama dan papa mengizinkan dia menjadi supirku? Aku mau supir yang lama saja!" Vie mulai protes.


Venus yang sudah bisa menebaknya dari awal hanya tersenyum samar.


"Memangnya kenapa?" Tanya Venus memancing Vie.


"Aku tidak suka! Dia menyebalkan! Dia pasti mempunyai tujuan tertentu makanya melamar jadi supirku." Vie menuduh seenaknya.


"Mama yang memintanya untuk menjadi supirmu. Dia memang punya tujuan, yaitu untuk menjagamu. Karena selain menjadi supir, dia juga akan menjadi pengawal dan guru les privatmu. Jadi mulai sekarang belajarlah untuk menyukainya." Venus menjelaskan semuanya, membuat Vie kaget setengah mati.


"Apaaaaaa ...?" Vie berteriak kaget. "Mama apa-apaan? Aku tidak terima! Aku tidak mau!" Vie mencak-mencak.


"Mau tidak mau, kau harus tetap terima. Ini sudah keputusan mama dan papa. Jadi bersikaplah yang baik kepada dia mulai sekarang!" Venus berlalu dari hadapan Vie dengan senyuman.


Vie kesal bukan main, rasanya saat ini dia ingin sekali terjun ke laut biar dimakan ikan paus sekalian.


Sementara Andra yang mendengar obrolan ibu dan anak itu hanya menghela nafas, sejujurnya diapun berat menerima tugas ini, tapi dia tak enak hati untuk menolak. Dia juga tak mengerti mengapa Venus melakukan semua ini?


Flashback on ...

__ADS_1


Tadi pagi sebelum Vie turun, Reino dan Venus sudah lebih dulu menemui Andra yang baru tiba di depan kediaman Brahmansa.


"Hari ini adalah hari pertama kau bekerja, aku hanya ingin mengingatkan tugasmu adalah mengantar Vie dan menjemputnya, tentunya juga menjaga dia kemanapun dia pergi.Jangan sampai lalai! Kau mengerti?" Reino mengingatkan Andra tentang pekerjaannya.


"Baik, tuan! Saya mengerti!" Andra menjawab dengan tegas.


"Tunggu dulu! Aku ingin menyampaikan satu tugas lagi!" Ucap Venus.


"Tugas apa, sayang?" Tanya Reino bingung. Begitu juga dengan Andra, lelaki itu hanya terdiam dalam kebingungan.


"Mulai hari ini kau juga merangkap menjadi guru les privatnya. Dia akan segera menghadapai ujian akhir, jadi aku mau kau membantunya belajar." Pinta Venus penuh harap. Reino hanya terperangah mendengar permintaan sang istri tanpa berani protes.


"Tapi, nyonya ..." Andra agak ragu.


"Aku tahu kau bisa dan tidak akan mengecewakan kami." Ucap Venus yakin.


Kata-kata Venus itu benar-benar membuat Andra semakin merasa tak enak hati.


"Baiklah, nyonya." Andrapun pasrah walau sejujurnya hatinya merasa berat. Karena dia tahu dengan menjadi guru les privat Vie, itu berarti waktunya semakin banyak dihabiskan bersama gadis sableng itu. Dan itu pasti sangat menguji kesabarannya.


"Iya, nyonya." Andra mengangguk.


"Ya sudah, yuk sayang!" Venus mengajak Reino masuk ke dalam rumah, meninggalkan Andra yang masih termenung memikirkan semua ini.


Reino yang masih tidak habis fikir dengan permintaan Venus segera mengkonfirmasinya kepada sang istri.


"Mengapa kau memintanya untuk menjadi guru les privat Vie?" Tanya Reino bingung.


"Memangnya kau mau putri kesayanganmu itu tidak lulus? Lihatlah kelakuannya sehari-hari, entah kapan aku melihatnya belajar." Vie menjawab dengan wajah kesal.


"Iya, aku tahu. Tapi mengapa harus dia? Kita masih bisa memanggil guru privat yang lebih pintar dan berpengalaman. Bukan mantan guru BP yang sekarang jadi supir itu!" Reino tak terima.


"Kau tenang saja! Aku tahu apa yang aku lakukan! Semua demi kebaikan putri kita. Sudahlah ... mari sarapan!" Ucap Venus dan bergegas untuk mulai sarapan saat melihat Vie sudah turun.


Flashback off ...


***

__ADS_1


Vie bergegas berjalan keluar rumah dengan memakai kostum tim sepak bolanya, hari ini dia ingin melampiaskan kekesalan hatinya dengan bermain sepak bola. Tapi saat di depan pintu, Andra sudah berdiri menghadangnya.


"Nona ingin kemana? Saya akan mengantarnya." Andra berbicara dengan nada datar tanpa ekspresi.


"Bukan urusanmu! Menyingkirlah dari hadapanku!" Vie membentak Andra dengan kesal.


"Itu jelas menjadi urusan saya, karena orang tua nona memerintahkan saya untuk menjaga dan mengantar nona kemanapun." Ucap Andra tegas.


"Kalau begitu katakan kepada mereka, aku tidak mau! Minggir sana!" Vie tetap melawan dan mendorong Andra agar menyingkir dari hadapannya. Tapi lelaki tampan itu tak bergeming.


"Nona, tolong kerja samanya. Jangan bersikap kekanak-kanakan! Saya hanya menjalankan tugas!" Andra mulai kesal.


"Cckk ... menyebalkan!" Vie kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang cemberut.


Dan Andra hanya bisa menghela nafas melihat tingkahnya.


Namun siapa sangka, gadis nakal itu ternyata punya ide lain. Dia sengaja masuk agar bisa kabur dari pintu samping dan keluar dengan cara melompat tembok pagar rumahnya.


Vie keluar dengan mengendap-endap, setelah memastikan keadaan sekitar aman, gadis itupun segera memanjat lalu melompat keluar.


"Yes ... aku berhasil! Dia pikir aku tidak punya akal apa? Vie mau dilawan." Vie berbicara pelan. Dia merasa bangga karena berhasil lolos dari Andra.


Lalu dia berjalan dengan hati-hati menyusuri tembok pagar rumahnya dengan wajah penuh kemenangan.


"Ternyata nona jago juga memanjat." Suara Andra tiba-tiba mengagetkan Vie.


"Ya, ampun! Kau ...?" Vie kaget setengah mati melihat Andra sudah berdiri di ujung pagar rumahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Bola mata gadis itu nyaris keluar karena melotot.


"Kenapa kaget begitu? Seperti melihat hantu saja." Andra meledek Vie.


Tanpa aba-aba, Vie segera melarikan diri meninggalkan Andra. Tak tinggal diam, Andra pun mengejarnya. Namun lari Vie sangat kencang, Andra hampir kewalahan mengejarnya dan nyaris menyerah.


Tapi naas, kaki Vie tersandung sesuatu dan gadis itu jatuh tersungkur ke aspal. Hasilnya lutut kiri Vie terluka dan berdarah, Andra yang panik segera membantunya berdiri.


***


Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya ya? 🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2