
Kini hubungan Vie dan Andra sudah semakin membaik, keduanya tidak lagi bertengkar dan bersikap dingin satu sama lain. Mereka selalu bercanda tawa bersama. Mereka lebih terlihat seperti teman dari pada supir dan majikan, bahkan tidak ada embel-embel nona saat Andra memanggil gadis itu. Venus dan duo gesrek yang menyadari hal itu pun sangat senang, begitu juga dengan Reino, walaupun bingung apa penyebabnya, tapi lelaki itu sepertinya juga bersyukur karena kini putrinya terlihat lebih ceria dan bersemangat.
Dan tidak terasa, hari ini adalah hari pengumuman kelulusan di sekolah Vie. Di aula sekolah, semua siswa sedang harap-harap cemas menunggu nama mereka dipanggil untuk menerima surat kelulusan.
"Aku gugup sekali, jantungku sampai berdetak seperti ini." Vie berbicara dengan raut wajah yang tegang sambil memegangi dada kirinya. Gadis itu merasa deg-degan.
"Syukurlah, itu tandanya kau masih hidup!" Raja menjawab seenaknya.
"Hee ... ulat nangka! Bisa tidak sih kalau menanggapi orang lain bicara itu dengan serius?" Vie mulai naik darah.
"Aku kan hanya bercanda! Begitu saja marah. Baper sekali sih kau ini. Biasanya juga kau bercanda lebih parah dari ini." Raja melengos.
"Ssstt ... anak-anak, harap tenang! Atau bapak akan berhenti membagi surat kelulusan ini." Teddy merasa terganggu dengan keributan antar Vie dan Raja.
Seketika suasana pun hening dan Teddy kembali melanjutkan memanggil nama siswanya dan membagi surat kelulusan itu. Tibalah sampai nama Vie dipanggil, gadis somplak itu berjalan mendekati Teddy masih dengan wajah yang tegang, bahkan tangannya sampai gemetaran saat menerima surat itu sehingga membuat Teddy bingung sendiri.
"Kenapa wajahmu tegang sekali dan tanganmu gemetaran begini? Kau hanya menerima surat kelulusan, bukan mau dieksekusi mati." Kelakar Teddy yang disambut gelak tawa siswa lain.
"Saya gugup, pak. Ini kan untuk pertama kalinya saya menerima surat kelulusan SMA. Mungkin kalau untuk yang kedua kalinya, saya tidak akan setegang ini." Jawaban Vie.
"Lah ... kan memang cuma sekali." Jawab Teddy sambil menyodorkan surat kelulusan itu ke hadapan Vie.
"Hehehe ... Ada polisi makan opak, terima kasih, pak." Vie mengucapkan terima kasih dengan berpantun ria sambil meraih surat yang disodorkan Teddy itu.
"Iya, sama-sama." Teddy menggeleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah Vie.
Vie kembali ke tempatnya sementara Teddy melanjutkan memanggil nama siswa yang lain.
Sebagian besar teman-teman Vie bersorak senang karena mengetahui mereka lulus, begitu juga dengan Raja dan Dino, duo gesrek itu sampai jingkrak-jingkrak karena kegirangan, walaupun ada beberapa siswa yang sedih karena tidak lulus.
Sementara Vie, gadis itu masih enggan melihat isi surat kelulusannya.
"Kenapa kau diam saja? Kau tidak lulus ya?" Tanya Raja penasaran.
"Entah, aku tidak tahu!" Vie menaikkan kedua bahunya.
" Kok tidak tahu? Memangnya kau belum melihat hasilnya?" Dino pun ikut kebingungan.
__ADS_1
" Belum."
"Kenapa?" Tanya Raja dan Dino serentak.
"Aku belum siap. Takut tidak kuat."
"Kalau tidak kuat, tinggal lambaikan tangan saja." Dino menggoda Vie.
"Kau fikir ini acara duniamu?" Teman lagi nervous, malah diledeki." Balas Vie ketus.
"Yaelah ... biji nangka, lebaymu udah over dosis kali ya? Masa lihat hasil kelulusan saja pakai acara tidak siap segala? Macam mau lihat mantan kawinan saja." Raja mengomel. Bocah itu kesal sendiri dengan sikap berlebihan Vie.
"Kenapa kau yang jadi sewot sih? Dasar tidak peka dengan perasaan wanita!" Vie membalas ucapan Raja dengan kesal juga.
"Hey ... disini bukan cuma kau saja yang wanita! Lihat, mereka biasa saja membuka surat kelulusan itu. Dasar kau yang terlalu berlebihan!" Raja menunjuk sekumpulan teman-teman wanita mereka yang tampak kegirangan. "Eh ... tunggu! Sejak kapan kau jadi wanita?" Ledek Raja.
"Sejak ada pak Andra, Ja. Kan hanya pak Andra yang memperlakukan dia seperti tuan putri, dijaga serta dilindungi dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Makanya sekarang dia jadi manja dan semakin lebay, biar dapat perhatian." Dino ikut menimpali.
"Apaan sih bawa-bawa dia?" Vie membantah dengan wajah yang merona merah.
"Itukan, wajahnya merah." Dino semakin meledek Vie.
"Oh iya! Pantas saja. Baiklah, aku mengerti sekarang." Raja manggut-manggut.
"Mengerti apa?" Vie menatap tajam kearah Raja.
"Medusa sedang jatuh cinta!" Raja mengejek Vie dan segera berlari meninggalkan dua sahabatnya itu.
Melihat Raja kabur, Dino merasa ngeri sendiri, dia takut menjadi pelampiasan kekesalan Vie yang sudah meliriknya dengan tajam.
"Eh ... ada Sasuke!" Dino tiba-tiba menunjuk kearah belakang Vie dengan ekspresi kaget. Sontak membuat Vie menoleh ke belakang.
"Ja, tunggu! Aku ikut!" Dino pun lari secepat kilat mengejar Raja yang semakin menjauh dan meninggalkan Vie begitu saja.
Sadar telah di kerjai duo gesrek, Vie pun berteriak mengutuk mereka, "Kusumpahi jomblo seumur hidup! Dasar Raja singa ... Dinosaurus!!!"
Sejenak gadis itu terdiam mengingat ucapan Raja barusan, dia tertunduk memegangi surat kelulusan yang belum juga dia buka.
__ADS_1
"Jatuh cinta?" Ucap Vie pelan.
"Siapa yang jatuh cinta?" Tiba-tiba suara itu mengagetkan Vie. Gadis itu sontak mengangkat kepalanya dan matanya membulat saat melihat Andra sudah berdiri di hadapannya.
"Kau ...? Kenapa bisa ada disini?" Vie gugup sekaligus bingung melihat Andra, ini untuk pertama kalinya dia masuk ke pekarangan sekolah Vie setelah dia resign waktu itu.
"Memangnya kenapa kalau aku disini? Lagipula aku ingin menjemputmu. Aku lihat teman-temanmu sudah pulang, tapi kenapa kau masih disini? Lalu siapa yang jatuh cinta?" Tanya Andra bingung.
" Hmmm ... tidak apa-apa. Yuk, pulang!"
"Kau luluskan?" Andra bertanya dengan cemas saat melihat Vie memegangi surat kelulusan dengan wajah masam, dia tak tahu jika gadis ajaib itu sedang galau dan kesal kepada duo gesrek.
" Entah."
"Loh ... kok entah? Kau belum melihat hasilnya?" Tanya Andra lagi. Dan Vie hanya menggeleng.
"Kenapa?"
"Belum siap mental, takut tidak lulus. Entar kalau aku pingsan dan syok, bagaimana?" Lebay Vie kumat lagi. Vie takut tidak lulus karena dia sadar selama ini nilai-nilainya tidak bagus sebab dia malas belajar, walaupun di akhir-akhir sekolah ada sedikit perubahan berkat Andra yang selalu setia mengajarkan les kepadanya, tapi tetap saja gadis itu pesimis.
"Ya ampun, kau kan sudah berusaha dengan keras. Jadi apapun hasilnya, kau harus terima dengan lapang dada. Sampai kapan kau takut begini? Memangnya kau tidak penasaran apa?" Andra menasehati Vie.
"Penasaran sih."
"Kalau begitu, buka sekarang!" Pinta Andra tegas.
"Iya deh." Vie pun menurut dan membuka serta membaca isi surat kelulusan itu. Seketika matanya membulat sempurna.
"Apa hasilnya?" Andra penasaran.
"Aku lulus ...! Yeeeeee ...!" Vie spontan memeluk Andra dengan girang. Lelaki tampan itu sampai melongo dengan aksi mendadaknya. Dia membiarkan Vie memeluknya tapi tidak membalas pelukan gadis itu.
Sadar dengan tingkah tak pantasnya, Vie pun segera melepaskan pelukannya dari Andra. Wajah gadis itu memerah menahan malu. Mendadak suasana menjadi canggung dan hening.
"Selamat ya." Andra berusaha memecah keheningan.
"Terimakasih. Yuk, pulang!" Vie berbicara tanpa memandang Andra, dia bahkan berjalan mendahului lelaki itu sambil mengutuk dirinya sendiri karena sudah seenaknya memeluk Andra.
__ADS_1
***
Guys ... maaf ya kalau author slow update, sebab author masih sakit. Jadi author nulis semampunya author saja. Mohon pengertiannya ya. 🙏🙏