Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 20 (S2)


__ADS_3

Vie berjalan memasuki rumahnya dengan wajah yang masam, gadis itu masih sangat kesal karena kejadian di lapangan tadi. Andra dan duo gesrek pun mengikutinya sampai ke rumah, dan otomatis pertandingan di bubarkan.


Venus yang melihat tingkah sang putri mendadak bingung.


"Kau kenapa?" Tanya Venus saat melihat Vie.


"Aku sebel!" Jawab Vie ketus sambil terus berlalu dari hadapan sang mama.


Venus semakin kebingungan, dia mengalihkan pandangan ke arah Andra dan duo gesrek yang masih berdiri mematung di depan pintu masuk.


"Kalian berdua, ikut tante!" Venus memberi perintah kepada Raja dan Dino dengan tegas.


"Baik, tante!" Jawab Raja dan Dino serentak.


"Dan kau, ganti kembali pakaianmu sebelum suamiku pulang!" Kali ini Venus memerintah Andra.


"Baik, nyonya!" Jawab Andra sambil menganggukkan kepala.


Venus pun berlalu bersama dengan Raja dan Dino yang mengikuti langkahnya, sementara Andra kembali ke paviliun untuk mandi dan berganti pakaian.


Setelah tiba di tempat yang cukup aman, Venus menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap duo gesrek yang tertunduk takut.


"Sekarang kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" Pinta Venus.


Untuk beberapa detik, duo gesrek hanya diam dan saling pandang. Tapi akhirnya dengan sedikit takut, Raja membuka suara, dia menceritakan semua yang terjadi di lapangan sampai kepada penyebab Vie marah dan pulang dengan wajah masam.


"Hahahaha ... jadi begitu ceritanya? Lucu sekali!" Venus tergelak setelah mendengar cerita Raja. Kedua bocah itu sampai heran melihat reaksi Venus, tadinya mereka berfikir Venus akan marah karena mereka gagal menjalankan misi yang dia perintahkan.


Flashback on ...


Siang itu Venus mengajak duo gesrek ketemuan di salah satu caffe sepulang sekolah, yang pasti tanpa sepengetahuan Vie.


"Ada apa tante mengajak kami ketemuan?" Tanya Raja bingung.


"Iya, tumben sekali deh tante!" Dino ikut menimpali.


"Memangnya tidak boleh apa? Kalian kan teman-temannya anak tante, berarti kalian anak-anak tante juga kan?"


"Iya sih, tan." Ucap Raja pelan.


"Perasaanku mulai tak enak ini" Batin Raja.

__ADS_1


"Sebenarnya tante memanggil kalian karena tante membutuhkan bantuan kalian berdua." Venus akhirnya jujur mengutarakan niatnya.


"Kan benar dugaan ku!" Gumam Raja.


"Bantuan apa, tante?" Tanya Raja dan Dino bersamaan.


"Begini, tante ingin kalian berdua membantu tante membuat Vie dan Andra bisa berteman dengan baik. Tante tidak ingin melihat Vie memusuhi Andra terus." Venus berbicara dengan wajah memohon.


"Tapi tante, Vie itu sangat tidak menyukai pak Andra sejak pak Andra berbicara dan bersikap kasar kepadanya waktu itu. Lagipula kami tidak ingin mengkhianati sahabat kami, masa kami harus membuat dia berteman dengan orang yang dia tidak suka." Raja tidak terima.


"Iya, tan. Vie pasti sangat marah kalau sampai tahu kami merencanakan sesuatu untuk membuat dia berteman dengan musuhnya." Lanjut Dino.


"Hmmm ... ya sudahlah kalau kalian tidak ingin membantu tante, berarti uang ini tante kasih ke orang lain yang mau membantu saja." Venus mengibaskan lima lembar uang seratusan di depan wajahnya.


Mendadak mata Raja dan Dino melotot melihat uang itu, dan detik itu juga rasa setia kawan mereka kepada Vie runtuh sudah. Iman mereka digoyahkan dengan lembaran kertas berwarna merah itu.


"Kalau begitu apa yang harus kami lakukan, tante?" Raja bertanya dengan antusias. Melihat perubahan drastis sikap bocah itu, Venus hanya tersenyum samar, walaupun dia sangat geli melihat bocah-bocah mata duitan ini.


"Ajak Andra untuk ikut bermain sepak bola bersama kalian, usahakan dia tidak menolak dan Vie juga setuju." Venus memberitahu rencananya. "Ini belikan sepatu bola ukuran 42 dan tempahkan jersy bola seperti yang kalian pakai dengan ukuran L." Venus memberi beberapa lembar lagi uang seratusan kepada Raja. Dia mengetahui ukuran sepatu dan baju Andra karena dia sendiri yang membelikan seragam kerja dan sepatu untuk lelaki itu, tentunya setelah bertanya kepada Andra terlebih dahulu.


"Tapi bagaimana caranya, tante? Tim kami sudah pas." Tanya Dino bingung.


"Kalian bisa membuat seolah-olah tim kalian kekurangan pemain dan meminta Andra menggantikannya. Bagaimana cara selanjutnya, kalian fikirkan sendiri, gunakanlah otak kalian agar tidak sia-sia Tuhan menciptakannya." Ucap Venus yang mulai kesal karena duo gesrek terlalu bodoh.


"Hmmm ... tapi tante, kenapa tante ingin Vie dan pak Andra berteman dengan baik?" Dino bertanya dengan wajah bingung.


"Kalian tidak perlu tahu alasan tante! Cukup kerjakan tugas kalian dengan baik. Dan ingat, jangan sampai Vie tahu! Kalau begitu, tante pamit dulu sebelum Vie mencari tante di rumah." Venus pun berlalu dari hadapan duo gesrek yang masih bingung.


Beberapa hari kemudian, setelah menempah jersy untuk Andra dan membeli sepatu bolanya, Raja dan Dino menemui si Beta yang tak lain adalah teman satu tim mereka.


"Bet, besok kau jangan datang ke pertandingan ya?" Pinta Raja.


"Kenapa seperti itu?" Tanya Beta bingung.


"Sudah jangan banyak tanya! Turuti saja permintaanku dan jangan katakan kepada siapapun terutama Vie ya." Jawab Raja tegas.


"Tapi memangnya ken ..." Belum sempat Beta melanjutkan kata-katanya, mulutnya sudah dibungkam dengan uang seratus ribu oleh Raja.


"Lakukan yang aku perintahkan dan ambil uang itu untuk beli lulur, biar glowing kulitmu!" Ucap Raja dengan wajah jenakanya.


"Dan rahasiakan ini dari siapapun!" Lanjut Dino.

__ADS_1


"Ok deh kakak!" Beta mengangkat jempolnya sebagai tanda setuju.


Flashback off ...


"Kenapa tante tertawa? Misi kita gagal, tan!" Tanya Raja bingung dan berusaha mengingatkan Venus tentang kegagalan rencana mereka.


"Iya, tan. Kita tidak berhasil membuat Vie dan pak Andra berteman, Vie malah semakin marah kepada pak Andra. Bagaimana mereka bisa berteman dengan baik?" Dino pun ikut-ikutan bingung.


"Siapa bilang rencana kita gagal? Malah berjalan dengan sangat baik. Dengan adanya kejadian tadi, setelah ini mereka akan menjadi teman baik, Vie tidak akan bersikap kasar lagi kepada Andra." Venus tersenyum senang membayangkan sesuatu.


"Jadi misi kita berhasil, tante? Tapi aku jadi bingung!" Dino menggaruk kepalanya dengan wajah bodoh.


"Hmmm ... sebenarnya kenapa sih tante melakukan ini?" Raja bertanya dengan tatapan menyelidik.


"Kan tante sudah katakan, tante ingin mereka berteman baik. Kenapa kau masih bertanya lagi?" Jawab Venus malas.


Raja terdiam dan tak membantah ucapan Venus walaupun dia tahu wanita paruh baya itu mempunyai rencana lain yang dia tak tahu pasti itu apa.


"Ya, sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya, tan. Mau mandi." Ucap Raja.


"Iya, sudah gerah sekali ini." Dino ikut menimpali.


"Baiklah, tante juga sudah tidak tahan dengan bau kalian." Kelakar Venus sambil pura-pura menutup hidungnya dengan jari.


"Hehehe ... kita bau ya, tan? Maaf ya." Raja cengengesan malu.


"Kalau tante butuh bantuan kalian lagi, kalian bersediakan?" Venus memandang duo gesrek penuh harap.


"Siap tante!" Jawab duo gesrek serentak.


"Ya sudah, terima kasi ya untuk hari ini." Ujar Venus.


"Sama-sama, tante! Kita pamit ya." Dua gesrekpun berlalu pergi meninggalkan kediaman Brahmansa.


***


Guys ... maaf ya kalau beberapa hari ini author jarang up, dikarenakan author lagi sakit.🤒


Ini saja nulis satu episode bisa dua hari. 😞


Jangan lupa like ya sayang akuh ...

__ADS_1


Biat author makin semangat lagi.


__ADS_2