Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 28


__ADS_3

Keesokan malamnya, Mika sedang berjalan sendiri menuju paviliun untuk makan malam bersama pelayan-pelayan yang lain, tapi saat melintasi kamar Boy, tiba-tiba tangan gadis itu ditarik kasar oleh seseorang dan diseret masuk ke dalam kamar, lalu pintu kamar itu di kunci dari dalam.


"Kau ...? Apa yang kau lakukan?" Mika terheran melihat pria yang tak lain adalah Boy, sedang berdiri menatap tajam dirinya.


"Sudah cukup sandiwaramu wanita bodoh!" Boy berbicara sambil menggeratakan giginya.


"Ma ... maksudnya?" Mika menjadi gugup.


"Jangan pura-pura lagi! Aku sudah tahu siapa kau!" Boy menarik rambut pendek gadis itu sampai terlepas dari kepalanya, hingga rambut aslinya yang panjang terurai lalu membuka dengan kasar kaca matanya dan melemparkamnya ke lantai.


"Erika Winata!" Boy menyebutkan nama asli gadis itu. Iya, dia Erika yang menyamar menjadi Mika.


"Kau tahu darimana?" Erika mulai ketakutan.


"Tentu saja dari kekasihmu yang bodoh itu." Boy tertawa horor.


"Shane ...?" Erika terkesiap mendengar jawaban Boy, dia nggak menyangka kekasihnya sendiri yang membuka kedoknya.


"Dengan bodohnya dia mengoceh kepada orang suruhanku saat diiming-imingi kebabasan, benar-benar payah!" Boy menggeleng-gelengkan kepalanya mengenang kebodohan Shane.


*Flashback on ...


Orang suruhan Boy sedang mengikuti mobil Reino tanpa sepengetahuan pria itu maupun Erik, mereka berhenti disebuah Cafe dan melakukan pertemuan dengan seorang gadis yang tak lain adalah Erika. Tampak sesekali raut wajah terkejut Erika saat Reino berbicara kepadanya. Setelah beberapa saat bicara, Reino dan Erik meninggalkan Erika yang tersenyum kecil. Lalu gadis itu pun beranjak pergi dari Cafe, orang suruhan Boy mengikuti Erika dari jarak aman sampai berhentilah gadis yang tengah hamil muda itu di sebuah kantor polisi, dia bermaksud menemui kekasihnya ... Shane.


"Shane, sebentar lagi kau akan bebas dan kita akan segera menikah!" Erika tertawa riang.


"Kau yakin sekali?" Shane memandang malas kekasihnya itu.


"Iya dong, Tuan Reino berjanji akan membebaskanmu asal aku mau bekerja sama dengan mereka."


"Bekerja sama untuk hal apa?" Shane bertanya dengan penuh rasa penasaran.


"Aku harus menyamar menjadi perawat untuk memantau dan mengawasi gerak-gerik Nyonya rumah itu yang sudah hampir gila karena ketakutan." Erika mencerocos bebas karena sanking senangnya.


"Ketakutan kenapa?" Shane semakin penasaran.


"Karena di hantui Kak Venus. Hahaha ..." Erika tergelak puas sekali.


Shane hanya tersenyum penuh arti mendengarkan pengakuan Erika itu.


"Baiklah, aku pulang dulu karena nanti sore aku sudah mulai menjalankan misiku." Erika tersenyum senang lalu berlalu dari hadapan kekasihnya itu.


Shane hanya memandangi pundak Erika yang semakin menjauh dengan tatapan ambigu.


Lalu keesokan harinya, orang suruhan Boy datang menemui Shane setelah mencari tahu kedatangan Erika semalam. Mereka mengaku sebagai pengacara yang dikirim oleh seseorang yang sangat membenci Reino, mereka berjanji akan membebaskan Shane asalkan dia mau membocorkan rahasia dan rencana Reino.


Merasa memiliki kawan untuk menghancurkan Reino, Shane pun menceritakan semuanya kepada orang suruhan Boy dan berharap mereka akan membebaskannya, tapi janji tinggalah janji, sampai sekarang Shane masih meringkuk di dalam penjara.


*Flashback off ...

__ADS_1


Erika tak sanggup mengelak lagi, dia tahu pasti, Shane sangat membenci Reino dan Venus, dan semua persengkongkolan ini Erika lakukan bukan karena dia berpihak kepada mereka tapi karena Reino berjanji akan membebaskan Shane dan memastikan pria berengsek itu segera menikahinya.


Tapi kesalahan terbesar Erika adalah, dia membeberkan semua rencana Reino kepada Shane si mulut ember itu. Erika merutuki kebodohan kekasinya itu.


Habislah kau Shane!


Dasar bodoh!


"Jadi apa maumu sekarang?" Erika menatap lekat Boy yang berdiri di hadapannya.


"Kalau kau masih ingin keluar dari sini dengan selamat, bekerja samalah denganku."


"Tapi aku takut Tuan Reino murka!" Erika menundukkan kepalanya.


"Aku berjanji akan melindungimu dan juga membebaskan kekasihmu itu." Boy mencoba bernegosiasi denga Erika.


Sejenak Erika tampak berfikir, menimbang-menimbang tawaran Boy itu.


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan?" Erika bertanya dengan wajah yang serius.


"Katakan dimana Venus?"


"Apa ...? Ta ... tapi dia sudah tiada." Wajah Erika berubah pias.


"Hey ... ayolah, kau fikir aku tidak tahu! Venus masih hidup! Dia belum mati!" Boy berbicara dengan nada pelan sambil mengeraskan rahangnya.


"Kau tahu darimana?" Erika mulai ketakutan.


"I ...iya ...ak ... aku katakan, ta ... pi lepaskan du ... lu ...!" Erika memelas dengan terbata-bata.


Boy melepaskan cengkeramannya dari leher Erika, gadis itu langsung terbatuk-batuk dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


"Katakan!"


"Di rumah dokter Kenan, di jalan XXX." Jawaban itu lolos begitu saja dari mulut Erika.


"Aku akan menemukanmu dan mengirimmu ke neraka, lalu setelah itu aku akan membuat bocah sombong itu menyusulmu setelah dia menikahi Diana." Gumam Boy dalam hati dengan senyuman licik di bibirnya.


"Bisakah kau lepaskan aku sekarang?" Ragu-ragu Erika bertanya.


"Enak saja kau! Aku masih ada tugas untukmu! Berikan ini diminuman Reino besok pagi, pastikan dia meminumnya. Aku akan mengawasimu!" Boy memberikan sebungkus kecil obat tidur dosis tinggi kepada Erika.


"Tapi ..." Erika terlihat ragu memandangi obat itu.


"Atau aku akan menghabisi kedua orangtuamu jika kau berani melawanku." Lanjut Boy dengan penuh ancaman.


"Jangan!!!"


"Lakukan!" Boy meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Baiklah!" Erika tertunduk pasrah sambil menggenggam obat itu.


"Bagaimana dengan CCTV di rumah itu? Aku bisa ketahuan." Lanjut Erika lagi.


"Kau tenang saja! CCTV-CCTV disana rusak dan mati sejak kejadian malam itu, mereka belum memperbaikinya. Jadi kau akan aman." Boy meyakinkan Erika.


"Akan kulakukan demi orang tuaku dan Shane." Erika menarik nafas dalam lalu membuangnya pelan.


"Pakai kembali wig dan kaca matamu! Tetaplah menyamar!"


"Baiklah." Erika memungut wig dan kaca matanya, lalu memakainya kembali.


Gadis itu melangkah pelan keluar dari kamar Boy.


***


Keesokan paginya, Mika sedang membuatkan teh untuk Reino, dia memasukkan sesuatu kedalam minuman pria itu lalu mengaduknya. Boy yang berpur-pura memgambil minum terus memperhatikan aktifitas Mika alias Erika.


Ina dan para koki heran melihat Mika pagi-pagi sudah berada di dapur.


"Kau membuatkan teh untuk siapa?" Suara Ina terdengar cukup kuat dan tegas, hingga membuat penghuni dapur lainnya terkejut.


"Aku membuatkannya untuk Tuan Reino." Mika berbicara tak kalah kuatnya.


"Apa dia menyuruhmu membuatnya?" Ina Sang kepala pelayan memasang wajah tidak suka.


"Bukan urusanmu!" Mika menjawab dengan nada ketus, lalu beranjak pergi meninggalkan dapur. Ina dan penghuni dapur lain nya hanya memandang kepergian Mika.


Setelah sampai di ruang makan, Mika segera meletakkan gelas berisi teh itu di atas meja makan, Reino yang baru saja datang segera duduk dan menenggak teh buatan Mika sampai habis. Mika tersenyum licik dan melirik Boy yang mengintipnya dari balik pintu dapur.


Lalu Liana dan Diana datang ke ruang makan untuk sarapan, Mika pun berlalu kembali ke dapur.


Beberapa saat kemudian, Reino merasa ada yang aneh, dia memagangi kepalanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha memfokuskan pandangannya.


"Kau kenapa, Rein?" Liana memandang cemas putranya itu.


"Eriiiiik ...!" Reino berteriak memanggil Erik yang menunggunya di depan pintu utama tanpa memperdulikan pertanyaan Mamanya.


"Iya, Tuan Muda! Anda kenapa?" Erik berlari menghampiri Reino dengan raut wajah khawatir.


"Tolong antarkan aku ke kamar, sepertinya aku tidak enak badan. Aku ingin istirahat!" Reino masih memijat-mijat kepalanya.


"Baik, Tuan!" Erik memapah Reino melangkah ke kamarnya dengan pelan, sementara Liana dan Diana pun ikut mengantarkan Reino ke kamarnya.


***


Hayooo ... siapa kemarin yang nebak kalau Mika itu adalah Venus?


Tetooot ... jawaban kalian salah....😁

__ADS_1


Jangan lupa like dan rate 5 nya ya...


Vote banyak-bayak, biar aku kasih visulnya Venus....


__ADS_2