Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 3 (S2)


__ADS_3

Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya, ketiga siswa terabsurd di SMA Darma Bangsa lagi-lagi menjadi pajangan di tengah lapangan, terlambat seperti menjadi hobi bagi ketiganya.


Vie, Raja dan Dino sedang berdiri rapi, dihadapan mereka sudah berdiri Teddy sang kepala sekolah dan seorang pria muda berpostur tinggi dan berkulit putih bersih, wajahnya tampan bak oppa sejuta umat.


"Kalian lagi ... kalian lagi ...! Tidak ada bosan-bosannya apa setiap hari dihukum?" Teddy berteriak membentak ketiga siswanya itu.


"Tidak, pak!" Vie, Raja dan Dino menjawab serentak.


"Jangan dijawab!" Teddy mulai naik darah.


Vie, Dino dan Raja tertunduk takut melihat Teddy yang mulai emosi.


"Pak Andra, saya serahkan ketiga siswa ini kepada anda, semoga anda sabar menghadapi mereka." Ucap Teddy dengan suara yang pelan.


"Baik, pak!" Pria tampan yang bernama Andra itu adalah guru BP yang baru di sekolah Vie.


Teddy pun berlalu meninggalkan Andra dan ketiga siswa ajaib itu.


"Kalian bertiga ikut saya!" Andra memerintah trio gesrek agar mengikutinya.


Vie, Raja dan Dino berjalan pelan di belakang Andra yang sudah mendahului mereka.


"Din, itu oppa mau apa kesini?" Bisik Vie ditelinga Dino.


"Mau syuting Upin Ipin kali." Dino menjawab seenaknya.


"Bukan opa yang itu, upil kadal!" Vie menepuk bahu Dino dengan kesal.


"Memangnya ada opa yang lain?" Dino memutar malas bola matanya.


"Iiiisss ... kau ini!"" Mata Vie sudah melotot kearah sahabatnya itu.


"Ssstt ... sesama kadal tidak boleh berkelahi!" Raja meledek kedua sahabatnya itu.


"Yeee ... tokek belang ikutan saja!" Vie melengos.


"Hey ... kalian bertiga bisa diam tidak!" Andra berbalik dan membentak trio gesrek.


"Bisa, pak!" Ketiganya menjawab serentak.


Andra pun melanjutkan langkahnya, diikuti dengan ketiga siswa luar biasa itu. Begitu masuk ke ruangannya, Andra segera duduk di kursi kebesaran guru BP, sementara trio gesrek hanya berdiri mematung.


"Saya Andra, guru BP yang baru!" Andra memperkenalkan dirinya. " Perkenalkan nama kalian!" Pinta Andra dengan tegas.


"Saya Vie, pak."

__ADS_1


"Saya Raja, pak."


"Kalau saya Dino, pak."


"Kalian sudah tahukan apa kesalahan kalian?" Tanya Andra sambil menatap tajam ketiga siswanya itu.


"Tahu, pak!" Jawab Vie, Dino dan Raja serentak.


"Kalau begitu berikan alasan kepada saya kenapa kalian bisa terlambat? Dimulai dari kamu!" Andra menunjuk Vie.


Mendadak wajah Vie berubah sedih, gadis itu tertunduk sambil meremas jari jemarinya. Dino dan Raja mendadak bingung dengan tingkah sahabatnya itu.


"Saya sebenarnya tak ada niat untuk terlambat, pak. Tapi keadaan yang membuat saya terpaksa terlambat." Vie berbicara dengan suara orang yang hampir menangis.


"Maksud kamu?" Andra menautkan alisnya, bingung mendengar kata-kata Vie.


Dino dan Raja pun ikut-ikutan bingung, mencoba mencerna situasi.


"Pak, ibu saya seorang penjual kacang rebus. Kalau pagi saya yang membeli kacang di pasar, siangnya saya bantu ibu saya merebus kacang dan sore sampai malam, saya yang menjual kacangnya. Sementara ayah saya hanya tukang gali kubur, yang hanya dapat gaji jika ada yang meninggal saja. Saya harus ikut membanting tulang sampai tidur larut malam sehingga paginya selalu bangun kesiangan, mana harus ke pasar lagi. Jadi saya telat itu karena harus membantu orang tua saya dulu, pak." Vie membohongi Andra dan mendramatis suasana. Raja dan Dino sampai melongo mendengar kata-kata sahabatnya itu. Tapi mereka tak berani membongkar kebohongan Vie.


Sementara Andra, lelaki itu merasa sangat iba sekaligus bingung dengan Vie tanpa dia ketahui jika Vie sedang mengarang. Dia iba mendengar kisah hidup gadis itu tapi dia juga bingung, sosok Vie sama sekali tak mencerminkan orang susah. Andra sampai memperhatikan Vie dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Sama sekali tidak terlihat seperti orang susah." Gumam Andra di dalam hati.


"Kalau kamu, mengapa terlambat?" Andra beralih bertanya kepada Raja yang berdiri di samping Vie.


Dino dan Raja memang tak pernah terlambat, tapi Vie telah mengancam mereka, jika mereka masuk lebih dulu sebelum gadis itu datang, maka Vie akan memusuhi mereka dan otomatis kesejahteraan kedua bocah itu terancam, karena selama ini mereka selalu mendapatkan cucuran dana untuk membeli kuota dari Reino, sebagai upah menjaga putrinya.


Andra tertegun mendengar penjelasan Raja, dia salut melihat rasa setia kawan ketiga siswanya ini.


"Setia kawan itu penting, tapi seharusnya tidak mengganggu kedisiplinan kalian disekolah. Harusnya kalian membicarakan ini kepada guru BP kalian yang lama atau kepala sekolah, agar teman kalian ini diberi keringanan." Andra menasihati Raja dan Dino.


"Iya, pak!" Kedua bocah itu mengangguk patuh.


"Dan kamu, saya akan kasih kamu kelonggaran. Mulai besok kamu boleh datang telat sampai batas pukul delapan pagi saja, lewat dari itu, kamu tetap dihukum!" Andra beralih kepada Vie.


"Jadi kalau saya datang telat sebelum jam delapan, saya tidak dihukum, pak?" Vie mencoba memastikan.


"Iya."


"Yeeeeee ..." Vie bersorak dengan riang.


"Kalau kami, pak?" Tanya Raja.


"Ya mulai besok jangan telat, kan kalian tak harus menunggu teman kalian ini lagi." Jawab Andra.

__ADS_1


"Yaaaaaaaa ..."


"Sudah-sudah, sekarang kembali ke kelas kalian."


"Terima kasih ya, pak." Vie tersenyum manis. Sementara Dino dan Raja hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat ulah sahabat somplaknya itu.


"Hemmm ..."


Akhirnya trio gesrek pun berlalu dari ruangan BP dengan perasaan lega, karena hari ini mereka lolos dari hukuman.


"Eh ... kumis lele, sejak kapan mamamu jual kacang dan papamu tukang gali kubur?" Raja bertanya dengan wajah sinisnya.


"Sejak tadi. Hahaha ..." Vie tergelak puas sekali karena berhasil mengerjai guru BP baru itu.


"Gila kau! Nanti kalau ketahuan kau berbohong, habislah kau!" Ucap Dino.


"Bodo amat! Yang terpenting kita tidak dihukum hari ini. Lagipula dia tak akan tahu, tenang saja. Mulai besok aku tidak terburu-buru lagi ke sekolah." Ucap Vie dengan senyum yang mengembang.


"Kalau ketahuan, kau tanggung akibatnya sendiri! Aku tidak ikutan!" Raja mencoba mengingatkan Vie.


"Aku juga!" Dino pun ikut menimpali.


Vie hanya menjulurkan lidahnya mengejek kedua sahabatnya itu dan berlari dengan girang.


Sementara Andra masih memikirkan kata-kata Vie, guru tampan itu benar-benar merasa iba dengan kisah hidup bohongan yang diceritakan Vie tadi.


Tanpa dia tahu jika gadis itu sedang membohonginya.


***


Raja : Thor ... pokoknya kalau Vie ketahuan, jangan bawa-bawa kita! 😤😤😤


Dino : iya, kita nggak ikutan!😒😒😒


Author : Oh, tidak bisa! Kan kalau sahabat harus susah dan senang bersama. 😈😈


Vie : betul ... betul ... betul ... 😁😁


Raja : masa Vie yang makan nangka kita yang kena getahnya sih!


Dino : iya, nggak adil!


Author : ya sudah, kalau begitu kalian yang kena getah, Vie yang makan nangkanya.


Dino dan Raja : Sama saja thor! Cuma dibalik doang! 😤😤😤

__ADS_1


Author dan Vie : 😂😂😂


Maaf ya kalau jarang up, author lagi nyelesain cerita Skandal Cinta.


__ADS_2