
Hari ini Vie akan berangkat ke New York ditemani Reino dan Venus, semua sudah dipersiapkan dan gadis itu telah memantapkan hatinya untuk melanjutkan studinya disana.
Sementara Ayumi sudah kembali ke Jepang tiga hari setelah pulang liburan dari pantai waktu itu.
Vino, Hana dan si kembar mengantar keberangkatan mereka. Jangan lupakan duo gesrek yang kini sudah terisak pilu sambil saling berdempetan, sejak mereka menjadi sahabat Vie, baru kali ini mereka akan berpisah cukup jauh dan dalam waktu yang cukup lama. Reino dan Venus memberikan waktu untuk Vie dan sahabat-sahabatnya itu.
"Kau tega meninggalkan kami disini. Hiks ... hiks ..." Ucap Dino lirih disela isak tangisnya. Membuat semua orang tersenyum geli sekaligus terharu.
"Hanya segini persahabatan kita yang bagai kecebong? Huu ... huu ..." Raja ikut menimpali.
"Hey, kalian cengeng sekali sih? Macam aku mau mati saja? Kitakan masih bisa video call." Ucap Vie berusaha menenangkan sahabat-sahabatnya itu.
"Aku tidak akan menjawab video call darimu." Dino merajuk.
"Coba saja kalau kau mau cari mati!" Ancam Vie.
"Aku pasti akan merindukan ancamanmu itu. Huwaaaa ..." Tangis Dino pecah, sontak Dafa membekap mulut Dino agar suaranya tidak menjadikan mereka pusat perhatian semua orang.
"Diam! Jangan buat malu!" Bisik Dafa ditelinga Dino dan bocah itu pun mengangguk patuh. Dafa pun menjauhkan tangannya dari mulut Dino.
__ADS_1
"Hoek ... mulutmu bau sekali!" Dafa ingin muntah saat mencium telapak tangannya yang membekap mulut Dino. Rafa hanya terkekeh melihat kembarannya itu.
"Aku lupa sikat gigi tadi pagi, habis aku terlalu sedih karena Vie akan pergi ." Ucap Dino sesenggukan.
"Alasan! Dasar jorok!"
"Sudah-sudah, jangan pada ribut!" Vie melerai perdebatan unfaedah kedua orang itu.
"Kalau kau menemukan teman baru disana, jangan lupakan kami ya?" Ucap Raja penuh harap.
"Kau ini bicara apa? Walaupun aku menemukan seribu teman disana, pasti tidak akan ada yang seperti kalian. Orang disana pasti waras waras, tidak ada yang gila seperti kalian ini." Vie meledek kedua sahabatnya itu, tapi mereka tak membalasnya seperti biasanya.
"Janji ya?"
"Yuk, sayang. Sudah saatnya kita berangkat!" Reino menghampiri Vie.
" Aku pasti sangat merindukan kalian semua." Vie berhambur memeluk sahabat gesreknya itu dengan perasaan haru.
" Kami juga!"
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan Vino, Hanna dan si kembar. Mereka pun melangkah memasuki pintu keberangkatan internasional, beberapa kali Vie menoleh kebelakang, berharap melihat sosok yang dia tunggu, tapi gadis itu harus kecewa karena seseorang yang dia harapkan tak akan pernah dia lihat lagi.
"Bodohnya aku masih mengharapkanmu datang." Gumam Vie dalam hati. Air matanya jatuh menetes, tapi dengan cepat dia hapus agar tak ada yang melihatnya.
Namun tanpa sepengetahuan Vie dan semua orang, dari jauh seseorang memperhatikan kepergiannya dengan tatapan penuh kesedihan.
"Semoga kau bahagia selalu." Ucapnya pelan sambil menyeka air matanya.
***
To Be Continued ...
Kelanjutan kisah cinta Andra dan Vie akan berlanjut di novel berikutnya dan dengan judul yang berbeda ya guys.
Kenapa aku nggak lanjut disini?
Karena aku nggak mau episode di novel ini terlalu panjang dan kisah cinta mereka yang sebenarnya akan dimulai di novel berikutnya.
Tetap favoritin novel ini agar kamu tidak ketinggalan informasi tentang kelanjutan kisah mereka ini, keseruan duo gesrek dan rahasia-rahasia yang akan terbongkar.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya sayang akuh ...
Salam dari trio gesrek ...