Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 76


__ADS_3

Setelah adegan kejar-kejaran ala Paman Gober dan Donald Bebek berakhir dengan merahnya telinga Reino akibat di jewer oleh Johan, mereka pun melanjutkan makan malam yang sempat tertunda tadi. Sementara Alvin lebih memilih pulang untuk menyelamatkan hatinya yang mulai terasa perih.


"Masakanmu sungguh enak, persis seperti masakan Ibumu." Robby memuji masakan Venus sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


"Terima kasih, Om. Aku senang sekali kalau Om dan semuanya menyukai masakanku."Ucap Venus dengan senyum mengembang.


"Kalau begitu tinggallah disini agar kau bisa memasak setiap hari untukku dan Om Robby!" Vino menyela cepat, membuat semua orang terkejut dengan permintaannya.


"Uhuuukk ... uhuuukk ...!!" Reino yang sedang menelan makanannya sampai terbatuk-terbatuk. Venus segera menyodorkan gelas berisi air putih kepada suaminya itu.


"Pelan-pelan saja makannya! Nggak usah terburu-buru." Venus menepuk-nepuk pelan punggung belakang Reino.


"Apa kau bilang tadi?" Reino langsung menembakkan pertanyaan kepada Vino setelah tersedaknya hilang.


"Aku hanya meminta Adikku untuk tinggal disini agar dia bisa memasak setiap hari. Kenapa ...? Kau keberatan ...?" Vino mulai lagi memancing perdebatan dengan Reino.


"Iya, tentu saja aku keberatan! Dia itu istriku, aku ingin dia tinggal bersamaku!" Reino mulai terpancing emosinya, menatap tajam kepada kakak iparnya itu.


"Tapi dia Adikku!" Vino nggak mau kalah.


"Hey ... cukup!!! Kenapa sih kalian berdebat di meja makan? Nggak sopan!" Venus mulai berang melihat tingkah kedua pria itu.


"Maaf ...!" Ucap Reino dan Vino bersamaan. Tapi tatapan tajam mereka masih bertahan di mata masing-masing.


"Kalian ini, sudah dewasa masih saja seperti anak kecil. Agar lebih adil Venus sendiri yang akan menentukan, bagaimana, Nak ...?" Robby akhirnya angkat bicara.


"Begini saja, aku akan datang kesini setiap hari sepulang dari kantor dan aku akan memasak untuk makan malam Kakak dan Om Robby, setelah itu aku akan pulang." Venus mencoba bernego dengan kakak dan suaminya.


"Kau bekerja ...? Apa dia tidak memberimu uang dan mencukupi kebutuhanmu, sehingga kau sampai harus bekerja?" Vino salah paham dan mencak-mencak.


"Bukan begitu, Kak! Dia memberiku segalanya, tapi aku hanya ingin bekerja saja untuk mengisi waktu luang." Ucap Venus menjelaskan kesalahpahaman kakaknya.


Sementara Reino, Robby dan Johan hanya diam melanjutkan makan malam mereka tanpa memperdulikan dua kakak beradik itu, mereka sepertinya memahami kekhawatiran Vino kepada Venus telah membuatnya bertingkah posesive bahkan mengalahkan suami Venus sendiri.

__ADS_1


"Baiklah, kalau kau maunya seperti itu. Tapi untuk malam ini, menginaplah disini. Inikan rumahmu juga." Vino berbicara dengan raut wajah sedih, sepertinya dia nggak rela Venus kembali ke rumah Reino.


Venus melirik Reino, meminta persetujuan suaminya itu.


"Baiklah, malam ini kami akan menginap disini!" Ucap Reino memberi keputusan.


"Kami ...?" Vino menautkan kedua alisnya, memandang Reino penuh tanya.


"Iya, aku dan istriku akan menginap disini!" Reino mengulangi kata-katanya lagi.


"Aku hanya meminta Adikku yang menginap, kenapa kau malah ikut-ikutan?" Vino tidak terima jika Reino juga ikut menginap.


"Kakak ... sudahlah, dia kan suamiku, jangan terus berdebat dengannya!" Venus melengos. Dan kata-katanya sudah cukup membuat Vino bungkam, sementara ketiga pria lain hanya mengulum senyum.


***


Makan malam yang super menegangkan sudah berakhir, mereka sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, sedangkan Johan lebih memilih kembali ke apartemennya.


Venus berdiri di depan cermin meja hias sambil menyisir rambut panjangnya, lalu tiba-tiba Reino datang dan memeluk pinggangnya dari belakang membuat Venus terkejut.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang!" Reino meletakkan dagunya dicuruk leher Venus dan berbisik mesra ditelinga istrinya itu. Bulu roma Venus berdiri karena merinding.


"A ... aku ... aku juga merindukanmu." Venus menjadi gugup karena perlakuan Reino. Wajah gadis itu sudah bersemu merah.


"Benarkah kau juga merindukanku? Mana buktinya?" Reino semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Venus dan mencium leher jenjang gadis itu.


"A ... aku ... aaaaww ..." Venus yang semakin gugup tiba-tiba memekik saat Reino menggigit lehernya dengan nakal.


"Kenapa kau menggigitku?" Venus protes.


"Kau menggemaskan kalau sedang gugup begini! Aku jadi ingin melahapmu sekarang juga!" Reino berbisik, nafasnya menyapu telinga Venus, membuat gadis itu semakin merinding geli.


Reino melepaskan pelukannya dan membalik badan Venus, kini pasangan suami istri saling berhadapan. Jantung Venus berdetak nggak karuan, begitu juga dengan Reino. Mereka seperti pasangan yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan rasa rindu yang menggunung.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu. Aku ingin terus bersamamu sampai tua, sampai aku mati." Ucapan Reino terdengar lirih dan menyentuh relung hati Venus.


"Aku juga mencintaimu."


Reino menarik leher belakang Venus dan mendekatkan wajah mereka, lalu segera melum4t bibir mungil milik istrinya itu dengan penuh cinta. Awalnya hanya ciuman lembut tapi lama kelamaan menjadi ciuman yang panas dan menuntut.


Cukup lama mereka berciuman, saling bertukar saliva dan membelit lidah satu sama lain. Walaupun mereka tergolong amatiran dalam hal ini, tapi itu sudah cukup membangkitkan hasrat keduanya.


Venus melepaskan tautan bibirnya dari bibir Reino saat pasokan oksigennya mulai habis, Reino mengusap bibir Venus yang basah. Lalu menggendong tubuh istrinya itu dan menghempaskannya ke atas ranjang, Reino menaiki badan Venus yang terlentang dan langsung melanjutkan aksinya yang tadi, melum4t dan mengecap bibir Venus dengan liar, lalu turun ke leher gadis itu, meninggalkan beberapa stempel kepemilikan disana. Sepertinya hasrat Reino sudah tak bisa terkontrol lagi, rasa rindu yang mendalam membuat pria tampan itu berniat melampiaskannya malam ini.


Berulang kali Venus mendes4h menahan geli karena ulah Reino, gadis itu hanya pasrah dengan semua perlakuan suaminya.


Reino berhenti sejenak lalu melepaskan semua kain yang membalut tubuh atletisnya dan segera melepaskan juga pakaian yang masih menutupi tubuh indah milik Venus.


Kini tubuh mereka sudah sama-sama polos, Reino melanjutkan kembali aksinya bergerilya di atas tubuh mulus istrinya. Tak ada yang luput dari sapuan bibir dan lidahnya, sudah banyak jejak merah kebiruan di leher dan dada Venus dan akhirnya penyatuan tubuh pun dimulai.


Desahan demi desahan bersahut-sahutan di dalam kamar itu, peluh membasahi tubuh mereka. Tak ada kata yang terucap, hanya tatapan mata sayu keduanya yang seakan cukup menyampaikan apa yang mereka rasakan.


Hingga beberapa saat kemudian mereka mencapai puncaknya dan terkulai lemas di sisi satu sama lain.


"I love you." Reino mengecup kening dan bibir Venus lalu menarik tubuh polos istrinya itu kedalam pelukannya.


"I love you too ..." Venus melingkarkan tangannya di tubuh Reino dan memeluk erat suaminya.


***


Satu hal yang aku sadari, jika pasangan suami istri baru saja berbaikan, rasa rindu itu bisa berlipat-lipat kali lebih besar dari biasanya meskipun baru saja bertemu. Apa kalian juga begitu ...?


Jangan lupa likenya ya sayang akuh...💜


Maaf adegan nya nggak mendetail, aku agak gimana gitu kalau nulis bagian ini ... 😂


Harap maklum ya guys ...

__ADS_1


__ADS_2