Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 66


__ADS_3

Venus sedang duduk melamun di tepi ranjang Vino, dia memandang lekat wajah tampan Kakaknya yang terlelap itu. Sejenak dia teringat kedatangan Reino tadi, sejujurnya Venus sangat merindukan suaminya itu. Tapi rasa bersalahnya kepada Vino dan keegoisannya telah menutup pintu maaf dihatinya untuk Reino, tapi tak bisa di pungkiri dia juga merasa kasihan kepadanya.


"Aku tahu Kakak pasti sangat marah kepadanya, aku pun juga marah. Tapi aku nggak bisa membencinya, aku nggak bisa ...!" Ucap Venus dalam hati.


Tiba-tiba Kenan masuk ke ruangan Vino dan menepuk pelan pundak Venus.


"Hey ... my pretty!"


"Haa ...? Mengagetkan saja!" Venus terkejut dengan kedatangan Kenan.


"Apa yang sedang kau fikirkan, sehingga tak menyadari kedatangan pria setampan aku." Kenan mendramatis kata-katanya.


"Bukan apa-apa!" Venus tertunduk menyembunyikan wajah sendunya. Dia ingin menutupi kegalauan hatinya dari siapapun termasuk Kenan.


"Kenapa kau terlihat sedih? Apa karena kedatangannya tadi?" Mata Kenan mencoba mencari wajah muram Venus yang tertunduk.


"Hmm ... bu ... bukan!" Venus menjadi gugup sendiri.


Eh, dia tahu darimana?


"Sudah jangan menutupinya lagi! Aku sudah tahu, tadi Erik sudah menceritakan semuanya kepadaku." Ujar Kenan jujur.


Venus hanya terdiam tak menjawab ucapan Kenan, sebisa mungkin dia sudah menutupi kesedihannya, tetap saja orang-orang dapat melihatnya.


"Lalu darimana kau mengetahui jika driver itu adalah Reino?" Tanya Kenan penasaran.


"Apa dia yang menyuruhmu bertanya kepadaku?"


"Tidak ... tidak ...! Kau fikir aku tukang suruhnya?" Kenan tak terima.


"Kau kan memang kacungnya." Venus memandang malas Kenan yang berdiri di sampingnya.


"Enak saja kau bicara!" Kenan memelototkan matanya. "Ayolah ... katakan darimana kau tahu?" Kenan bertanya. Pria jenaka itu sedang dalam mode kepo akut.


"Baiklah, karena aku baik ... aku akan mengatakannya."


Venus pun menceritakan darimana dia tahu bahwa driver ojek online itu adalah Reino.


Flashback on ...


Setelah driver itu berlalu beberapa langkah dari depan ruangan Vino, dia berpas-pasan dengan dua orang perawat yang ingin memeriksa kondisi Vino. Kedua perawat yang bernama Ella dan Sasa itu meliriknya sambil senyum-senyum nggak jelas lalu segera masuk keruangan Vino. Venus pun ikut melangkah masuk mengikuti perawat-perawat itu.


Saat memeriksa Vino, Ella dan Sasa sesekali mengobrol dengan pelan, takut Vino yang sedang tidur terganggu. Venus yang duduk di dekat mereka hanya memperhatikan kedua perawat yang sedang asyik berceloteh.

__ADS_1


"Eh, tampan banget loh dia. Beruntung sekali yang menjadi istrinya nanti." Ucap Ella pelan.


"Iya, udah tampan ... kaya raya pula. Siapa sih yang nggak mau?" Sahut Sasa sambil mengukur tekanan darah Vino menggunakan alat tensi.


"Tapi heran juga, untuk apa dia menyamar menjadi driver ojek online? Mau buat prank kali ya." Lanjut Ella.


"Iya, aku sampai kaget pas dia berdiri di dekat meja resepsionis, tadinya aku fikir dia adalah driver yang keras kepala, tapi ketika dia buka maskernya, aku baru tahu kalau dia Tuan Muda Reino." Cerocos Sasa setengah berbisik.


Mendengar kata-kata kedua perawat itu, hati Venus seperti mencelos keluar.


Apakah aku tidak salah dengar. Tapi ucapan perawat ini jelas sekali. Aku harus tanyakan lagi.


Venus menunggu kedua perawat itu selesai memeriksa Vino. Setelah tugas mereka selesai, Venus segera menghampiri mereka dan mencerca pertanyaan yang sudah mengisi kepalanya sedari tadi.


"Maaf, apa maksud kalian driver ojek online yang tadi itu Reino Brahmansa?" Tanya Venus dengan tatapan menyelidik.


"Iya, Nona. Driver yang berpas-pasan dengan kami tadi itu adalah Tuan Muda Reino." Jawab Ella dengan yakin.


"Kalian tahu darimana?" Venus memastikan.


"Saat dia bertanya kamar temannya kepada resepsionis, seciurity memintanya untuk membuka helm tapi dia tidak mau. Akhinya dia membuka maskernya, dan ternyata dia Tuan Reino sedang menyamar jadi driver ojek online. Seciurity jadi takut dan membiarkan dia masuk menggunakan helm." Sasa menjelaskan dengan rinci.


Venus menutup mulutnya yang ternganga karena terkejut dengan tangan, mendadak hati Venus menjadi meradang karena dipermainkan oleh Reino.


"Jadi perawat-perawat usil itu yang membeberkannya? Akan aku hukum mereka!" Kenan bercanda tapi dengan raut wajah serius.


"Eh ... jangan! Kasihan mereka, aku juga pasti jadi tidak enak kan!"


"Tidak bisa, mereka harus di hukum karena mengobrol saat bekerja!" Ucap Kenan lagi.


"Aku mohon jangan! Jangan kejam begitu!" Venus memohon.


"Hmm ... baiklah! Aku tidak akan menghukum mereka, asalkan kau mau ikut bersamaku." Kenan mencoba bernego.


"Kemana?"


"Sudah ikut saja! Ayo ...!" Kenan melangkah menuju pintu keluar.


"Tapi bagaimana dengan Kakak?" Venus mengejar langkah Kenan dengan tergesa-gesa, bahkan dia sampai melupakan ponselnya yang tergeletak di meja.


"Biar Alvin dan pengawal ini yang menjaganya! Lagipula dia sedang tidur." Ucap Kenan saat sudah di depan pintu ruangan Vino.


Alvin yang menunggu ruang tunggu, segera berjalan mendekati Venus dan Kenan yang baru saja keluar.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?" Alvin memandang Venus dan Kenan bergantian. Jelas sekali dia tidak menyukai kedekatan Kenan dan Venus.


"Apa kami harus mendapat izinmu dulu, baru bisa pergi bersama?" Kenan memandang tak suka kepada Alvin.


"Hey ... kenapa kau galak sekali?" Venus menepuk bahu Kenan. " Kami hanya ingin keluar sebentar, aku titip Kakak ya?" Venus berbicara dengan lembut sembari memamerkan senyum mempesonanya.


"Baiklah ...!! Kau hati-hati ya." Alvin pasrah dan memaksakan senyuman dibibirnya.


Kenan dan Venus berlalu meninggalkan Alvin yang memandang kepergian mereka dengan perasaan kesal.


Venus, walaupun aku tahu kau sudah menikah. Tapi aku tetap berharap, kelak kau akan menjadi milikku.


***


Kenan membawa Venus ke sebuah restoran, mereka memilih ruangan private agar bisa leluasa berbicara tanpa gangguan.


"Sebenarnya ada apa kau membawaku ke tempat ini?" Venus memandang bingung pria aneh di hadapannya ini.


"Untuk makan!" Kenan menjawab sekenanya.


"Oh, iya ...? Kau fikir aku percaya?" Venus mencebik kesal sambil melipat tangannya di depan dada.


"Terserah!" Jawab Kenan tak acuh.


"Dasar kau ini ...!! Aku mau pulang saja!" Venus merajuk. Bibirnya sudah maju 3 cm, membuat wajah cantiknya terlihat menggemaskan.


"Jangan menggodaku dengan wajah menggemaskan begitu! Aku bisa khilaf nanti." Kenan menundukkan pandangannya, mencoba fokus pada daftar menu makanan.


"Dasar gila!" Venus melongos.


"Tunggulah sebentar saja! Kau pesan saja apa yang ingin kau makan, hari ini aku mentraktirmu." Ucap Kenan dengan wajah serius.


"Aku tidak berselera!"


Tiba-tiba seseorang yang sangat Venus kenal memasuki ruangan private itu dengan wajah dinginnya, Venus terkesiap melihat kedatangannya.


"Maaf ... aku sedikit terlambat!"


"Kau ...?" Mata Venus membulat sempurna melihat kedatangannya.


***


Karena hari ini Anniversary pernikahan author, jadi author up sampai 3 episode...😁

__ADS_1


Jangan lupa likenya...


__ADS_2