Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bonus episode 10 (Selesai)


__ADS_3

Hari spesial yang ditunggu semua orang pun datang, setelah sekian lama menjomblo, akhirnya duo apes yaitu Vino dan Erik alias Hendrik pun menikah juga.


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Erik setuju untuk mengadakan resepsi pernikahannya bersamaan dengan resepsi pernikahan Vino, yang tadinya pernikahan Vino akan digelar di kediaman Hanna pun akhirnya batal dan jadilah kedua pasang pengantin baru itu duduk di dua kursi pelaminan yang super megah dan mewah disebuah hotel ternama. Konsep garden parti permintaan Ina dan ala negeri dongeng permintaan Hanna menyatu dengan sempurna, sungguh membuat semua orang berdecak kagum melihatnya.


Lantunan musik A THOUSAND YEARS pun menjadi backsound pernikahan mereka, para tamu undangan yang datang takjub melihat kedua pasang pengantin yang sangat cantik dan tampan itu. Sementara itu di salah satu sudut ruangan pesta, Venus sedang berdiri sambil tersenyum ke arah Reino yang berjalan mendekatinya. Hari ini Venus tak kalah cantiknya dengan para pengantin wanita, walaupun masih menyusui baby Vie, tapi tubuh Venus terbilang sangat bagus, tidak terlihat terlalu gemuk, apalagi dengan gaun merah yang dia pakai, kecantikannya terpancar jelas.



Sementara Reino yang menggunakan jas merah maroon berjalan mendekati sang istri dengan sebuah buket bunga besar ditangannya.



"Ini untukmu, sayang." Reino memberikan buket bunga yang dia bawa kepada Venus.


"Kenapa memberikan bunga untukku? Apakah hari ini ada yang spesial?" Venus memandang bingung suaminya itu.


"Memangnya harus ada hari spesial saja baru boleh memberikan bunga untuk istri sendiri? Aku hanya ingin mengungkapkan rasa bahagiaku saja." Reino menjelaskan maksudnya.


"Iya deh, kalau begitu terima kasih ya suamiku sayang." Venus menerima bunga itu dan tersenyum manis.


"Terima kasih saja?" Tanya Reino.


"Memangnya apa lagi? Kau memberiku bunga tapi mengharapkan imbalan ya?" Venus menatap tajam ke arah Reino.


"Cckk ... aku hanya ingin kau mencium ku, apa susahnya?"


"Apa? Disini?" Venus membulatkan matanya sempurna.


"Jadi dimana? Atau kau ingin di kamar?" Reino bertanya dengan wajah genitnya.


"Tidak ... tidak ... apaan sih?"


"Ya sudah, cepat cium!" Reino mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Venus yang merasa malu dengan kelakuan Reino, mendorong pelan wajah suaminya itu.


Reino yang gemas dengan tingkah istrinya sontak memeluk tubuh Venus, sehingga membuat mereka menjadi perhatian semua orang.


"Ehem ... mesranya!" Tiba-tiba seorang pria menegur Reino dan Venus.


"Hai ... Satria! Ternyata kau datang juga!" Reino melepas pelukannya dengan Venus dan beralih menyambut pria yang tak lain adalah Satria Wijayanto, rekan bisnisnya itu.


"Tentu dong! Suatu kehormatan bisa diundang oleh seorang Reino Brahmansa, masa aku tidak datang?" Ucap Satria sambil tersenyum manis.


"Kau terlalu berlebihan! Oh iya, perkenalkan ini Venus istriku." Reino beralih memperkenalkan Venus kepada Satria.

__ADS_1


"Hai, aku Satria Wijayanto." Satria tersenyum ramah kepada Venus.


"Hai, Satria."


"Anak kalian mana?" Tanya Satria.


"Sedang tidur bersama baby sitter nya!" Jawab Venus.


Satria hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, sejenak hatinya kembali merasa iri kepada Reino.


"Pasti aku akan sebahagia mereka jika rumah tanggaku baik dan memiliki seorang anak." Gumam Satria dalam hati sambil melamun memandangi Reino dan Venus.


"Hey ... kenapa melamun?" Reino menepuk pelan pundak Satria, menyadarkan lelaki itu dari lamunannya.


"Ah ... hmm ... tidak apa-apa!" Satria yang kaget mendadak gugup.


"Sayang, kalau begitu aku mau melihat Vie dulu." Venus beranjak meninggalkan Satria dan Reino.


Acara Pun terus berlanjut hingga malam dan berakhir saat semua tamu sudah pulang, tinggallah kedua pasang pengantin yang berjalan ke kamar hotel dengan raut wajah lelah.


***


Vino dan Erik sudah berada di kamar pengantin mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Erik, saking gugupnya dia sampai deg-degan membayangkan adegan malam pertama bersama Ina. Selama ini diam-diam Erik sudah banyak belajar dari video yang dia tonton, Erik benar-benar tak sabar untuk mempraktekkannya kepada sang istri.


Lima menit kemudian Ina keluar dari kamar mandi dengan wajah kesal bercampur malu, Erik yang melihat istrinya keluar segera mengatur posisi agar kelihatan sexy dan keren.


"Sayang, aku haid!" Ucap Ina pelan sambil tertunduk malu.


Jedeeeeerrr ... bagai disambar petir rasanya telinga Erik mendengar ucapan sang istri.


"Apaaaa ...?" Erik terperangah tak kuasa menahan keterkejutannya. Mendadak tubuh Erik lemas tak bertulang, musnah sudah angan-angannya menikmati malam ini. Untung saja Ina yang telah memperkirakan waktu haidnya sudah dekat membawa pembalut untuk berjaga-jaga.


Sementara di kamar pengantinnya Vino masih menunggu Hanna tapi istrinya itu tak kunjung keluar dari kamar mandi, lalu terdengar suara Hanna memanggilnya dari dalam.


"Vin .... Vino, bisa tolongi aku tidak?" Hanna berteriak meminta pertolongan.


Vino yang cemas, sontak melompat dari tempat tidur dan segera menghampiri istrinya itu.


"Ada apa, sayang?" Vino menjawab dari balik pintu kamar mandi.


"Tolong belikan pembalut dong! Aku haid ini." Kata-kata Hanna sukses membuat lelaki yang sudah berhasrat ini merosot terduduk di lantai. Hancur semua khayalannya, bisa dipastikan dia gagal melepas lajangnya malam ini.

__ADS_1


"Masa aku yang harus beli? Aku malu!" Vino protes.


"Kalau begitu coba tanya Venus, mungkin saja dia membawa pembalut." Pinta Hanna.


Dan akhirnya Vino melangkah malas menuju kamar Venus, karena sudah terlalu malam, Reino beserta anak dan istrinya pun ikut menginap di hotel itu. Nasib baik masih memihak Vino, syukurnya Venus membawa stok pembalut, jadi Vino tak harus menebalkan wajahnya untuk membeli pembalut ke supermarket.


Mendengar Vino meminta pembalut, tawa Reino pun pecah, adik ipar Vino itu pun terbahak-bahak sambil mengejek sang kakak ipar.


"Malam pertamanya di ganti jadi malam ketujuh saja!" Reino meledek Vino.


"Tutup mulutmu!" Vino berlalu dari kamar Venus dengan wajah yang sudah ditekuk.


Dan pada akhirnya malam ini tak ada kegiatan bercinta seperti yang dibayangkan semua orang, kedua orang pria yang berstatus pengantin baru itu pun tidur dengan perasaan kesal yang menjalar ke seluruh tubuh.


💜 SELESAI 💜


***


Erik : Tega banget sih Thor hancurin malam pertama kita? Masa harus nunggu tujuh hari lagi? 😭😭😭


Author : Baru juga tujuh hari bang, belum lagi Author buat seumur hidup! 😂😂😂😁


Vino : Apa yang elu lakukan ini jahat! Kenapa sih tak henti-hentinya menyiksa bathin kita! Memang kita salah apa sih Thor? 😤😤


Author : Salah milih Author! 😂😂😂


Erik : Lah, kan bukan kita yang milih elu. Yang ada Author kali yang milih kita!


Author : Iya juga ya? 🤔🤔🤔


Reino : Apaan sih pada ribut?


Author : Ini bang, mereka pada nyalahin Author gegara gagal malam pertama. 😢😢😢


Reino: Terima nasib aja deh, kan masih ada malam ke tujuh dan seterusnya. 😂😂😂😂


Erik : Au ah ... gelap! 😒😒😒


Vino : Aku sumpahi yang baca pada kabur! 😡😡😡


Author : Jangan dong! Ampuuuun ...! 🙏🙏😭😭😭


Reino : 😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2