Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 88


__ADS_3

Lalu tiba-tiba mata Erik tertuju kepada secarik kertas yang terjatuh di bawah ranjang Erika, sepertinya semua orang terlalu panik sampai tak memperhatikan kertas yang terlihat seperti surat itu.


"Ini kertas apa?" Erik memungut kertas itu dengan curiga.


Semua mata tertuju kepada Erik, pria itu membaca baris demi baris tulisan di kertas itu yang berisi ...


"Aku tahu kalian pasti mengkhawatirkan aku, aku minta maaf ...


Aku pergi untuk membalas dendamku kepada orang yang sudah membunuh anakku.


Dia harus mendapat balasannya, aku tak akan membiarkan dia hidup dengan tenang." Erika.


Mata Erik membulat sempurna setelah membaca surat itu, mendadak hatinya merasa tak enak.


"Apakah ini tulisan Nona Erika?" Erik menunjukan kertas itu kepada Daniel dan Eliza.


"Iya, ini tulisan Erika. Apa yang dia katakan?" Eliza pun ikut cemas.


Erik mengulang membacakan isi surat itu dengan suara yang lebih keras agar bisa di dengar semua orang, mendadak kepanikan menyerbu orang-orang di ruangan itu.


"Apa maksudnya? Siapa yang sudah membunuh bayinya?" Tanya Reino bingung.


"Shane." Eliza menjawab dengan wajah yang sudah basah karena air mata. Suara wanita itu gemetar.


"Apaaaa ...!" Semua orang serentak terkejut mendengar nama yang disebut Eliza.


"Apa maksudmu, Ma? Jadi Shane yang membunuh anaknya sendiri?" Daniel menautkan kedua alisnya, menatap istrinya itu penuh tanya.


"Iya, Shane yang membuat Erika keguguran, tadi setelah aku paksa, akhirnya Erika mau menceritakan semuanya." Gemetar-gemetar Eliza menyampaikan semuanya.


"Sekarang coba ceritakan, apa yang disampaikan Erika kepada anda?" Reino menatap lekat wajah Eliza. Dan wanita itu pun menceritakan apa yang terjadi.


Flashback on ...


Eliza sedang menyuapi Erika sarapan, walaupun tak berselera namun Erika tetap memakannya. Wajah gadis itu masih muram, dia lebih banyak diam sejak keguguran. Sepertinya Erika masih syok atas kejadian yang menimpanya ini.


"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau sampai seperti ini? Ceritalah kepada Mama." Eliza berusaha membujuk putrinya agar mau menceritakan apa yang terjadi. Karena dari kemarin Erika hanya diam saat Daniel bertanya.


"Aku takut, Ma."


"Takut apa, Sayang? Mama akan selalu melindungimu dan membantumu, percayalah kepada Mama!" Eliza mencoba meyakinkan Erika.

__ADS_1


"Aku takut Papa marah, Ma."


"Kau tenang saja, Mama tidak akan memberitahukannya kepada Papamu." Ucap Eliza.


"Mama janji ya?" Tanya Erika.


"Iya, Sayang. Sekarang kamu cerita apa yang sebenarnya terjadi?"


"Waktu itu aku tak sengaja mendengar pembicaraan Shane dengan seseorang melalui telepon, aku mendengar Shane memanggilnya sayang dan mereka janjian untuk bertemu. Lalu diam-diam aku mengikuti Shane, dan dia berhenti di depan apartemennya. Disana sudah ada seorang wanita yang menunggunya, mereka masuk ke dalam apartemen sambil bergandengan tangan. Aku terus mengikuti mereka. Dan ..." Erika tak melanjutkan ceritanya, hatinya terasa semakin sakit mengulangi kejadian pilu itu.


"Dan apa, Sayang?" Eliza merasa penasaran.


"Dan aku melihat mereka berciuman dengan tidak malunya di depan pintu apartemen Shane, hatiku sakit. Aku marah! Aku melabrak mereka dengan sangat emosi, tapi Shane tidak terima dan malah menamparku.


Bahkan dia mendorongku hingga aku terjatuh, Ma." Tangis Erika pecah setelah menceritakan semua itu.


"Ya, Tuhan! Kenapa dia sekejam itu?" Eliza terkejut bukan main mendengar cerita Erika. Selama ini yang Eliza tahu, Shane adalah pria yang baik. Karena Shane selalu menutupi kebusukannya di hadapan Eliza dan Daniel.


"Dia jahat, Ma! Bahkan ini bukan yang pertama kalinya aku memergoki dia selingkuh. Sebelum ini, aku juga pernah tanpa sengaja melihat dia memeluk rekan bisnisnya di kantor, tapi saat itu dia beralasan bahwa itu trik agar rekan bisnisnya itu mau bekerja sama dengannya. Dan bodohnya aku percaya begitu aja." Erika semakin terisak hingga bahunya berguncang.


"Mama tak menyangka Shane sekurang ajar itu! Lalu bagaimana kau bisa sampai pingsan di jalan?" Tanya Eliza.


"Shane menarikku agar mengikutinya, padahal saat itu aku sudah katakan bahwa perutku sakit sekali, tapi dia tidak perduli. Pria bajing4n itu memaksaku masuk ke mobil dan membawaku pergi dari apartemennya. Di pertengahan jalan dia menurunkanku begitu saja, aku sudah memohon kepadanya agar mengantarku kerumah sakit tapi dia tidak mau. Dia meninggalkan aku di jalanan bahkan tas dan ponselku ketinggalan di dalam mobilnya." Erika tertunduk meremas selimutnya dengan sangat geram.


"Saat itu aku kesakitan sekali, darah sudah memetes dari sela kakiku. Aku sangat takut. Aku melihat sebuah mobil yang melintas dan aku meminta tolong, tapi aku tak tahu jika itu adalah Erik karena aku pingsan sebelum melihat wajahnya." Erika sudah tak bisa lagi memendung kesedihan dan sakit hatinya.


"Kau sabar ya, Sayang. Secepatnya kau harus berpisah dari pria bajing4n itu. Mama tak sudi mempunyai menantu seperti dia!" Eliza menggeram, merasa sakit hati atas perbuatan Shane kepada putrinya itu.


"Iya, Ma. Tapi aku mohon jangan ceritakan semua ini kepada Papa, aku takut Papa marah dan memukulku lagi seperti waktu itu." Erika memelas memohon kepada Eliza.


"Tapi, Papa harus tahu. Biar Papa yang menghajar si berengs*k itu! Enak sekali dia hidup tenang setelah menyakiti putri dan calon cucuku." Ucap Eliza dengan penuh amarah.


"Jangan, Ma! Aku mohon! Papa pasti sangat marah, aku takut. Biar nanti aku yang membalasnya dengan caraku sendiri." Erika berbicara dengan mata yang menyalang penuh emosi.


"Maksudmu apa, Sayang?"


"Tidak ... bukan apa-apa! Oh iya, Ma ... apakah Si bajing4n itu ada pulang ke rumah kita?" Tanya Erika.


"Sudah beberapa hari ini, Shane tak pernah pulang ke rumah. Memangnya mengapa, Sayang?" Eliza menatap lekat wajah Erika.


Erika hanya tersenyum dengan tatapan ambigu, tanpa menjawab pertanyaan mamanya itu.

__ADS_1


Siang harinya saat Eliza tertidur di sofa, Erika menuliskan pesan di secarik kertas yang dia temukan di laci meja nakasnya dan meletakkannya di atas meja itu.


Aku rasa sudah saatnya balas dendam. Aku akan segera mengirim bajing4n itu ke neraka.


Erika segera turun dari ranjangnya dan menyelinap keluar dari jendela yang terhubung ke parkiran rumah sakit, gadis itu mengendap-endap dan bersembunyi di balik-balik mobil lalu memesan taxy dan pergi meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan siapapun.


Karena jendela terbuka dan angin berhembus masuk, kertas yang di letakkan Erika di atas meja tertiup angin dan jatuh ke bawah ranjang.


Beberapa saat kemudian Eliza tersentak saat seorang perawat membangunkannya.


"Maaf, Nyonya ... pasiennya kemana?" Perawat itu bertanya dengan cemas.


"Tadi ada disini." Eliza pun mendadak cemas.


"Sepertinya pasien kabur, Nyonya." Perawat itu memberi kesimpulan.


"Tidak mungkin! Erika ...! Kau dimana, Sayang?" Eliza berteriak histeris mencari-cari putrinya.


Kemudian Eliza menghubungi Daniel untuk memberitahu apa yang terjadi.


Flashback off ...


"Kenapa kau tidak katakan kepadaku? Aku akan menghabisi pria biad4b itu!" Daniel membentak Eliza sambil mencengkeram kedua bahu istrinya itu dengan penuh emosi.


"Aku sudah berjanji kepada Erika untuk menyimpan rahasia ini, aku minta maaf!" Eliza semakin terisak.


"Tapi keadaannya sedang kacau dan kau masih tetap menutupinya?" Suara bentakan Daniel menggema diseluruh ruangan itu.


"Sudahlah, ayah! Sekarang bukan saatnya bertengkar! Kita harus segera mencari Erika." Venus mendekati Daniel dan memegang tangan pria paruh baya itu menenangkannya.


"Sebaiknya kita ke apartemen Shane, Erika pasti disana." Ucap Reino.


"Iya, kau benar." Venus menyetujui ucapan suaminya itu.


Mereka semua bergegas pergi ke apartemen Shane sebelum sesuatu yang buruk terjadi.


***


Sebenarnya author udah up dari hari Sabtu, tapi tak lolos review. Author jadi kirim ulang sampai 2 x deh ...😢


Author minta, dukung terus karya-karya author ya sayang akuh ...

__ADS_1


Mampir ke karya baru author 💜SKANDAL CINTA💜.


Bantu rate 5 dan like. Dukung juga di kontes You Are A Writer Season 4 di NT ya...


__ADS_2