
Setelah tragedi memalukan yang menimpa Andra dan menghebohkan jagat raya, seketika itu juga Teddy selaku kepala sekolah menghubungi Reino dan memintanya ke sekolah.
Untung pria tampan yang satu itu sedang tidak sibuk dan bersedia datang memenuhi undangan Teddy.
Dan disinilah Vie berada, di ruangan kepala sekolah bersama Teddy dan tentunya Reino yang sudah memandangnya dengan tidak bersahabat.
"Begini Tuan Reino, saya mengundang anda kesini ingin melaporkan perbuatan tidak baik yang dilakukan putri anda ini." Teddy mulai memulai bicara.
"Memangnya apa lagi yang dia lakukan, pak?" Tanya Reino sambil melirik Vie yang duduk di sampingnya sambil tertunduk.
Teddy pun menceritakan semuanya kepada Reino tentang kebohongan sang putri yang mengatakan jika ayahnya seorang tukang gali kubur dan ibunya hanya penjual kacang rebus lalu dia harus banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya. Sontak Reino memandang sinis kepada Vie.
"Benar begitu? Memang kau fikir ada penggali kubur setampan papamu ini? Apa kau tidak bisa mencari profesi lain?" Reino berbicara pelan kepada Vie tapi masih bisa didengar oleh Teddy, kepala sekolah itu hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Reino. Bukannya marah, dia malah bercanda seperti itu.
"Maaf, pa! Besok-besok kalau bohong lagi, aku cari profesi lain deh." Jawab Vie seenaknya.
Sementara Teddy hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat pembicaraan ayah dan anak itu, Teddy seperti merasa waras diantara orang gila.
"Hey ... nona muda, memangnya papa menyuruhmu berbohong lagi apa?" Reino menatap tajam putrinya itu.
"Tidak, pa!" Vie kembali tertunduk takut.
"Ehem ... maaf, Tuan Reino ... bukan cuma itu saja. Vie juga sudah mempermalukan guru BP baru di sekolah ini, dia menarik celana guru itu hingga melorot di hadapan siswa lain." Teddy membeberkan lagi kelakuan Vie kepada sang papa.
"Apaaaa ...?" Reino berteriak kaget dan kembali memandang putrinya dengan mata yang menyalang. "Kenapa kau melakukan itu? Dimana sopan santunmu!" Kali ini sepertinya Reino benar-benar marah.
"Tapi aku tidak sengaja, pa! Aku tersandung lalu terjatuh dan tak sengaja menarik celananya." Vie membela diri.
"Oh, tidak sengaja." Kemarahan Reino mereda seketika. "Putri saya tidak sengaja katanya, pak!" Reino berbicara kepada Teddy dengan mengulang ucapan Vie.
"Tapi tetap saja membuat guru itu malu dan memutuskan untuk mengundurkan diri, padahal dia baru mulai mengajar tiga hari yang lalu." Ucap Teddy dengan raut wajah kesal.
Mendengar guru itu mengundurkan diri akibat ulah putrinya, Reino merasa bersalah. "Baiklah, kalau begitu saya akan meminta maaf kepadanya atas kelakuan putri saya. Bisa saya minta alamat?"
"Baiklah, saya harap tuan dan pak Andra bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ini alamat dan nomor ponselnya." Teddy menyodorkan secarik kertas yang berisi alamat Andra.
"Saya dan Vie akan menemui." Ucap Reino serius.
Sementara Vie hanya terdiam tak berani membantah ucapan papanya, dia juga merasa bersalah karena kelakuan yang tidak dia sengaja, guru tampannya itu sampai mengundurkan diri.
"Dan karena kali ini Vie sudah keterlaluan, saya akan menskorsnya tiga hari." Teddy pun memberi keputusan.
"Yeeeeee ...!" Bukannya bersedih, Vie malah bersorak mendengar hukuman yang dijatuhkan Teddy.
Sontak kepala sekolah itu menyesal karena sepertinya dia memberikan hukuman yang salah kepada gadis ajaib itu.
"Kenapa kau senang sekali? Kau sedang dihukum bukan di beri hadiah. Dasar aneh!" Reino memandang bingung putrinya itu.
__ADS_1
"Senang dong, pa! Kalau diskors kan aku tidak harus repot-repot ke sekolah, aku bisa tidur sepuasnya." Vie berbisik ditelinga Reino.
"Maaf, pak ... sepertinya anda salah memberi hukuman kepada putri saya, bisa anda ganti dengan hukuman yang lain saja?" Reino mencoba bernego.
"Kalau begitu saya ganti hukumannya. Mulai besok kamu bersihkan toilet sehabis pulang sekolah selama tiga hari!" Teddy mengganti hukumannya sesuai permintaan Reino.
""Yaaaaaa ... papa!" Vie tak terima.
"Nah, itu lebih baik!" Ucap Reino dengan senyum mengembang. "Kalau begitu, saya izin mengajak Vie ke rumah gurunya itu? Mumpung saya ada waktu hari ini." Reino meminta izin kepada Teddy.
"Iya, silahkan, Tuan!" Teddy tentu mengizinkan, agar kedua orang di hadapannya ini segera berlalu. Karena darah tinggi Teddy bisa naik jika terlalu lama mengahadapi ayah dan anak ini.
"Kalau begitu, kami permisi dulu ya, Pak Teddy Bear. selamat siang." Reino dan Vie pun keluar dari ruang kepala sekolah.
Sementara Teddy hanya menghela nafas lega sekaligus kesel karena Reino seenaknya menambah namanya menjadi Teddy Bear. Sontak Teddy menunduk melirik perut buncitnya.
"Apa aku terlihat seperti beruang?" Gumam Teddy dalam hati.
Setelah keluar dari ruangan Teddy, Vie segera melangkah ke parkiran menuju mobil Reino. Gadis itu sedang bermuram durja.
"Hey ... nona muda, kenapa kau tidak mengambil tasmu?" Tanya Reino bingung.
"Biarkan saja Raja dan Dino yang membawanya nanti, pa." Jawab Vie acuh.
"Kau ini, selalu saja menjadikan mereka berdua kacung!"
***
Reino dan Vie sudah tiba di sebuah rumah sederhana, sesuai dengan alamat yang diberikan Teddy. Mereka berdua turun dan melangkah mendekati rumah itu.
"Permisi, selamat siang!" Reino berteriak sambil mengetuk pintu rumah itu.
Tak berapa lama, pintu pun terbuka dan muncullah seorang pria tampan yang tak lain adalah Andra.
"Tuan Reino Brahmansa ...?" Andra terkejut melihat kedatangan salah satu orang terkaya yang cukup terkenal itu. "Kamu ...?" Mata Andra lalu menatap tajam ke arah Vie yang berdiri di samping Reino. Gadis itu hanya tertunduk.
"Boleh kami masuk?" Tanya Reino.
"Iya, silahkan!"
Keduanya pun masuk dan duduk berhadapan dengan Andra.
"Begini, kedatangan saya kesini untuk meminta maaf atas kelakuan putri saya." Ucap Reino to the point. "Sebagai pengusaha yang berhasil dan juga tampan, saya telah gagal mendidiknya." Wajah Reino mendadak sedih.
Tapi Andra justru merasa kesal dengan ucapan tuan muda yang tak lagi muda itu.
"Sebenarnya dia lagi meminta maaf atau sedang pamer sih?" Gumam Andra dalam hati.
__ADS_1
"Pak, maafin saya ya?" Vie pun ikut meminta maaf.
"Maaf, Tuan ... bisakah saya bicara berdua dengan putri anda?" Tanya Andra ragu. Dia ingin sekali melampiaskan isi hatinya kepada gadis itu.
"Kenapa harus berdua? Apa tidak bisa disini saja?" Reino sedikit keberatan.
"Ada yang mau saya sampaikan ke putri anda, Tuan. Anggap saja nasihat dari seorang guru kepada siswanya." Andra mencoba memberi alasan.
"Hmmm ... baiklah! Tapi jangan lama-lama!" Reino memeperingati. "Papa, tunggu dimobil saja ya?" Reino segera beranjak dan melangkah menuju mobil, sebenarnya dia kegerahan karena di rumah Andra tidak ada pendingin seperti di rumahnya.
"Sekarang kau puas kan? Akibat ulahmu, aku kehilangan pekerjaanku." Andra menatap tajam ke arah Vie.
"Tapi kan saya tidak sengaja, pak! Saya dan papa juga sudah minta maaf."
"Kau fikir dengan membawa papamu kesini, aku akan semudah itu memaafkanmu? Jangan bermimpi! Kau sudah mempermalukan aku dan menjatuhkan harga diriku di depan semua orang, jangan harap aku bisa memaafkanmu!" Andra berbicara dengan penuh kebencian.
Mendengar ucapan Andra itu, mendadak emosi Vie naik level dan jiwa sombongnya keluar seketika.
"Hee ... kau fikir maaf darimu itu penting apa? Kalau bukan karena papaku yang mengajak kesini, aku juga tak akan mau datang kesini!" Vie naik darah.
"Oh ... kalau begitu pergi dari sini! Aku berharap seumur hidupku tidak melihatmu lagi!"
"Aku juga! Ciih ...!" Vie segera berlalu dari hadapan Andra dengan perasaan kesal.
Setelah sampai di mobil, gadis itu segera masuk dengan wajah yang cemberut.
"Sudah ...? Kenapa cemberut begitu?" Tanya Reino bingung.
"Sudah, pa! Yuk, kita pulang saja!"
Supir Reino pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Andra, dan lelaki itu hanya memandangi kepergian mereka dari balik jendela dengan perasaan kesal
***
Raja dan Dino : Terima kasih ya Thor, kita nggak dibawa-bawa dalam kasus si Vie. Author baik deh. 😊😊😊
Author : Hehehe ... author memang baik. 😇
Raja dan Dino : Kami doakan banyak yang like deh!
Author : Aamiin. Tu para pembaca dengarkan doa duo gesrek, like dong! 😁
Vie : Thor hari ini aku yang protes! Kenapa hukumannya bersihkan toilet sih? Jijay ieu ...😣😣
Author : masih mending bersihkan toilet, mau author buat bersihkan kandang macan? 😒😒
Vie : Jangaaaaan ...😭😭😭
__ADS_1
Raja dan Dino : 😂😂😂😂