Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 81


__ADS_3

Diana masih setia terpaku memandang sinis sekaligus bingung ke arah Venus dan Reino, dia merasa terabaikan atau lebih tepatnya dianggap seperti tak ada. Kesabaran gadis licik itu mulai habis, dia memberanikan diri untuk bersuara.


"Rein ... " Diana memanggil Reino dengan pelan. Sontak semua mata tertuju kepada gadis yang sedang berdiri di tepi ranjang itu.


"Kenapa kau masih disitu? Bukankah rencanamu sudah gagal?" Reino menautkan alisnya, menatap Diana dengan tajam.


"Ma ... maksud kamu? Rencana apa ...?" Diana gugup. Dia berpura-pura tidak mengerti maksud Reino.


"Kau ingin menjebakku kan?" Pertanyaan telak Reino menuju Diana. Sementara Venus dan Erik hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka.


"Apa ...? Bukankah kau yang membawaku ke kamar ini? Aku fikir kau akan menolongku, ternyata kau malah melecehkanku. Kenapa sekarang kau menuduhku menjebakmu?" Diana memfitnah Reino dan berpura-pura menangis.


"Wah ... sungguh kau melakukan itu, Sayang? Bukankah aku sudah memuaskanmu semalam, kenapa kau ingin bersamanya juga? Apakah jangan-jangan bentuk 'miliknya' berbeda ya dari punyaku? Atau dia memiliki dua lubang?" Venus bertanya dengan wajah jenakanya.


Kata-katanya itu sukses membuat semua orang yang mendengarnya kaget, Reino hanya tertunduk menyembunyikan senyum dibibirnya, bahkan wajah Diana sampai memerah karena malu.


Begitu juga dengan Erik, saking gelinya melihat tingkah Venus, pria itu sampai menutup wajahnya karena tak sanggup menahan tawa.


"Hey ... bicara apa kau ini? Aku tidak tertarik dengannya! Aku cuma mau dirimu seorang." Reino memeluk erat tubuh istrinya itu. Diana yang melihat adegan mesra mereka semakin geram.


"Kau dengar itu rubah licik? Suamiku nggak tertarik denganmu! Jadi berhentilah mengganggunya!" Venus tersenyum mengejek ke arah Diana.


"Diam kau wanita sialan!" Diana memaki Venus dengan sangat kesal.


"Hahaha ..." Venus hanya membalas makian Diana dengan tawa yang menggema di kamar itu, membuat Reino dan Erik merinding mendengar tawanya.


"Kau keterlaluan, Rein! Kau harus bertanggung jawab karena melakukan ini kepadaku!" Diana semakin emosi dan berteriak kepada Reino.


"Bertanggung jawab untuk apa? Aku bahkan tak menyentuhmu sama sekali, tapi malah kau yang berusaha membuka pakaianku tadi. Kau masih ingat?" Tanya Reino dengan raut wajah yang santai.


"Apa ...? Kau tahu darimana? Bukankah kau tertidur tadi?" Diana mendadak panik, setau dirinya Reino terlelap setelah meminum teh itu.


"Kenapa? Seharusnya aku tak sadar karena meminum teh yang sudah dicampur obat tidur itu kan? Tapi sayangnya teh itu cuma teh biasa, aku hanya berpura-pura tertidur untuk mengikuti permainanmu gadis ular." Pengakuan Reino benar-benar membuat semua orang kaget. Tapi Diana yang paling terkejut dan panik setengah mati.


"Kau ...?" Diana nggak sanggup berkata-kata lagi. Sekarang dia menyadari mengapa sedari tadi dia nggak berhasil membuka pakaian Reino karena pria itu selalu bergerak dan membalikkan badan saat Diana menyentuhnya. Itulah makanya, mereka masih memakai pakaian utuh, karena Venus dan Erik keburu datang sebelum Diana berhasil melepas pakaiannya dan pakaian Reino.


"Ciihh ... dasar wanita murahan! Nggak punya harga diri! Sebegitu inginnya kau disentuh suamiku, sampai kau melakukan hal serendah itu." Venus berbalik memaki Diana. Wajah gadis itu sudah pucat pasi karena rencana kotornya terbongkar.


"Bohong ...! Aku nggak melakukan itu ...!" Diana masih berusaha menyangkal.


"Permisi ... maaf, Tuan ... saya ingin membersihkan kamar ini!" Seorang pelayan muncul dari balik pintu kamar Reino dengan membawa peralatan bersih-bersih.


Mata Diana melotot hampir terlepas dari tempatnya saat melihat pelayan yang datang itu adalah pelayan yang mengantar teh pesanannya tadi. Tubuh gadis licik gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Dasar nggak berguna! Kau terlambat datang kesini! Seharusnya kau datang lima belas menit yang lalu, untung saja istriku datang tepat waktu, kalau tidak, aku pasti sudah ternoda karena dilecehkan wanita ular ini." Reino mencak-mencak memarahi pelayan itu sambil melirik Diana yang tertunduk meremas jari-jarinya.


"Maaf, Tuan ... tadi saya sakit perut karena grogi menjalani tugas dari Tuan." Jawab pelayan itu dengan polosnya sambil menundukkan kepala.


"Haa ... alasan macam apa itu?"


"Tugas apa, Sayang ...?" Tanya Venus penasaran.


"Baiklah aku akan menceritakan semuanya agar wanita ular ini pun tak bisa mengelak lagi." Reino tersenyum sinis, tatapan matanya lurus ke arah Diana yang tak berani berkutik lagi.


Flashback on ...


Reino segera membuka pintu kamarnya saat mendengar ada ketukan dari luar.


"Permisi Tuan, ini pesanannya." Seorang pelayan membawa dua cangkir teh diatas nampan.


"Siapa yang pesan?" Tanya Reino bingung.


"Aku ...! Aku ingin minum teh hangat, Rein." Ucap Diana.


"Oh."


Tapi tanpa sepengetahuan Diana, Reino bertanya dengan curiga kepada pelayan itu.


"Nona itu meminta saya mencampur teh ini dengan obat tidur, tapi tidak saya lakukan, Tuan." Bisik pelayan itu pelan kepada Reino.


"Haa ...? Kalau begitu letakkan tehnya dan kembali sepuluh menit lagi! Cari alasanmu sendiri untuk masuk kesini." Balas Reino dengan bisikan juga.


Pelayan itu pun masuk dan meletakkan pesanan Diana di atas meja, dan segera berlalu pergi sambil melirik Diana.


Tamatlah riwayatmu,Nona!


"Minum dulu, Rein!" Diana duduk di tepi ranjang dan menyodorkan secangkir teh kepada Reino.


"Iya." Reino segera menenggak teh itu sampai habis tak bersisa.


Diana tersenyum licik melihat Reino meminum habis teh itu tanpa ragu-ragu.


"Setelah ini kau akan tidur dengan pulas dan kau akan segera menjadi milikku." Gumam Diana dalam hati.


"Kenapa banyak barang-barangmu disini?" Tanya Diana. Sebenarnya hanya basa-basi.


"Kemarin aku menginap disini, tapi setelah ini aku akan pulang." Jawab Reino.

__ADS_1


Kita akan mulai permainanmu wanita ular.


Tiba-tiba Reino mendekati Diana dan menjatuhkan tubuhnya di samping gadis itu.


"Rein .... Rein ..." Diana mengguncang tubuh Reino untuk memastikan bahwa pria itu sudah terlelap.


"Ternyata reaksi obatnya cepat juga. Aku harus segera menyalin nomor ponsel tumbal itu dan mengirim pesan kepadanya, setelah itu dia akan datang kesini dan melihat suaminya tidur denganku." Ucap Diana penuh percaya diri sambil merogoh ponsel di saku Reino.


Setelah mendapati nomor ponsel Venus dan menyalin nomor itu ke ponsel miliknya, lalu Diana mengirim pesan kepada Venus melalui ponselnya.


"Datanglah ke Hotel XX di kamar royal suite sekarang juga! Ada kejutan untukmu."


Setelah mengirim pesan kepada Venus, Diana mematikan ponselnya dan ponsel Reino lalu segera beralih untuk membuka pakaian Reino, tapi diluar dugaan, Reino selalu bergerak saat Diana menyentuh dirinya dan hal itu berulang kali terjadi.


"Kenapa susah sekali sih? Apa dia tidur selasak ini, kenapa dia selalu bergerak dan berbalik saat ku sentuh?" Diana kesal sendiri karena tak berhasil juga melepas pakaian Reino walau sudah berkali-kali dicoba.


Sementara Reino sudah merasa risih karena perlakuan Diana, tak henti-hentinya mengumpat pelayan yang dia suruh datang tadi, tapi tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Shiit ... kemana pelayan sialan itu? Kenapa belum datang juga? Kalau begini, bisa berantakan rencanaku kalau sampai Venus datang lebih dulu dan melihat semua ini." Bathin Reino.


Sampai akhirnya Venus dan Erik tiba di depan kamar hotel itu, mendengar ada yang datang, Diana spontan naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh di samping Reino dan memeluk tubuh pria tampan itu membuat Reino ingin sekali menyingkirkan tangan gadis licik itu.


Venus dan Erik masuk ke kamar, mereka mendapati Reino dan Diana yang tidur seranjang.


"Reinoooooo ...!!!" Venus berteriak memanggil nama suaminya itu dan berjalan mendekati ranjang.


Reino yang mendengar suara teriakan Venus segera bangun dan menyingkirkan tangan Diana yang memeluknya sambil menelan salivanya.


Habislah aku ...! Dia pasti salah paham."


Tapi reaksi Venus sungguh di luar dugaan Reino.


Flashback off ...


***


Wah ... banyak komen pembaca yang bilang malas baca karena ada jebakan pelakor, sampai ada yang bilang author nyontek cerita sebelah. Haadeeuuhh ... maaf ya, author nggak gitu loh sayang akuh ...😁


Author juga benci pelakor, tapi author buat alur begini karena satu alasan, yang pasti author selalu punya kejutan yang tak terduga.


Gimana, masih mau lanjut baca lagi guys ....?


Bercanda loh✌... nantikan terus kelanjutannya...

__ADS_1


Jangan lupa like nya sayang akuh...💜


__ADS_2