Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 45


__ADS_3

Hai ... hari ini edisi spesial karena lagi ada acara launching brand ternama milik si ganteng Vino Adyatama, jadi aku kasih banyak visual di bab ini. Wkwkwk


Semoga kalian suka ...😊💜


***


Semua orang baik dari Grafika Grup maupun V2 Grup sedang sibuk mempersiapkan acara launching brand V-axcullin di pelataran salah satu mall terbesar di kota ini, areal outdor itu di sulap layaknya acara red carpet yang mewah. Mereka memang sengaja mengeset acara besar ini dengan konsep aoutdor red carpet agar lebih banyak yang melihat baik pengunjung yang di dalam maupun orang-orang berada di luar mall. Para awak media juga sudah siap meliput acara akbar ini, bahkan sosial-sosial media sudah ramai menperbincangkan launching brand ini.


Reino yang baru datang dengan stelan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu segera turun dari mobil, ketampanan pria itu bertambah berkali-kali lipat hari ini.



Reino berjalan memasuki ruangan tunggu yang sudah disediakan di dalam gedung mall itu, diikuti oleh Venus yang memakai dres hitam di atas lutut lalu disusul oleh Erik yang juga memakai stelan jas lengkap.





Sementara Alvin sudah lebih dulu naik ke atas panggung acara untuk memastikan kesiapan dan keamanan selama acara berjalan nanti.



Acara launching pun dimulai, setelah acara pembuka kini tiba pemberian kata sambutan dari 2 CEO muda yang berkolaborasi meluncurkan brand ternama ini. Pertama Reino yang naik ke atas panggung acara yang megah itu dan memberi sambutan untuk ribuan pengunjung yang telah memadati pelataran mall itu.





Setelah Reino menyapa pengunjung dan memberikan kata sambutan, kini giliran Vino sebagai pemilik brand yang naik untuk memberi sambutannya.



Hari ini Vino juga tak kalah tampannya dengan Reino, banyak mata wanita yang memandang kagum kepada kedua pria itu.


Acara utama pun berjalan, beberapa model pria didikan Grafika Grup bergantian memamerkan pakaian-pakaian bermerk V-axcullin itu. Gemuruh tepuk tangan pengunjung mengiringi acara fashion show ini. Reino, Venus, Alvin, Vino, Erik dan sekretaris Vino sedang duduk di sudut bawah panggung sebelah kiri, memperhatikan setiap model yang sedang beraksi. Tak jauh dari mereka ada beberapa pengawal dan tim keamanan yang berjaga.


Dooooorrr ...

__ADS_1


Tiba-tiba suara tembakan mengagetkan semua orang, seorang model yang berdiri ditengah panggung tersungkur ke bawah dengan darah mengalir dari perutnya.


Dooooorrr ...


Tembakan kedua meleset menembus dinding panggung sebelah kiri. Semua orang panik bukan main, para pengunjung berhamburan lari meninggalkan pelataran mall yang mendadak mencekam itu.


Orang-orang mencari asal pelaku penembakan itu, dan mata mereka tertuju pada satu sosok yang mengendarai motor dengan jaket kulit dan helm full face, pelaku penembakan itu segera melajukan motornya saat para pengawal Reino dan tim keamanan menyadari keberadaannya.


Mereka segera mengejar pria misterius yang sudah melesat jauh itu.


"Cepat panggil tim medis! Bawa dia kerumah sakit!" Erik berteriak memerintah beberapa pengawal yang masih mengawal mereka untuk membawa model yang terluka itu.


Venus hanya terpaku ketakutan, seluruh tubuhnya gemetaran. Vino yang menyadari ketakutan Venus, segera berhambur memeluknya dan gadis itu hanya diam tak membalas pelukan Vino, rasa takutnya lebih besar dari pada mencerna perlakuan Vino.


"Kau baik-baik saja?" Vino berbicara masih dengan posisi memeluk Venus, dan gadis itu hanya mengangguk.


Reino dan Alvin terkesiap melihat aksi Vino yang tiba-tiba memeluk Venus, seketika darah Reino mendidih dan naik sampai keubun-ubun, entah mengapa Reino sangat cemburu melihat Vino mendekati Venus apalagi sampai memeluknya seperti ini. Sementara Alvin hanya mengeraskan rahangnya menahan geram yang tak bisa dia lampiaskan.


Erik yang menyaksikan adegan berbahaya ini hanya tertunduk sambil menepuk pelan dahinya.


Perang akan segera dimulai.


"Lepaskan dia! Bersikaplah yang sopan!" Reino menarik kasar lengan Venus agar terlepas dari pelukan Vino dengan mata yang menyalang tajam.


"Aku hanya berusaha menenangkannya, dia sepertinya ketakutan." Vino melepaskan pelukannya dari Venus.


"Itu tidak perlu!" Reino berbicara dengan nada ketus dan segera menarik Venus meninggalkan Vino dan Alvin yang bingung dengan sikapnya. Sungguh bukan seperti sikap seorang atasan kepada bawahan.


***


Setelah acara launching tersebut mendadak dibubarkan, polisi yang datang segera mensterilkan lokasi dan memasang garis polisi.


Reino dan Vino mendatangi kantor polisi untuk memberi keterangan, sedangkan Alvin kembali ke kantor, sementara Venus pulang diantarkan oleh Erik, karena sekarang cuma Erik yang Reino percaya untuk menjaga istrinya.


"Hmm ... Erik ..." Setelah sempat beberapa saat hening, akhirnya Venus memberanikan diri untuk bertanya kepada supir yang berada di depannya ini.


"Iya, Nona Muda?"


"Kira-kira siapa yang melakukan semua ini?" Venus merasa penasaran.


"Entahlah, Nona ... saya juga tidak tahu." Erik berbicara tanpa melirik Venus, dia masih fokus mengemudi.

__ADS_1


"Apa suamiku punya musuh?" Venus bertanya lagi.


"Sepertinya tidak, Nona!"


"Bagaimana dengan Tuan Vino, apa mungkin dia punya musuh?"


"Mungkin!" Jawab Erik singkat.


"Tapi kenapa Si Pelaku tidak menembakkan senjatanya kearah Reino atau Tuan Vino? Padahal pelaku itu punya kesempatan untuk melakukannya. Kenapa dia malah menembak pria yang tak bersalah itu." Venus masih nyerocos dengan analisanya.


Erik hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Nona Mudanya itu, mendadak Erik mulai menyadari sesuatu.


Aku yakin ini ulahmu juga.


Kau masih belum tobat.


***


Disebuah rumah yang cukup besar, seorang pria paruh baya sedang menonton televisi dengan raut wajah bahagia. Dia menonton berita penembakan diacara launching V-axcullin yang disiarkan oleh stasiun televisi, pria itu tertawa ala pemeran antagonis.


"Hahaha ... ini akibatnya kalau kau mencampuri urusan orang lain dan sok jadi pahlawan, Vino Adyatama. Kau tak jauh berbeda dengan Ayahmu yang bodoh itu." Pria tua itu memandang sinis wajah Vino yang tersorot kamera.


"Sekali tepuk, dua lalat bodoh akan mati. Aku akan menghancurkan kalian secara bersamaan." Lanjut pria itu lagi dengan seringai liciknya.


*Flashback on ...


Setelah memastikan Vino masuk ke dalam gedung V2 Grup, pria misterius itu turun dari motornya dan bertanya kepada salah satu karyawan yang tadi menegur Vino.


"Maaf, yang tadi kamu tegur itu siapa?"


"Itu Tuan Vino Adyatama, dia CEO perusahaan ini." Karyawan itu menjawab dengan ramah.


"Oh ... kalau begitu terima kasih ya, saya permisi." Pria misterius itu berlalu meninggalkan parkiran V2 Grup dan juga karyawan yang bingung melihat tingkahnya.


Dia segera mengabarkan informasi yang dia dapat kepada bosnya, dari situlah mereka mencaritahu semua informasi tentang Vino melalui internet dan akhirnya merencanakan kerusuhan di acara launching V-axcullin.


Karena sebagai pengusaha muda yang sukses, nama Reino dan Vino sudah bertebaran di media sosial, informasi apa pun bisa didapat tentang mereka, kecuali pernikahan diam-diam Reino dengan Venus, karena itu memang sengaja dirahasiakan.


*Flashback off ...


***

__ADS_1


__ADS_2