Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 2 (S2)


__ADS_3

Bel istirahat sudah berbunyi, trio gesrek sedang menikmati es teh manis di kantin sekolah.


"Akhirnya selesai juga! Aku lelah sekali!" Dino meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Aku juga!" Ucap Vie.


"Memangnya kau lelah kenapa? Kau bahkan hanya duduk santai." Raja mencibir Vie.


"Yaaa, duduk itu kan juga melelahkan." Jawab Vie.


"Ciihh ... macam betul saja lah kau!" Raja lagi-lagi berbicara dengan logat Medannya.


"Memang betul!"


"Kalian ini kenapa sih selalu bertengkar? Nanti jodoh baru tahu rasa!" Dino menyela obrolan unfaedah kedua sahabatnya itu.


"Iiiihhh ... amit-amit!" Ucap Vie dan Raja bersamaan.


Bel pun berdering kembali, itu pertanda jika jam pelajaran berikutnya akan segera dimulai, trio gesrek pun melangkah malas menuju kelas mereka. Bagi Vie, Raja dan Dino sekolah itu hanya tempat bermain, jadi belajar akan menjadi hal yang membosankan untuk ketiganya. Sebenarnya Vie adalah anak yang cerdas, tapi karena ketularan kedua sahabat somplaknya itu, Vie jadi ikut-ikutan malas.


Semua siswa sudah duduk dengan rapi di tempat duduk masing-masing, seorang lelaki bertubuh kurus dengan kaca mata bulat dan membawa sebuah penggaris panjang masuk ke dalam kelas.


"Harris Potter datang, guys!" Dino berbisik memperingatkan kedua sahabatnya itu tentang kedatangan guru matematika mereka yang bernama Harris itu. Harris merupakan guru yang tegas tapi lucu, dia selalu memberi tebakan kepada para siswanya jika ada waktu senggang di jam pelajaran.


"Selamat pagi menjelang siang anak-anak!" Harris menyapa siswa-siswanya itu.


"Selamat pagi menjelang siang bapak!" Ucap semua siswa serentak.


"Pak, hari ini tidak ada tebak-tebakkan?" Vie bertanya dari tempat duduknya yang terletak dipojok ruangan.


"Bapak belum fikirkan! Nanti saja selesai mengerjakan tugas baru bapak akan kasih." Ucap Harris.


"Yaaa ... tak asyik dong! Kalau begitu saya saja yang kasih tebakan ya, pak?"


"Ya sudah, apa tebak-tebakan dari kamu, Vie?" Tanya Harris penasaran.


"Pak, kenapa petirnya Harri Potter warnanya hitam?"


"Kenapa ya?" Harris berfikir sejenak. Begitu juga dengan teman-teman Vie yang lain, mereka pun ikutan memikirkan jawaban dari pertanyaan Vie itu.


"Ah ... bapak menyerah! Memang sudah dari sana warnanya begitu!" Harris pasrah.

__ADS_1


"Bukan, bapak! Yang benar itu kalau merah berarti petirnya libur. Hahaha ..." Vie tergelak setelah memberi jawaban yang tak masuk akal itu.


Harris dan semua siswa yang lain hanya terperangah mendengar jawaban Vie, terlebih melihat tawa gadis itu seolah-olah semuanya begitu lucu.


"Mengapa kau tertawa? Tidak lucu tahu!" Raja menepuk pundak Vie untuk menyadarkan sahabatnya itu.


"Bodoh amat! Yang penting tertawa!" Ucap Vie acuh.


"Dasar somplak!" Raja melengos.


"Sudah-sudah, sekarang saatnya belajar. Nanti lagi bercandanya!" Harris pun memulai pelajarannya.


Lelaki berkacamata itu menjelaskan materi pelajaran yang dia bawakan, beberapa siswa tampak serius mendengarkan penjelasan Harris, tapi tidak dengan Vie, gadis cantik yang satu ini malah tertidur beralaskan lengannya.


Melihat Vie yang tertidur, Harris pun melangkah mendekati siswinya itu. Raja dan Dino yang takut hanya bisa menelan salivanya.


"Habislah kau, Vie!" Ucap Raja dalam hati.


Sedangkan Dino sudah menutup matanya tak tega melihat kelanjutan nasib sahabatnya itu.


Brraaaakk ...


Tiba-tiba Harris menggebrak kuat meja tempat Vie tertidur.


"Apa kamu bilang?" Harris menatap tajam Vie, sementara siswa yang lain hanya mengulum senyum menahan tawa karena tingkah Vie.


"Eh ... ternyata bapak, kirain tadi Harry Potter! Maaf ya, pak ... hehehe." Vie yang kalah malu menjadi cengengesan dan salah tingkah.


"Ini sekolah tempat belajar, bukan hotel! Jangan tidur disini!" Harris memarahi Vie.


"Yang bilang ini hotel siapa, pak?" Ucap Vie pelan, tapi masih bisa didengar oleh Harris.


"Jangan menjawab!" Harris membentak Vie.


"Maaf ... maaf ... pak!"


"Kalau begitu bapak hukum kamu berdiri di depan kelas."


"Yaaaa ... pak, kan saya sudah minta maaf. Masa masih dihukum juga sih? Bapak pendendam deh! Tak baik loh untuk kesehatan, pak!" Vie berbicara seenaknya sambil menasehati Harris.


"Kamu ini benar-benar buat kesabaran saya habis ya!" Harris yang mulai murka menatap tajam ke arah Vie.

__ADS_1


"Kalau habis beli lagi dong, pak!" Bukannya takut, Vie malah semakin membuat Harris kesal.


"Berdiri di depan atau saya panggil orang tua kamu!" Harris yang sudah hilang akal akhirnya mengancam Vie. Cuma itu senjata pamungkas guru-guru di sekolah Vie jika gadis ini tak bisa diatur.


"Selalu saja mengancam! Ya sudah deh, saya berdiri!" Vie pasrah. Gadis itu beranjak dari kursinya dan segera berjalan ke depan kelas, tapi bukan Vie namanya jika tidak membuat kehebohan dengan ulah konyolnya. Dia berjalan sambil melambaikan tangan ala miss universe, sontak membuat teman-teman yang lain menyorakinya.


"Huuuuuuu ..."


"Sudah-sudah!" Harris berteriak menertibkan siswa-siswanya. Seketika suasana kelas menjadi hening lagi.


Dan jadilah Vie pajangan di depan kelasnya, gadis itu terpaksa harus berdiri sampai jam pelajaran berakhir.


***


Vie, Raja dan Dino sedang bersantai di taman belakang kediaman Brahmansa. Sudah menjadi kebiasaan bagi Raja dan Dino untuk mampir ke rumah Vie sepulang sekolah. Bahkan mereka sudah sangat dekat dengan semua keluarga Vie terutama Reino dan Venus.


"Tega deh pak Harris Potter menyuruhku berdiri di depan kelas, kaki aku sampai pegal begini." Vie menggerutu kesal sambil memijat-mijat kakinya.


"Kalau dengan kau itu memang harus tega, kalau tidak, bisa kena struk semua orang. Tingkah kau membuat orang terkena darah tinggi." Raja berbicara dengan wajah malas.


"Mending diam deh! Dasar kertas bakpao! Sudah tak ada gunanya tapi selalu ada aja." Ucap Vie kesal.


"Jiiiaahahaha ..." Tawa Dino meledak meletup mendengar Vie mengatai Raja.


"Punya teman kok tak ada belas kasihannya sama sekali! Bukannya prihatin malah menghujat!" Lanjut Vie kesal.


"Membela kau sama saja seperti bunuh diri!" Raja melengos.


"Makanya Vie, kau itu insaf! Jangan membuat dosa terus, kasihan loh orang-orang disekitarmu pada setres. Contohnya guru BP kita, sampai berhenti karena tak sanggup menghadapi kelakuanmu itu." Dino berbicara tanpa menoleh kepada Vie, bocah itu fokus kepada ponselnya.


"Memangnya hanya aku sendiri? Kalian jugakan sering membuat asam lambung guru BP kita itu naik" Vie memprotes tak terima tuduhan Dino.


"Tapi kau lebih menyebalkan!" Ucap Raja ketus.


"Yeee ... kalian juga sama! Mulai besok jangan nakal-nakal lagi, kasihan guru BP yang baru, jangan sampai dia kabur juga karena tak tahan dengan ulah kalian." Vie berlagak menasihati kedua sahabatnya yang kadar kegesrekkannya di atas rata-rata.


"Yaelah ... bisa saja ini ketombe komodo memutar balikkan fakta! Cocoknya itu nasihat untuk dirimu sendiri!" Ucap Raja.


Dan obrolan unfaedah trio gesrek pun berlanjut.


***

__ADS_1


Guys ... pernah pada mikir nggak kertas kecil di bawah bakpao itu fungsinya apa? 🤔🤔🤔


__ADS_2