Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda
Bab 98


__ADS_3

"Jadi kau juga penyebab kematian orang tuaku?" Reino meninggikan suaranya dan menatap tajam Tomi.


"Hmmm ... kasih tahu nggak ya?" Tomi berkelakar, membuat Reino semakin geram.


"Jangan bercanda! Katakan apa yang kau lakukan kepada orang tuaku?" Reino semakin emosi.


"Rein, jangan kurang ajar dong dengan om kamu! Mana anak mama yang baik hati?" Tiba-tiba Liana muncul dari luar gudang dengan senyum mengejek.


"Mama ...? Kenapa mama ada disini? Apa mama juga ada hubungannya dengan semua ini?" Reino terkejut bukan main melihat kehadiran Liana.


"Hahaha ... Reino .... Reino, kau terlalu bodoh rupanya." Liana semakin mengejek Reino. Membuat pria itu semakin emosi.


"Jangan banyak basa basi! Cepat katakan!!!" Reino membentak kedua orang licik itu. Sementara Johan dan Erik hanya memandang mereka dengan perasaan geram.


"Kau mau tahu sekali ya? Baiklah aku akan ceritakan, anggap saja aku sedang mengabulkan permintaan terakhir orang yang akan mati." Tomi duduk di hadapan Reino dan melanjutkan cerita masa lalu yang di sembunyikannya selama ini.


Flashback on ...


Setelah kematian Bram dan Linda, Thomas yang menggantikan ayahnya memimpin perusahaan, sementara Tomi hanya mendapatkan sebuah perusahaan kecil milik Bram di Jepang, itu pun karena Thomas berbaik hati memberikannya kepada Tomi. Karena di surat wasiat Bram tertulis, seluruh harta warisan miliknya dia serahkan ke Thomas, hal ini membuat Tomi semakin membenci Thomas, dia harus terpaksa pulang pergi ke Jepang untuk mengurusi perusahaan itu, dia beranggapan Thomas sengaja menjauhkannya.


Tomi selalu memikirkan bagiamana cara untuk menyingkirkan Thomas lalu merebut hartanya. Tapi Johan selalu di samping adiknya itu, membuat Tomi tak punya kesempatan untuk melancarkan aksinya. Johan yang sedari kecil tidak menyukai Tomi, selalu memperhatikan gerak geriknya. Namun sayangnya Johan memutuskan untuk sekolah ke luar negeri demi mengejar gelar sarjana hukum seperti cita-citanya, dan terpaksa meninggalkan Thomas.


Tomi memutuskan menikahi sekretarisnya yang bernama Yuna dan lahirlah Hendrik. Tomi melakukan semua ini agar dia memiliki alasan untuk tidak sering-sering ke Jepang, sebenarnya tujuannya adalah agar dia bisa selalu mengawasi Thomas.


Lalu Thomas pun menikah dengan Vero, kekasih yang sudah lama dia cintai dan lahirlah Reino. Tapi walaupun sudah memiliki keluarga masing-masing, Tomi tetap tinggal serumah dengan Thomas dan niat jahat dihatinya tak bisa dia hilangkan.

__ADS_1


Dua tahun kemudian, Tomi bertemu dengan Liana yang notabene adalah teman SMAnya, mereka terikat hubungan terlarang. Tomi memanfaatkan Liana untuk menjadi pemuas nafsunya, padahal dia sudah memiliki istri, sementara Liana membutuhkan uang Tomi untuk mencukupi gaya hidup mewahnya. Namun sialnya, Liana hamil anak Tomi.


Tomi mendapatkan ide, dia berencana menikahkan Liana dengan Thomas agar wanita simpanannya itu bisa membantunya untuk merebut harta keluarga Brahmansa. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan Tomi dan Linda, belajar dari kelakuan ibunya, Tomi memutuskan meracuni Vero dengan racun yang sama saat Linda meracuni Merry.


Vero mendadak sakit-sakitan persis seperti Merry waktu itu, diagnosa dokter juga sama persis. Karena kondisi Vero yang lemah, Tomi menyarankan agar Thomas memakai pengasuh untuk menjaga Reino yang masih sangat kecil, walaupun Yuna selalu membantu menjaga Reino, tapi Tomi bersikeras Reino tetap butuh pengasuh. Akhirnya Tomi membawa Liana masuk ke kediaman Brahmansa sebagai pengasuh Reino. Saat itu Liana baru saja melahirkan anaknya, mereka menitipkannya kepada orang lain.


Seminggu kemudian Vero meninggal dunia. Untuk menutupi kecurigaan publik dan semua orang, Tomi sengaja menyebarkan rumor kutukan istri pertama menjadi tumbal kekayaan keluarga Brahmansa. Rumor itu terus berkembang sampai sekarang.


Suatu hari Tomi memutuskan untuk pergi dari kediaman Brahmansa, meninggalkan Yuna dan Hendrik begitu saja, dia beralasan mau mengurus perusahaan yang di Jepang karena ada masalah. Cukup lama Tomi menghilang bak di telan bumi.


Akhirnya Thomas menikah dengan Liana, karena Thomas melihat Liana sangat menyayangi Reino tanpa dia tahu jika Liana hanya berpura-pura untuk mendapatkan simpati darinya. Setelah menikah, Liana selalu berpura-pura baik di hadapan Thomas, wanita licik itu terus mencari kesempatan untuk menghasut suaminya. Lalu tiba-tiba Tomi kembali lagi setelah sekian lama dan mengajak anak serta istrinya pergi dari kediaman Brahmansa, sejak saat itu mereka tak pernah berhubungan lagi. Reino sangat kehilangan Hendrik, sepupu sekaligus sahabatnya itu.


Beberapa tahun kemudian Thomas di diagnosa terkena penyakit kanker darah stadium empat. Melihat kondisi Thomas yang semakin memburuk, Liana memaksa Thomas untuk membuat wasiat agar menyerahkan hartanya untuk dikelola oleh Liana karena Reino masih terlalu kecil.


Awalnya Thomas menyetujui permintaan Liana, sampai suatu saat Thomas tak sengaja mendengar pembicaraan Liana dan Tomi melalui telepon, mereka ingin menguasai hartanya. Thomas yang marah segera menghubungi Johan untuk datang, saat itu Johan sudah menjadi pengacara keluarga Thomas.


Seminggu setelah membuat wasiat itu, Thomas menghembuskan nafas terakhirnya, tanpa ada yang tahu jika Liana sudah mencampurkan minuman suaminya itu dengan racun arsenic. Tak ada yang curiga, mereka berfikir Thomas meninggal karena penyakitnya. Tujuan Liana meracuni Thomas karena dia berfikir jika kedatangan Johan adalah untuk membuat surat wasiat seperti permintaannya, jadi kalau Thomas sudah mengalihkan semua harta kepadanya, untuk apa lagi suami penyakitannya itu hidup, Liana mempercepat kematiannya. Saat pemakaman Thomas, Tomi yang sudah lama tak ada kabar, hadir untuk mengucapkan bela sungkawa dan setelah itu dia menghilang lagi hingga bertahun-tahun lamanya.


Kepergian Thomas menjadi duka yang mendalam untuk Reino, dia telah ditinggal oleh ibunya, kini ayahnya juga pergi untuk selamanya. Sejak saat itu Johan berjanji akan selalu menjaga Reino dan membantu mengelola perusahaan keluarganya sampai dia dewasa. Johan menganggap Reino seperti anak sendiri.


Flashback off ...


"Biada4b ... kau benar-benar iblis! Kau tega melenyapkan orang tuaku! Akan ku habisi kau bajing4n ...!!!" Reino berteriak memaki Tomi dengan penuh amarah. Ingin sekali rasanya dia menghajar pria di hadapannya itu.


"Waow ... aku takut sekali. Hahaha ... " Tomi mengejek Reino sambil tertawa.

__ADS_1


"Kau akan mendapat balasan atas semua perbuatanmu! Dari dulu aku sudah menduga jika kau bukan orang baik."Johan menatap tajam Tomi dan pria licik itu hanya tertawa ala pemeran antagonis.


"Jadi siapa saudaraku itu? Dan dimana dia sekarang?" Erik bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Kau akan tahu nanti!" Ucap Tomi. Membuat Erik semakin geram.


"Kalau memang kutukan itu hanya akal-akalan kalian, kenapa kau memaksaku untuk mencari tumbal sampai harus mengorbankan Venus?" Reino beralih menatap tajam Liana.


"Untuk apa lagi? Tentu saja untuk menyembunyikan rencana kami agar publik dan semua orang benar-benar percaya jika kutukan itu memang ada. Jadi aku harus menjalankan rencana ini dengan sempurna, agar semua orang tidak curiga bahwa semua ini pembunuhan." Liana menjelaskan semua dengan wajah yang bangga.


"Kenapa kalian tega melakukan semua ini hanya demi harta? Kalian tak punya perasaan!" Reino berbicara dengan penuh amarah, hatinya benar-benar sakit mendengar cerita Tomi.


"Mereka tak adil kepadaku! Aku juga putra Brahmansa, tapi kenapa hanya ayahmu yang diakui? Aku hanya berusaha mendapatkan hak ku! Lagipula aku juga ingin membalas dendam ibuku." Tomi meluapkan isi hatinya.


"Tapi bukan berarti kau mengorbankan orang lain! Mereka tak salah, ini sudah nasibmu menjadi anak dari istri simpanan yang licik!"Ucap Johan.


"Tutup mulutmu! Jangan menghina ibuku!" Tomi membentak Johan.


"Sekarang apa maumu, haa ...?" Akhirnya Erik membuka suara.


"Itu pertanyaan yang bagus anakku! Kau akan segera tahu apa mau ayahmu ini." Tomi memandang sinis ke arah Erik dan Reino.


"Cepat buka ikatan tangannya dan suruh dia tanda tangan berkas ini!" Tomi memerintah anak buahnya untuk melepaskan ikatan Johan dan melemparkan sebuah berkas kehadapan pria itu.


Ikatan tangan Johan sudah terbuka, pria paruh baya itu ragu-ragu meraih berkas yang berada di hadapannya, mendadak wajah Johan dipenuhi kilatan amarah saat membaca isi berkas itu.

__ADS_1


***


__ADS_2