
Zila pun ke dapur untuk mengambil masakan untuk di makannya berdua di kantor.
"Bi, hari ini masak apa?" Zila celingukan membuka panci panci yang tersusun rapi di meja.
"Banyak Non, silahkan di pilih." Ucap bibi tukang masak.
"Waaah, opor ayam aja deh Bi, sama jaroan hati sapi, hemmmm enak betul ini, bisa netes ni liur." Zila pun mencari tempat nasi dan juga tempat ikan dan sayur.
Setelah selesai menyusun makanan yang akan dia bawa ke kantor dia pun keluar minta antar sopir.
"Paman sopir mana kak?" Tanyanya pada Mita yang sedang duduk santai di teras bersama Ezra Bos cilik yang lagi tertidur pulas.
"Jemput Ayana, emang kamu mau ke mana?" Tanya kakaknya yang melihat Adiknya itu rapi dan menenteng rentang Nasi.
"Mau ke kantor Babang kak, mau kasih kejutan." Ucapnya sambil senyum yang tertutup cadar.
"Gojek aja, cepat sampainya." Anjuran Kak Mita.
"Gojek cewek ada?" Tanya Zila.
"Tanya aja dulu."
Akhirnya Mita menghubungi Gojek perempuan, tak berapa lama, gojek pun datang.
Zila berangkat dengan hati yang sangat senang. setelah 20 menit perjalanan mereka sampai di bangunan menjulang tinggi di mana Suaminya Hanan adalah Ceo di sana. Zila yang pernah ikut hanya sekali pun terlihat asing, bahkan security pun tidak mengenalinya.
"Nona mau ke mana?" Tanya Security
"Aku mau bertemu pak Hanan." Ucap Zila.
"Maaf Nona, apakah Nona sudah ada janji?" Security itu bertanya lagi.
"Tidak," Zila heran, mengapa Paman ini tidak mengenalinya, oh mungkin karena dia pakai cadar.
"Maaf, Nona tidak bisa bertemu Bos kalau belum ada janji." Ucap security itu.
__ADS_1
"Bu Bos...ada apa ibu kemari?" Sapa karyawati yang mengenali Zila. Dengan sedikit menundukkan badan.
"Ha????" Security jadi bingung dan garuk garuk kepala.
"Pak Tom, ini Bu Bos istri Bos." Ucap wanita itu lagi.
Security pun menunduk dan meminta maaf.
"Maaf Bos, saya tidak mengenali Bos." Ucapnya menyesal.
"Tidak papa Pak jangan begitu, aku malah tidak enak. Santai saja." Ucap Zila.
"Bos sudah pulang tadi Bu Bos. katanya mau ke rumah mama beliau dulu." Ucap karyawati
"Oh baiklah, kalau begitu aku akan menyusul kesana." Zila pun berbalik dan memesan Taksi online.
Zila melaju dengan kecepatan santai, karena Zila tak ingin perutnya tergoncang goncang.
Tak perlu waktu lama karena kantor Hanan tak jauh dari rumahnya, akhirnya dia pun sampai.
Dia sudah sampai di muka Pintu ketika dia memegangi gagang pintu yang sudah terbuka sedikit dia melihat Lili ada di sana.
Lili, mau apa dia ke mari?
Zila jadi penasaran dia pun mengintip sedikit pembicaraan Lili dan Mamah Hanan.
"Aku ingin Kau tidak membatasi Qiara bertemu dengan Hanan, walau bagaimana pun Hanan adalah ayah Biologis Qiara," Ucap Mamah Hanan.
Dag dig dug doooooooorrrrr
Bagai petir di siang bolong Zila terpaku tak berdaya. Dia hapus air mata yang entah kapan jatuhnya.
"Hanan, antar Lili dan Qiara sebentar ya? pakai mobil papah, jangan pakai mobil istrimu." Pinta mamahnya.
"Sama Sopir saja Mah, aku mau pulang cepat hari ini." Jawab Hanan yang terdengar jauh, mungkin lagi makan siang di dapur.
__ADS_1
"Sopir lagi ke kantor papah Nan, ngantarin makan papah tadi, sebentar aja kok." pinta mamahnya lagi.
"Aku pesankan taksi aja ya?" ucap Hanan lagi.
"Pappaaah." Ucap Qiara yang di lajari memanggil papah.
Sedang Lili hanya diam, dia berharap Hanan mau mengantarkannya. Mamah sudah bercerita kalau mereka sudah muallaf dan ganti nama.
Ya Allah, ternyata, masa lalu Hanan bersama Lili, ayah dari bayi yang selama ini ku gendong adalah suamiku sendiri.
Dia menahan isakan tangis, kakinya kelu tak bisa bergerak.
"Hanan, kasian Qiara, sebentar juga kok ayo! Apa perlu mamah yang ngantar?" Mamah kan nggak bisa nyetir😃
"Iya deh," Hanan terdengar sedikit kesal.
"Endooong." Pinta Qiara.
Akhirnya Hanan pun juga terpaksa menggendong Qiara. Lili tersenyum puas
Hanan mengambil mobil papahnya dan membawa Qiara duduk di sampingnya.
"Kamu duduk belakang saja." Ucap Hanan sama Lili.
Sementara di balik Bonsai yang tinggi dan berjejer rapat, sepasang mata basah menatap kepergian mereka. Zila pandangi mobil yang melaju dan hilang di balik tembok tinggi itu.
Ya Allah, mimpi apa aku?
Lirihnya
Zila seakan tak mampu lagi menumpu tubuh mungilnya.
BRUK
Zila jatuh dan pingsan di bawah Bonsai yang tumbuh subur.
__ADS_1
BERSAMBUNG....