
Klok
Pesan masuk di HP soraya.
Deg
"Papah?" Soraya yang tadi berbaring santai bangun tiba tiba. dia kaget dan langsung duduk.
"Loe di mana?" Terkirim.
"Di pinggiran kota, kami lagi PPL nih, benerkan itu papah loe?" Terkirim
"Iya bener, di kota mana?" Terkirim.
"Di kota Gejolak, ini kami udah selesai, apa ada yang perlu kami lakuin?" Terkirim
"Nggak, jangan, biar gue aja, terimakasih ya? oh iya, tolong jaga rahasia ini." Terkirim
"Oke, beres, tapi ada bonus nggak nih, haha."
"Tentu saja, nanti habis kalian Ppl, ke rumah ya!"
"Baik, daaah."
"Kurang ajar Papah, mulai berani bermain api, aku harus apa ya? Kak Hanan sedang galau karena kak Zila, sementara mamah tak mungkin kan aku kasih tau masalah ini? pasti mamah sangat sakit. Aku harus ngerjain tu cewek sendiri."
Soraya pun berdiri dan menelpon seseorang.
...
...
...
"Sayang, ayo makan! biar kita bisa pulang cepat." Ucap Hanan pada Zila, dia pun menyuapi Zila pelan.
"Kita pulang ke mana Bang?" Tanya Zila.
"Kita ke rumah mamah dulu, sekalian kita selesaikan urusan dengan Lili." Balas Hanan.
"Kita harus apa pada Lili?" Tanya Zila.
"Aku ingin tau, siapa ayah dari Qiara."
Hanan marah, terlihat dari sorot matanya.
"Bagaimana kita menanyakan itu?"
__ADS_1
Zila malah bingung sendiri.
"Apa susahnya tinggal kita tanyain, hey Li! anak siapa Qiara itu heh? hahaha."
Hanan sangat bahagia, karena kini dia tidak perlu lagi berlarian seperti di kejar anjing untuk menghindari Lili.
"Babang jangan terlalu kasar juga ah, kasian."
Zila emang slalu mementingkan hati orang, padahal dia sempat down dan pingsan di bawah pohon bonsai waktu itu.
"Kasian? kamu kasian? kamu ini ada ada saja, lihat pernikahan kita, hampir saja kandas."
"Bang, waktu pertama kali aku tau Qiara anak Babang, hatiku hancur Bang."
"Oh iya, sebenarnya aku pengen tau banget masalah itu. Dari mana kamu tau?"
Hanan sudah selesai menyuapi Zila dan sekarang duduk di sisi ranjang.
"Waktu Lili ke rumah Babang, waktu itu aku ke kantor mau ajak makan siang, tapi Babang nggak ada, aku juga sempat di ucapin paman satpam di kantor Babang' Maaf bu, kalau tidak ada janji, nggak bisa ketemu Bos' Haha, aneh kan? ketemu suami sendiri pakai janji." Ucap Zila, mengingat hari itu sangat berat.
"Ha? awas paman satpam ya, sampai nggak ngenalin istri cantikku ini."
Hanan mencubit kecil pipi Zila yang terbuka tanpa cadar.
"Trus aku ke rumah Mamah, namun saat aku melihat ada Lili di dalam, aku kaget, saat aku mau masuk, aku mendengar kata anak Hanan, Syok aku Bang, hihi."
Hanan memeluk tubuh istrinya.
Hanan jadi penasaran namun kini hatinya terasa sakit.
"Saat Lili mau pulang, aku sembunyi di bawah bonsai, entah mengapa pandanganku berkunang kunang dan akhirnya pingsan. Dan tumpahlah tu ikan dan nasi yang aku bawa dari rumah kak Mita."
"Oooh, jadi ikan ayam dan nasi yang tumpah itu milik kmu Nak?"
Tiba tiba Mamah Hanan ikut bicara.
"Sayaaaaang, emch emch emch, maaf kan aku aku sangat berdosa begini, membiarkan istri yang sedang hamil menanggung beban, aku tidak akan tinggal diam, aku akan menuntut Lili."
Hanan sangat bersemangat ingin membalas perbuatan Lili.
"Jangan Bang! biar di maafkan saja."
Zila ah githuuu.
"Nggak sayang, dia harus tau. Kami juga sudah memberinya uang berapa bulan ini sebanyak 20 juta perbulan, enak saja di biarin begitu saja. Kamu jangan punya hati yang sangat lembut sayang, nanti akan sering di injak orang."
Ucap Hanan sambil mengelus pipi istrinya.
__ADS_1
"Tapi aku pernah hidup sama Lili Bang, waktu dulu sebelum ke Tarim."
"Aku mau urus kepulanganmu dulu, tunggu ya, Mah, titip Zila dan calon anakku ya, mau ke administrasi dulu."
Hanan oun melangkah ke luar.
"Iya."
Sahut Mamahnya, padahal Hanan udah ngilang di balik pintu.
🌻
🌻
🌻
Keluarga Hanan sudah sampai rumah tepat jam 12 siang.
"Mah, ayo telpon Lili, dia pasti tidak menyangka akan terjadi sesuatu padanya."
Ucap Hanan.
"Baik Nan."
"Sayang mau makan lagi?"
Zila tampak berbaring di paha Hanan.
"Nanti saja, aku merasa lelah Bang. Mau tidur dulu."
Zila memcoba bangun, namun di tahan Hanan, dan membiarkannya tetap di pahanya.
"Di sini saja, nanti kamu harus liat Lili juga, tapi kamu diam di kamar dulu kalau dia datang ya?"
Hanan terus membelai belai pipi mulus istrinya, rasa sayangnya kini bertambah, wanita yang sangat di idamkan semua orang.
"Lili datang!"
Teriak mamah Hanan.
Hap
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Hanan segera menggendong Zila dan membawanya ke kamar.
BERSAMBUNG....