Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Siuman


__ADS_3

Byur


Hap


Izzam memeluk istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Mobil, cepat kunci." Zila pun panik dan mengambil semua kunci mobil dan motor yang ada. Namun aizzam tau yang mana kunci dan mobilnya yang akan di pakai.


"Tunggu Zam buat,napas buatan saja, ucap salah satu pengunjung yang ternyata seorang dokter."


"Tolong, bagaimana?"


"Kamu aja Zam, masa aku yang kasih? aap kamu nggak cemburu?" ucap dokter itu swmpat sempat aja becanda.


"Bagaimana?" Izzam pun langsung meniup mulut istrinya dan menyibak cadarnya.


"Hidungnya di tutup tiup yang keras Zam." Izzam pun melakukannya.


dokter itu pun menekan dada Mita berulang-ulang. Begitu juga Izzam memberi nafas buatan berulang-ulang. Sementara Lili dan Lena tampak harap-hatap cemas, karena Mita terlalu cepat di temukan.


"Uhuk...uhuk...uhuk.."


"Sayang, ooooh, hik hik hik." Izzam pun lemes dan memeluk tubuh kurus istrinya erat.


"Abang, maaf, aku tidak mendengarkanmu, untuk tetap di kamar." Mita pun menyapu seisi ruang tamu seperti mencari sesuatu.


Deg


Matanya menatap wajah Lena yang tampak tegang.


Tap


Tap


Tap


"Mas aku pulang duluan ya, aku merasa pusing dan sakit perut." Rengek Lena pada Fasha. Fasha tampak bingung.


"Kenapa buru-buru Dek? istirahat di sini saja."


"Nggak Mas di sini berisik ayo antar aku!" Lena pun terburu-buru keluar meninggalkan kerumunan. Fasha pin terpaksa mengikuti kemauan istrinya.


"Ini ulah Tante Lena." Ucap Ayana tiba-tiba di tengah bisik-bisik orang-orang yang berkerumun.


"Kok ayana ngomong gitu sih?" Ucsp Zila lagi.


"Iya Kak, kata Aunte tadi ummi sama tante Lena kan, waktu terkena minyak itu juga ulah dia." Ucapnya.


"Ssst, jangan keras-keras, nanti kita bicara sama Papah mu ya." Ayana tampak cemberut, dia pun mendekati Mita.


"Ummi, maaf Ayana nggak bisa jaga Ummi, dede bayi tidak apa-apa kan?" Ayana tamlak menangis dan mengusap perut Mita seakan-akan bicara pada adiknya.


"Ayo sayang kita ke kamar ganti baju." Izzam pun menggendong Mita membawanya ke kamar untuk ganti pakaian.


Ceklek, Ayana membukakan pintu.


"Pah aku pengen ngomong."


"Ada apa sayang, kita ganti baju ummi dulu ya, tutup pintunya."


Ceklek kreeek di kunci.


"Pah, ini pasti gara-gara ulah Tante Lena iya kan Mi?"


Deg


Mita kaget, Ayana mengetahui itu.


"Tidak sayang, Ummi terpeleset." bohong Mita, Dia ingin meng-introgasi sendiri, mengapa adik iparnya itu melakukan hal buruk padanya.

__ADS_1


"Trus siapa dong?" Ayana penasaran kenala Umminya sampai jatuh, padahal Umminya tidak bisa berenang. Sementara Izzam melepas pakaian Syari Mita dan mengambilkan babydoll.


"Terpeleset sayang."


"Katanya tadi Ummi sama Tante Lena kan? kemana Tante Lena saat Ummi jatuh?"


"Aduh, Ummi pusing tolong ambilkan,air minum sayang."


"Ayana ayo cepat ambilkan air." Titah Izzam.


Ayana pun berlari keluar.


"Sayang, ayo lepaskan lapisan dalamnya."


"Biar aku aja bang, ke kamar mandi aja ah, malu di sini kalau ada yang datang."


"Kok ke kamar mandi? ini ku kunci duku biar di sini aja." Izzam pun mengunci pintu.


"Malu sama abang ah," Mita tetap kekeh mau ke kamar mandi.


Hap


"Ah kelamaan."


Sret sret sret


Izzam pun melepas celana panjang istrinya dan Celna **lam dengan cepat.


"Abaaaaang." Mita malah menutupi mahkotanya itu dengan kedua tangannya.


"Apaan sih, awas," Izzam menepis tangan jstrinya dan memasangkan C*D dan celana lanjang.


"Selesai, emang di kira mau ngapain? he?", Izzam pun mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling bersentuhan.


Duk


Duk


Duk


Ceklek.


"Ummi lagi ganti celana sayang, takut kalau ada yang liat." Izzam pun membukakan pintu.


Ayana mendekati Mita yang duduk di tepi ranjanh.


"Ini Mi. ummi mau makan juga? biar Ayana ambilkan."


"Nggak sayang, Ummi mau istirahat saja." Mita pun merebahkan dirinya menghadap dinding.


Kejadian barusan pun,berkelebat di kepalanya. Bagaimana Adik iparnya tega menyenggolnya hingga terjatuh, dan meninggalkannya tanpa menolong.


Kakak...tunggu, aku akan mencari bantuan.


tunggu kak ya, Ucap Lena


Saat itu Mita masih bisa bertahan sambil berenang sebisanya. namun sudah 10 menit Lena tidak kembali. Hingga akhirnya Mita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya,Mita pun tertidur setelah lama terbayang-bayang kejadian barusan.


Ceklek


Ayana dan Izzam pun keluar untuk menyalami tamu yang sudah bersiap pulang. Jam sudah menunjukkan jam 13.20. Azan zuhur pun sudah berkomandang begitu indah. para tamu pun bubar tanpa di suruh.


"Kak Zam, Kak Mitamana?" Zila datang bertanya pada Izzam.


"Lagi istirahat di kamar."


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Ceklek


Zila mendatangi Kakaknya, ternyata Mita sudah bangun dan duduk di sisi ranjang.


"Kakak, sebenarnya apa yang terjadi."


"Sssstt, kunci pintunya, sini." Mita pun melambai mengajak Zila duduk di sisinya.


"Zila, kamu percaya nggak kalau Lena itu menyembunyikan sesuatu?"


"Maksud kakak apa?"


"Apa mungkin Lena berniat buruk lada kita?"


"Oh iya Kakak, kayanya tadi kakak sama mbak Lena ya, di dekat kolam renang, kok kakak bisa jatuh?"


"Nah iti masalahnya dek! Aku tersenggol Lena, namun dia tidak berusaha membantuku, bahkan berjalan keluar lewat pintu belakang mencari pertolongan katanya. Tapi tak balik-balik."


"Kak, wak tu kakak jatuh terkena minyak goreng, Ayana juga bilang, kalau itu di sengaja lho Kak!"


"Ah masa? siapa bilang?"


Ceklek


"Sayang, kok di kunci." Izzam berteriak dari depan pintu.


"Bentar Bang.....Dek, ini rahasia kita ya, jangan sampai Bang Zam tau, bisa gawat, kasian,Fasha baru menikah."


"Ngapaiiin, kok lama banget? apa kamu menyembunyikan pangeran?" Goda Izzam.


"Nggak ah ada ada aja."


Ceklek


Zila pin membuka pintu.


"Zila? ngapain di sini?"


"Curhat dong Kak,...kak mita aku keluar dulu ya, mau makan."


"Iya."


"Sayang, kamu mau makan apa hem?" biar ku ambilin," Izzam pun menawari makanan.


"Kalau aku meminta sesuatu, abang mau nggak memberikan?" Mita malah bertanya balik, udah tau Izzam Bucin Mita.


"Katakan, apa aja, akan ku kasih, rumah? villa? perusahaan atau apa heh?"


"Apa Abang nggak nyesel heh?"


"Apa an sih hem." Izzam pun memeluk kepala istrinya hingga tenggelam di dadanya.


"Aku ingin ini." Mita menunjuk dada Izzam.


"Ha? apa itu?" Izzam malah bingung.


"Aku ingin ngambil jantung Abang dan menggorengnya lalu memakannya hap hap hap...ha ha h ha."'


"Hmmmmm nakal ya."


"Au, Abang, geli bang hentikan, hentikan au." Mita pun terpingkal-pingkal karena di gelitiki Izzam.


"Aduuuh sakiiit." Tiba-tiba Mita meringis menekan perutnya karena keskitan. mungkin marwna tsrlalu banyak tertawa


"Sayang ada apa?"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2