Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Terusir


__ADS_3

Tami memaksa Fasha keluar, dia terus mendorongnya, namun Fasha tak bergeming.


"Ada apa ini?" Tiba- tiba Pak Bambang datang dan memasuki ruangan Fasha.


"Hey, kau, kau tau kan? bahwa perusahaan ini adalah milik aku dan Izzam, jadi kalau sampai Izzam tiada, berarti perusahaan ini adalah milikku, enak saja di kasih ke Mita, emang dia berjuang apa?" Tami sangat emosi. Dia duduk di kursi kerajaan Izzam.


"Maaf Ny.Tami, Tuan Izzam sudah memutuskan hubungan dengan Nyonya sejak perceraian itu, bukankah Nyonya sendiri yang menyetujuinya? Nyonya telah menerima harta gono gini sebanyak 5M. Jadi Nyonya tidak ada hak lagi akan perusahaan ini." Pak Bambang begitu tegas, di usianya yang terlihat tua, namun dia terlihat berwibawa dengan tutur katanya yang santai.


"Tidak bisa! 5 M tak sebanding dengan perusahaan ini!"


"Nyonya, saat Kalian bercerai, perusahaan ini tak sebesar sekarang, bahkan kalau di total pun kekayaan Izzam dan Nyonya saat itu paling cuma 7 M. sedang Nyonya meminta uang sebanyak 5 M, berarti tuan Izzam hanya mengambil 2M. itu pun beliau ngutang di Bank Nyonya.


"Elllleh, aku nggak percaya, pokoknya aku mau perusahaan ini." Tami tetap pada pendiriannya.


"Baik Nyonya, Nyonya akan menyesal kalau memaksa."


Pak Bambang pun keluar dan terlihat menelpon seseorang.


{Tuan, seperti yang Tuan duga, Ny.Tami ngamuk}


{Panggilkan polisi saja, penjarakan saja dia}


{Baik Tuan.}


Pak Bambang pun menutup telpon dan kembali masuk ke dalam.


"Au." Tiba-tiba Fasha dan Pak Bambang tabrakan.


"Kau mau ke mana?" Tanya pak Bambang.


"Saya mau keluar Pak."


"Buat apa? ini perusahaan Kakak dan ponakanmu? untuk apa mengalah?"


"Aku akan istirahat sebentar Pak, sebelum aku melawan."


"Hey, pergi pergi pergi sana, tak ada untungnya melawan, aku akan menang." Ucap Tami.


Fasha pun pergi meninggalkan ruangan dengan wajah kesal.


"Ny.Tami, apa anda yakin? apakah Nyonya ingin berhadapan dengan polisi?"


"Siapa yang berani mengusutku, wanita jala** itu? heh, emang dia punya apa?"

__ADS_1


"Baik Ny.Tami aku terpaksa melakukan ini."


"Emang kau di upah berapa heh? biar aku ganti 2 atau bahkan 3 kali lipat untuk ini."


"Aku tidak matre," Pak Bambang pun menekan no seseorang.


{Tuan, dia menolak untuk pergi}


{Laporkan saja}


{Baik Tuan, segera}


Deg


Tiba-tiba Tami kaget mendengar suara dari sebrang telpon, Pak Bambang pun sengaja meload Speaker panggilan.


"Si...siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan pemilik perusahaan ini!" Ucap Pak Bambang sinis dan berjalan meninggalkan ruangan.


Pemilik? apakah Izzam masih hidup? tapi Aunte bilang dia tidak pernah pulang bahkan Mita pun sakit-sakitan, karena memikirkan Izzam?


"Tunggu, Bambang, apakah Izzam...masih hidup?"


"Ti...dak, bukan."


"Hey karyawan semuanya, lihat kemari?"


Semua karyawan yang sibuk pun segera menghadap Pak Bambang, mereka tau Pak Bambang sangat berpengaruh.


"Apakah kalian mau di pimpin oleh mantan istri Pak Zam kembali?"


Awalnya semua karyawan tampak bisik-bisik, dan bingung dengan pertanyaan itu. dahulu pernah Tami menjadi suverpesor mereka, namun mereka sangat tertekan di bawah kepemimpinan Tami.


"Jawab jujur." ucap Pak Bambang.


"Tidaaaaaak." Semua karyawan serentak.


"Bagaimana Ny. Tami? apa kau masih ingin disini?"


"Keterlaluan kau, heh."


Bruk

__ADS_1


Tami pun berjalan dan menabrak tubuh Pak Bambang kasar.


"Huuuuuuh." Semua karyawan bersorak.


Tami tambah malu dan mempercepat jalannya. sampai di parkiran mobil.


Sepasang mata menatapnya tajam. Sementara Pak Bambang pun sudah sampai di parkiran.


"Pak, sudah beres."


"Terimakasih, sekarang ayo kita pulang!"


"Apakah bapak tidak ingin pulang ke rumah? untuk melihat istri dan anak bapak."


"Aku belum siap, aku harus terlihat tampan baru bisa menemui mereka, aku takut luka ini akan menakuti istriku."


Rupanya Zam, dia masih hidup.


dia sedang operasi untuk memperbaiki mukanya yang hancur.


"Tapi bagaimana kalau ternyata istri tuan malah terpincut laki-laki lain?"


Deg


Izzam terdiam sesaat.


"Dasar kau ini, oh ya, siapa suami adik iparku?"


"Oh iya tuan, namanya, Hanan, orangnya sangat tampan dan baik hati, aku sudah meletakkan mata-mata di sana."


"Terimakasih." Izzam tersenyum dan meneteskan air mata bahagia, dia yakin Hanan dapat di andalkan.


"Lelaki Sok Tampan itu." Gumamnya. namun masih terdengar oleh pak Bambang.


"Apa Pak?"


"Oh tidak." Izzam pun senyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan menuju Apartemen pak Bambang


BERSAMBUNG...


Mungkin sebentar lagi tamat ya.


di sambung ekstra part Babang Hanan dan Zila

__ADS_1


atau mungkin Ceo Ezra dan kisah hidupnya😊


__ADS_2