
Tanpa dosa Hanan pun duduk di kursinya, dia masih pura-pura tidak tau menau.Sementara Mita melotot menatap suaminya, suaminya pun memalingkan muka menatap jendela, namun dia tidak melepaskan genggaman tangannya.
"Abang, lihat aku!" Mita menarik tangan Izzam kasar.
"Ada apa sih? santai aja kalee." Izzam masih tak mau menatap mata istrinya, ada sedikit perasaan takut.
"Lihat kesini dulu, nggak sopan, orang lagi ngomong nggak di liatin." Ucap Mita kesal. Izzam pun menoleh.
"Tuh?" Ucap Mita sambil menatap Hanan yang salah tingkah.
"Hihi, itu Hanan kan yang kemaren kita temui? kok kebetulan sekali dia ada disini? kamu mau pulang juga?" Tanya Izzam pura-pura bego.
"Iya Kak, kami kan liburan juga." Ucapnya, benar-benar kompak, sementara Hamzah hanya menonton sambil senyum.
"Aku mau duduk samping Kak Mita." Ucap Zila masih berdiri di samping Mita.
"Tidak bisa!" Ucap Izzam lagi.
"Bang, ayolah mengalah, apa Abang mau Zila duduk dengan lelaki bukan muhrim, trus di apa-apain lagi waktu tidur." Ucap Mita lagi.
"Kak, aku nggak bekal ngapain kok." Protes Hanan.
"Baiklah,"
Bruk.
Zila pun duduk di lantai samping Kakaknya, dia benar-benar jengkel, dia pun meneteskan air mata.
"Zila, Kok duduk di situ?" mita pun melepaskan sabuk dan berdiri.
"Iya, iya, aku pindah." Izzam pun mengalah, merasa tidak tega dengan adik iparnya yang nangis, orang di sekitarnya pun bisik-bisik heran atas tingkah laku keluarga itu, Izzam pun berdiri.
"Hei Mr. Izzam? apa kau masih ingat aku?"
Tiba-tiba seorang wanita Bule menyala Izzam."
"Oh, kau?" Dalam hati Izzam bingung, siapa dia ya? tapi tiba-tiba ada ide gila di kepalanya.
"Oh iya aku ingat, apa kabar?"
Bruk
Izzam pun duduk di samping wanita itu, karena kebetulan kosong. Hanya fiksi pemirsa jadi banyak kebetulannya, hihi.
Mita pun kaget melihat suaminya duduk di samping wanita Bule itu.
"Baik, kalian dari yaman juga?."
Wanita itu terlihat sangat akrab dengan Izzam, wanita itu mengenakan celana panjang baji kaos, dan kacamata.
"Iya,." Izzam melirik Mita yang masih berdiri menatapnya.
__ADS_1
"Mita, ayo ajak Zila duduk, aku biar di sini aja." Ucap Izzam enteng. Zila pun menatap wajah Kakak nya, dia mengerti kalau Kakaknya lagi cemburu.
"Bang, biar aku duduk di sini, Kak Zam duduk sama Kak Mita aja!" Seru Zila mendekati Izzam.
"Tidak apa-apa, aku disini aja, lagian aku udah lama tak bertemu teman bisnisku ini." Izzam sengaja memanasi Mita.
Krek
Settt
Zila pun di tarik Mita.
"Udah biarin aja, kamu duduk sama Kakak."
Mita pun duduk dekat jendela dengan mengarah ke jendela, sementara Zila terpaksa menuruti keinginan Kakaknya.
Hati mita tak karuan rasa melihat tingkah suaminya, 5 jam perjalanan Mita belum tidur, sementara Zila sudah mendengkur kecil. lain lagi dengan Hanan, dia terus menatap kepala wanitanya itu. Terlihat Bule itu tertidur karena capek dan tak sengaja menyandarkan kepalanya pada Izzam yang juga sudah tertidur. Hati Mita sakit sekali, rasanya ingin melompat dari pesawat itu, Hanan pun rupanya memperhatikan tingkah calon Kakak iparnya itu.
Brak
Tiba-tiba Mita berdiri dan melangkahi adiknya dia berjalan menuju depan pesawat, Hanan jadi bingung mau kemana wanita itu, kalau mau ke toilet tentu saja arah belakang lebih dekat. Hanan lin ada ide.
Dia berdiri dan pura-pura berjalan ke depan, lalu balik lagi ke kursinya, ternyata dia mengambil foto kemesraan Izzam dengan Bule, hihi. hampir 80% penumpangnya sudah tertidur lelap.
sudah setengah jam Mita pergi namun belum kembali, Hanan pun sedikit khawatir, walaiu bagaimana pun juga, Mita adalah Kakak dari gadis yang dia taksir.
"Kak Zam, bangun! hust hust bangun." Izzam lin terbangun dan memdapati wanita bule itu bersandar di bahunya.
"Ish, sial. Ada apa?" Tanya Izzam.
"Pergi? kemana?" Izzam pun berdiri.
"Arah depan Kak, nggak tau kemana?"
Izzam pun terlihat berjalan menuju arah depan. mungkin dia menuju toilet depan. Namun dia kembali tak menemukan Mita, dia pun jadi panik sendiri.
Sementara Mita tampak tertidur pulas di samping jendela dan di samping wanita yang juga bercadar.
#Falashback#
"Mbak boleh aku duduk di samping jendela? aku merasa mual duduk dekat lelaki di sana." Mita menunjuk arah belakangnya.
"Oh silahkan Mbak, nggak Papa."
Mita pun duduk dan bersandar, hatinya masih terasa panas, namun dia pun terus berzikir sampai akhirnya dia tertidur.
#Flasback end#
Dia pun mulai memindai kursi yang berjejer satu persatu. Hingga akhirnya sampai ke kursi dua orang wanita bercadar yang sedang tertidur.
"Ish rupanya kau disini!" Gumam Izzam.
__ADS_1
"Mbak, maaf, boleh saya membangunkan istri saya?" Izzam pun nekat membangunkan dan mencolek-colek pundak Wanita di damping Mita.
"Oh baiklah, biar saya saja."
Wanita itu pun menggoyang pelan tubuh Mita, hingga Mita terbangun.
"Sudah sampai?" Tanya Mita sambil menggeliat.
"Nggak, apa dia suamimu?" Wanita bercadar itu menunjuk Izzam,
"Oh, iya." Mita pun memalingkan wajahnya ke jendela.
"Sayang, ayo balik ke kursi kita!" Izzam melambaikan tangannya.
"Abang aja, sana!" Mita tampak masih merajuk.
"Sayang, ayo! kasian Mbaknya kita ganggu." Ucap Izzam lagi.
"Hups, Mbak, maaf." Mita pun berdiri mengikuti suaminya. Akhirnya Zila terpaksa mengalah duduk bersebelahan sama Hanan, dan Izzam bersebelahan dengan Mita, kembali Izzam menggenggam erat tangan Mita sepanjang jalan, sementara Zila meletakkan boneka besar di antara dirinya dan Hanan.
"Sayang, ayo kita menikah!" Goda Hanan.
"Hah? enak aja, aku masih sekolah tau, apa mau di laporkan menikahi anak di bawah umur?" Ucap Zila.
"Aku takut nanti kamu malah di ambil orang, pacaran juga kamu nggak mau."
"....?" Zila hanya diam.
"Sayang, ayo kita nikah siri ya, mau ya?" Hanan benar-benar kebelet kale ya.
"Nggak, tunggu sampai aku lulus kuliah 5 thun lagi.
"Aaaaah, tega amat sih ente, jangan sadis giti doong."
"Hihi, nanti aku pikirkan." Hati Zila bergetar tiap kali menatap lelaki itu.
Tak terasa 9 jam sudah mereka jalani, Pesawat pun mulai mendarat. Sang pramugari pun mulai memberi peringatan untuk memasang sabuk dll.
Mendarat sempurna, jam 20.00
Mereka pun keluar Izzam terlihat merangkul istrinya mesra, sementara Hanan lun tampak bersemangat, dia pun berjalan mengekori Zila. Hatinya sangat senang.
"Aku akan melamarmu pada Kakakmu, aku tak perduli di terima atau tidak." Ucap Hanan pelan.
Zila hanya diam dan terus berjalan.
"Kita makan dulu, nanti pak Bambang akan menjemput kita."
Hamzah oun,bingung,antara ikut atau pulang sendiri.
"Maaf Tuan, sebaiknya saya duluan." Ucap Hamzah pamit pada mereka. Dia juga bingung sebenarnya mau kemana dulu malam ini, besok baru melanjutkan perjalanan ke kota tujuan.
__ADS_1
"Kita makan dulu, kau ikut Hanan saja malam ini." Ucap Izzam.
BERSAMBUNG....