Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Rahasia terbongkar bikin Syok parah


__ADS_3

Lili sudah sampai di depan kamar mamahnya.


"Maafkan aku, aku telah mencampakkanmu, aku sungguh minta maaf, dan kini aku sadar, bahwa aku sudah mendapat karmanya, aku tidak bisa punya anak lagi. hik hik hik hik."


Suara lelaki itu tersedu di jadapan tubuh Tami yang terbujur kaku.


Lili pun mendekati mamahnya dengan kaki guntai.


Bruk


Dia bersimpuh di kaki mamahnya, air matanya kini menetes deras, dadanya bergemuruh.


"Mamaaaaaah hik hik hik, jangan pergi, tolong jangan pergi maaaah hik hik hik."


Lili terus meraung. Tanpa Lili sadari lelaki di sampingnya menatapnya bingung heran dan syok.


"Kau...kau anak Tami?"


Eng eng eng


Lili pun menyeka air matanya.


"Kau...kenapa kau kemari heh? apa kau tidak melihat aku sedang bersedih.hik hik hik mamaaaah."


Lili kembali menangis.


"Jadi benar kau anak Tami?"


Lelaki itu masih tidak percaya.


Bruk


Lelaki itu terduduk di lantai.


"Tuan...Benar Tuan, ini anak Nyonya Tami."


Sahut Bibi yang kebetulan juga ada di situ Bibi yang selama ini merawat Tami, dan yang menelpon lelaki itu pun tadi adalah Bibi.


"Ya Yuhaaaaan hik hik hik,"


Lelaki itu pun kembali menangis histeris.


"Bibi...."


Tiba tiba Izzam dan Mita pun datang. Karena telah di telpon Bibi.


"Tuan dan Nyonya besar."


Sapa Bibi.


"Lili, Qiara."


Sapa Mita sambil memeluk mereka berdua untuk menguatkan.


"Tante..." Lili pun memeluk balik Mita.

__ADS_1


Mita terus memeluk dan juga meneteskan air matanya.


"Mbak, Tami, maafkan kami kalau kami memang,banyak salah sama Mbak."


Gumam Mita.


Sementara lelaki itu Pak Lesmana masih menangis, dia sangat syok mengetahui kalau Lili adalah Anaknya yang dulu di tinggalkannya waktu sedang mengandung.


"Maaf, Tuan siapa?"


Tanya Izzam pada lelaki itu(Lesmana).


"Aku...aku ah...hik hik hik."


Dia kembali menangis.


"Tuan...mengapa anda menangis sesedih itu? apakah anda keluarga Tami? tapi selama ini aku tidak pernah bertemu anda?"


Izzam terus menanyai Lesmana bagaikan pencuri anak ayam.


"Aku Suami oertsma Tami "


Dooor


Izzam pin terdiam sejenak.


Hening...


"Oooh..."


Hanya itu yang terucap dari mulut Izzam.


Tanya Lesmana.


"Aku?(menunjuk dirinya) Aku adalah suami ke duanya, namun kami telah bercerai."


Ucap Izzam.


"Jadi kau yang telah merawat Lili sejak kecil hingga remaja?"


"Iya."


Izzam sambil angguk angguk.


"Mengapa,kalian tidak pernah mempertemukan aku dengan Lili? mengapa?"


Lesmana bangun dan mengguncang tubuh Izzam.


"Hey... apa maksudmu? aku bahkan tidak tau kalau Ayah Lili masih hidup, Tami slalu marah kalau aku bertanya tentang suami pertamanya."


Jawab Izzam.


Lesmana pun melepaskan cengkramannya.


"Aku sangat bodoh, bahkan lebih bodoh lagi ketika aku tidak bisa menjadi ayah yabg naik untuk melindunginya."

__ADS_1


Lesmana kembali menangis.


"Sudahlah, itu hanya masa lalu, sekarang kau sudah tau, kau bis memlerbaikknya.


"jadi...kau...kau adalah ayahku?"


Lili yang mendengar itu pun kaget dan sontak berdiri mendekati lelaki itu.


Bugh bguh bugh


"Baj-ngan bajing-an kau."


Lili terus mengamuk memukuki lelaki itu.


"Lili, Sabar, sabar dulu ayo!"


Mita memeluk Lili erat dan membawanya menjauhi Lesmana.


"Papah, usir dia dari sini! aku tidak sudi melihat mukanya pah, pergi!"


Lili terus mengamuk.


"Lili, dia ayahmu, kau tidak boleh seperti ini." Bentak Izzam.


" Papah, apa kau tau siapa dia? dia....dia adalah Ayah Qiara pah."


Jreng jreng jreng


Mita, Bibi dan juga Izzam terbelalak, mulut mereka terbuka lebar, tangan kaki mereka berhenti bergerak untuk sesaat.


Hening


Hening


Hening


Bugh bugh bugh


Hantaman demi hantaman kini menghujani tubuh Lesmana. Izzam benar benar tak bisa mengendalikan emosinya.


"Bang, Bang Zam, sadar Bang, Bang!" Mita terus menarik tangan Izzam, namun tak berdaya. Hingga datang 2 perawat lelaki yang melerai pertengkaran mereka.


"Oh tuhaaan...mengapa aku berada di keluarga yang berantakan ini?"


Gumam Izzam, dia pun memegangi dadanya yang terasa sakit.


Bruk


Izzam roboh.


"Bang bang! bangun!"


Izzam terjatuh pingsan, nafasnya seakan di hentak hentakkan. Dia pun di pasangi oksigen, sementara Tami kini di pindahkan ke ruang jenazah. Dan besok akan di bawa ke rumah duka setelah di bersihkan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Promo novel baru Nana ya.


CINTA DALAM DO'A


__ADS_2