Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Melamar dadakan


__ADS_3

Keluarga Mita dan Keluarga Hanan pun sudah berkumpul. Mereka akan melangsungkan pernikahan hari ini. jam 11 pagi.


Penghulu dan saksi sudah di panggil. Keluarga Hanan menunggu di ruang tamu.


Sedang Mita masih duduk di ruang keluarga untuk menunggu jam yang telah disepakati. sementara Fasha menemani keluarga Hanan berbincang-bincang.


Di ruang keluarga


"Hey Nona, kemarilah!" Mita memanggil anak Bibi yang tadi malam menggendong Ezra.


"Iya Nyonya besar."


Dia pun segera mendekat.


"Ibumu mana?" Tanya Mita lagi.


"Ibu masih sakit Nyonya, rencananya hari ini saya akan membawanya pulang dulu untuk istirahat."


"Kenapa pulang? biar di sini saja."


"Kata Ibu tidak enak di sini nggak kerja malah ikut makan." Gadis itu hanya menunduk.


"Aku ingin bertanya sesuatu. Apakah kau sudah punya pacar?" Mita menatap mata gadis itu.


Zila yang sedang asyik menemani Ezra dan Ayana pun spontan menatap Kakaknya.


Untuk apa kakak menanyakan itu


Bathinnya


"Belum Nyonya."


"Apa kau punya paman atau kakak laki-laki?"


"Tidak ada Nyonya, ada apa Nyonya besar menanyakan itu?"


"Maukah kau menjadi bagian keluarga kami?"


"Maksudnya? saya belum paham Nyonya."


"Maukah kau menikah dengan Fasha?"


"Ha...???" Zila yang mendengar itu kaget dan membuka mulutnya lebar. Gadis itu hanya membulatkan mulutnya dan membelalakkan matanya karena kaget.


"Kakak? kenapa tidak tanya Kak Fasha saja?"


"Ssssst." Ucap Mita.


"I..itu, saya, saya mungkin tidak pantas untuk tuan Fasha Nyonya."

__ADS_1


"Kenapa tidak? aku percaya kamu orang baik, sana kamu bicarakan dulu sama ibumu, aku tunggu ya, kalau kau bersedia, hari ini juga kalian akan menikah, bersamaan dengan Zila."


"????" Gadis itu masih terpana tak bergeming.


"Hey.... kau dengar aku? sana tanyakan pada ibumu!"


"Oh i..iya Nyonya." Barulah gadis itu pergi."


"Kak, namanya siapa?"


"Hah? hahahahahahahahaha," Mita tertawa renyah, seakan hari ini tidak ada beban di pundaknya, padahal dia sudah berhari-hari tidak banyak bicara apalagi tertawa.


"Kok ketawa sih Kak?" Zila tampak bingung.


"Mau apa lagi? aku juga tidak tau namanya."


"Hahahaha." tertawa bersama.


"Panggil kakakmu."


Zila mengangguk dan berlalu meninggal kan Ezra yang terlihat terkantuk-kantuk dalam ayunan.


Tap


Tap


Tap


"Maukah kau menikah hari ini?"


"Hah? hahaha calonnya juga nggak ada kok nikah hari ini?" Jawabnya.


"Ada kok. asal kamu mau dan percaya sama kakak."


"Aneh ah, masa nikah dadakan?"


"Nggak aneh lagi...ada tuh di Novel sebelah nikah dadakan😄"


"Kakak ah, itu di sebelah kak, ini disini lain Authornya lagi🤣 nanti di marahin Reader kalau nggak pacaran dulu atau kenalan dulu."


"Kak, dalam islam itu nggak ada lho yang namanya pacaran." Sahut Zila yang dari tdi cuma nguping.


"Lha, kamu kan juga kenal lama, bahkan Hanan nganggap kamu pacarnya." jawab Fasha tak mau kalah.


"Nggak kok, dia aja yang begitu, selama satu tahun ini kami nggak pernah ketemu." Bela Zila lagi.


"Udah ah, kamu mau nggak?" Mita menatap Fasha, dia beberapa memergoki Fasha sedang menatap Anak Bibi tajam. Bahkan sambil tersenyum. Fasha tak menyadari itu.


"Nyonya," Tiba-tiba Anak bibi datang.

__ADS_1


"Huh keburu dateng deh, kakak jawabnya kelamaan." Ucap Zila. Fasha malah bingung. Namun dia menatap gadis di depannya sejenak.


"Kalau sama dia, mau?" Mita mengarahkan tangannya ke gadis yang baru datang.


"Hah?" Fasha pun melongo.


"Jawab saja!" Ucap Mita lagi.


"Mmmmm," Dia menatap gadis itu sekali lagi.


kemudian


Mengangguk.


"Naaaah dari tadi kek, gitu aja repor." ucap Zila. sambil merangkul kakaknya dari belakang.


"Mana ku tau kalau dia gadisnya, tapi...."


"Udah bereeees, kakak udah ngelamar dia untuk kamu."


Gadis itu pun tertunduk malu-malu.


"Hah? Kak?"


"Hihi, Kakak tau kok kalau kamu sering perhati in dia dari jauh."" Ucap Mita lagi.


"Masa?" ucap Fasha kaget, dia tidak menyangka, kalau kakaknya itu di tengah-tengah kesedihannya, dia sempat memikirkannya.


Hap


Fasha pun memeluk Kakaknya dan meneteskan air mata, Zila pun ikutan memeluk, mereka bertiga saling berplukan.


"Terimakasih Kakak, walau sekarang kakak dalam keadaan tidak baik-baik saja, namun Kakak masih bisa perhatian pada kami." ucap Fasha.


"Ayo kita saling menguatkan." Ucap Zila.


"Yeee yang mau nikah, udah dewasa sekarang." Ucap Fasha.


"Lha kakak kan juga akan menikah."


"Hahaha." Mereka kembali tertawa bersama. dan saling melepaskan pelukan. Sementara sang gadis melihat kagum pada persaudaraan 3 beradik itu.


Setelah tanya nama dan banyak hal


mereka pun segera bersiap, jam baru menunjukkan jam 9 pagi.


BERSAMBUNG...


pemberitahuan Update ada di bawah ya.👇

__ADS_1


__ADS_2