
"Anak ini lagi jatuh cinta kembali, untunglah dia bisa bangkit, aku tidak khawatir lagi tentang dia." Mamahnya pun pergi ke dapur untuk bersih-bersih cucian piring.
Sementara Hanan yang melaju di jalanan mempercepat laju mobilnya, mobil yang paling mewah yang papahnya punya. Sesampainya di pekarangan rumah Izzam.
"Assalamualaikum, pak saya mau ketemu Kakak ipar."
"Tuan Hanan? Masuk silahkan!" Security membukakan pagar yang menjulang tinggi.
"Terimakasih paman."
Hanan pun masuk dan memarkirkan mobilnya di halaman yang luas.
Tap tap tap
"Assalamualaikum, Tuan, silahkan masuk." Seorang Aunte pun mendekati lelaki tampan tersebut, sebenarnya mereka saling rebutan menyambut lelaki itu.
"Terimakasih Aunte." Hanan pun melenggang masuk ke dalam.
"Mbok, Kak Mita ada?"
"Hanan, kau terlambat, ini udah jam 11," tiba-tiba Izzam datang dari balik pintu ruang tengah.
"Maaf Kak. oh ya Kak, boleh aku minta makan?aku belum makan Kak,"!
"Kalau mau makan di sini kau harus bayar,"
"Masa orang kaya pelit! hihi."
"Aunte, tolong ambilkan nasi sepiring aja ya, jangan banyak-banyak, nanti dia gemuk tambah jelik." Ucap Izzam dengan wajah dinginnya.
"Ish, Kakak ini,"
"Kalau kau jelek, nanti di putusin Zila gimana? sekarang aja yang lumayan tampan hampir di tolak, hahaha." Izzam pun berjalan keruang tamu sambil tertawa.
"Sementara Zila baru menuruni anak tangga sambil menatap layar phonselnya.
"Hahaha, kau ini, slalu Chat nggak jelas." Zila menggumam sambil turun.
"Hey, kau chat dengan siapa? wanita yang sudah di pinang di larang berhubungan dengan lelaki lain."
Hanan tiba-tiba emosi melihat Zila senyum-senyum, Hanan cemburu. Terlihat dari sudut mata Zila kalau dia sedang senyum.
"Ha, kau? sedang apa kau di sini?"
"Hey, aku sedang bertanya padamu, kau chat dengan siapa?"
Hap
Hanan pun merampas Hp Zila dengan paksa.
"Hey, apa yang kau lakukan? kembalikan!"
Zila berusaha merebut Hpnya, namun badan Hanan yang tinggi yang mengangkat Hp Zila, Zila pun tidak berani mengambil, sebab kalau dia memaksa mengambil, pasti tubuh mereka akan saling bergesekan.
"Huh," Zila pun merajuk dan berjalan kembali ke atas.
"Ini Tuan."
Makanan sudah datang, Hanan pun duduk kembali, dan menyantap makanannya.
Sambil makan dia membukaHp Zila yang memang tidak di kunci.
{Zila, hari ini kau mau kemana? kita ketemuan yuk}
{Nggak bisa Nis, hari ini aku mau pergi sama kakak}
{Mau ke mana? ikut dong, kale aja aku di traktir makan bakso, hihi}
{Nggak bisa, hari ini kami akan mencari sesuatu yang berharga}
{Mencari apa? ikut doong, pleaaaase}
{Nggak bisa sayaaaaang, itu anu.....kami pergi berempat sama calon imamku}
__ADS_1
{Hah? benarkah, kamu tunangan? mau lihat fotonya dooong}
{Nggak ada}
{Pelit amat ih}
{Iya bentar, aku cari in di Hp kakak}
{Jam berbeda tampil sebuah foto Izzam dan Hanan, entah kapan mereka berfoto }
{Waaaaah tampan amat Zil, mau dooong satu}
{Hahaha, kau ini, slalu Chat nggak jelas.}
Hanan pun tersenyum. Tak terasa makanannya pun habis.
"Aunte, makasih ya!"
Hanan pun keluar, sambil membawa Hp Zila.
"Kak ayo kita berangkat!" Izzam dan Mita sudah siap di ruang tamu, sedang duduk berdua, mereka tampak selalu mesra.
"Aunte, tolong panggilan Zila, oh iya, titip Ayana juga ya, dia belum bangun, habis subuh tadi dia tidur lagi. Bilang aja kalau kami lagi keluar sebentar."
"Iya Nyonya."
Mereka pun keluar menunggu Zila di dalam mobil.
Ceklek
Izzam membukakan pintu mobil untuk Mita.
dan,setelahnya dia pun masuk ke kursi depan.
"Lho? Kak ipar kok duduk di muka? Zila di mana?" Hanan tampak serius dan cemberut.
"Nggak bekalan dia mau duduk ama loe, ngarep banget deh jadi orang." Cetus Izzam.
"Ya tawari aja dulu Kak." Sahut Hanan lagi.
"Tuuuu, dengerin apa ku bilang, sudahlah terima saja." Izzam pun duduk santai sambil memainkan Hpnya.
Tal tap tap
Wajah Zila tpak cemberut.
"Kenapa kamu dek?" Mita yang melihat pun jadi khawatir.
"nggak kok Kak.",Dia males ceritakan kalau Hpnya di rebut Hanan.
Ceklek
Bruk
"Pelan-pelan Dek, nanti mobil mewah orang hancur lho." Goda Mita, yang melihat adiknya tampak sedikit kesal. Zila hanya menunduk.
"Nggak papa Kakak, asal jangan hatiku yang di hancurin." Jawab Hanan, sambil menatap gadis impiannya itu.
"Hemmm, Bucin." Komentar Izzam.
"Hahahaha, Kak nikahin kami dooong aku janji nggak bekal ngapa ngapain kok."
"Eleeeh, nanti setelah nikah paling minta jatah." Ucap Izzam lagi.
"Ayo jalan! kapan sampainya ini?" ucap Mita, melihat dua lelaki itu terus berdebat. Zila hanya menunduk.
"Ini." Hanan pun menyodorkan Hp Zila kebelakang.
"Oooh pantesan merajuk, wong Hp orang di ambil." Ucap Izzam lagi.
Mereka pun melaju menuju pusat perbelanjaan perhiasan. Sesampainya di sana mereka memarkirkan mobilnya.
Izzam membukakan pintu Istrinya, sementara Hanan pun cepat-cepat turun ingin membukakan pintu Zila, namun Zila lebih dulu membuka dan turun.
__ADS_1
"Yaaaaah," ucap Hanan kecewa.
"Ngapain?" Zila melotot ke arah Hanan tanpa sadar.
"Pengen bukain pintu sayang." Zila tidak menjawab, dan berjalan mengekori Kakaknya yang bergandengan mesra dengan sang suami.
Sesampainya di toko perhiasan, merek a pun memilih cincin pasangan.
"Yang mana sayang." Hanan sok akrab gitu.
"Terserah, Zila hanya nurut aja." Mita pun memilih dan menanyakan pada Zila, dan akhirnya menemukan cincin yang sangat indah.
Cincin seharga 200 juta sepasang😍
Halu, kalau keinginanku tidak bisa tercapai di dunia, baiknya halu banyak banyak😃
*
*
*
Mereka pun kembali ke Kastel. dan Hanan pulang ke rumahnya setelah mengantar Keluarga Izzam. Hanan pun nhadem di kamarnya menikmati hembusan AC dan menatap layar ponselnya.
Zilaaaa, hemmm, gemes banget deh ama kamu, setahun lagi bagai berpuluh-puluh tahun rasanya.
Clig"Aku ada ide." Hanan pin menekan tombol dan menelpon seseorang
🌹 🌹 🌹
"Nggak terasa udah seminggu setelah lebaran, akhirnya Zila pun harus kembali ke Tarim, setahun lagi, seperti biasa, Mita pasti tampak sedih.
"Tuan Hanan nggak ngantar?" Tanya Aunte kepercayaan keluarga yang membawakan koper Zila bertanya.
"Nggak di izinin Zila." Sahut Mita.
Mereka pun akhirnya berangkat menuju Bandara. Setelah sejam kurang lebih mereka pun sampai.
"Kalau sampai telpon kakak ya, dah,."
"Iya kak, assalamualaikum."
"Wa alaikum salam."
*
*
*
Zila pun duduk di no kursi yang telah di terimanya.
Bruk
Tiba-tiba seorang lelaki besar duduk di sampingnya. Zila tampak memiringkan badannya ke samping jendela.
Lelaki itu pun mengajak bercakap-cakap. Zila tampak kesal dan memejamkan matanya.
Sementara, seseorang tampak berdiri dan bercakap-cakap dengan lelaki besar itu, namun Lelaki besar tidak bergeming, lelaki misterius pakai jaket itu pun mengeluarkan uang setara dengan 100ribu
barulah lelaki tinggi besar mau pindah.
Ternyata mereka sedang tukeran tempat duduk.
Lelaki itu pun tersenyum dan duduk manis di samping Zila. Setelah perjalanan 4 jam Zila pun terbangun.
Perasaan tadi, disini ada lelaki tinggi besar. kok sekarang terlihat kurusan ya.
Gumamnya. Karena Zila hanya melihat kaki lelaki di sampingnya. Dia jadi penasaran.
Kemudian dia pun beranikan diri menatap orang yang sekarang duduk di sampingnya.
"....." Zila pun kaget dan syok melihat lelaki yang sekarang ada di sampingnya, lelaki itu sedang tidur pulas.
__ADS_1
BERSAMBUNG....