
Mita sudah sampai di halaman rumah lama Izzam bersama Ayana dan Ezra. Dia sengaja pagi pagi sekali berkunjung dengan membawa sarapan bubur buat Qiara.
"Assalamualaikum, Cuuuu oooh cuuu😄."
Qiara kan cucu Mita ya, walau Mita masih berusia 27tahun.
"Wa alaikum salam, Nyonya besar," Bibi yang mendengar salam Mita tergopoh gopoh menghampiri.
"Qiara mana Bi? apa Lili juga belum bangun?" Tanya Mita heran, melihat rumah terlihat sepi.
"Non Qiara belum bangun, kalau Lili belum lulang dsri kemaren Nyonya besar." Jawab Bibi.
"Ooh, baguslah, ooh baiklah." keceplosan deh.
"Aku akan memandikan Qiara, hari ini kami ingin mengajak jalan. Ayana, kamu jaga Dik Ezra dulu ya." Tahun ini Ayana udah kls 5 SD, sangat cantik.
"Baik Mi," Ezra yang sudah berusia 7 bulan bisa guling guling dan sangat pintar.
Ceklek
Mita masuk kamar Bibi, pertama tama dia memotong rambut Qiara beberapa bilah, dan memasukkannya dalam amplop.
"Qiara sayang....Emch," Mita menciumi wajah cantik Qiara dan menggoyang goyangnya agar terbangun.
"Enny," Qiara bangun dan memeluk Mita. Gadis ini sangat kekurangan kasih sayang.
"Mandi yuk, kita beli mainan baru?" Bujuk Mita, biasanya Qiara males mandi. Namun kalau Mita yang bujuk slalu ampuh.
"Mau..." Ucap Bibir mungil Qiara.
Mita pun memandikan,gadis cilik itu. Dan memberinya baju yang sangat cantik. Selesai mendandani Qiara, Mereka melaju menuju rumah kediaman Mamah Hanan.
"Eeeeh, Qiara, emch." Mamah Hanan sudah terbiasa dengan Qiara, dan slalu bersikap sangat perhatian, membuat Qiara nyaman dan mau di gendong.
"Tante, aku ingin bicara 4 mata." Ucap Mita.
"Ada apa Ta? serius amat." Tanya Mamah Hanan.
"Ayo!" Mita mengajak berbicara di dapur saja, sementara Ezra sudah bersama Ayana duduk di atas karpet, Ezra di pangkuan Ayana.
Tap
Tp
Tap
"Tante, mohon maaf sebelumnya, aku ingin tes DNA Qiara dengan Tante." Ucap Mita sopan.
"Ha? kenapa? apa kau meragukan Qiara bukan anak Hanan?" Tanya Tante heran.
"Bukan begitu Tante, tapi kita perlu membuktikannya dengan sejelas jelasnya dulu," Ucap Mita lagi.
"Apa Lili tau?"
"Tidak Tante. Kita akan merahasiakannya kalau memang ini anak Hanan, namun, kalau bukan, kita akan mencari tahu, siapa sebenarnya ayah Qiara." Mita sangat berharap ini bukan Anak Hanan, agar Zila bisa tenang.
"Oh, baiklah, sebentar, aku harus mandi dulu."
Mamah Hanan pun pergi ke kamarnya dan mandi. Tak berapa lama.
"Ayo!"
Mereka pergi menuju rumah sakit ternama di kota itu. dan menemui suster yang masih ada ikatan keluarga dengan Hanan.
__ADS_1
"Kejora, tolong Tante, Tante mau tes DNA seseorang, apa kau,bisa membantu?" Tanya Mamah Hanan.
"Tentu Tante, mari saya bawa ke ruang Lab!" Mereka pun pergi menuju Lab.
Tok tok
Ceklek
Suster mengetok dsn masuk.
"Bu, ini tante saya, beliau ingin Tes DNA."
"Apa sudah membawa sesuatu untuk di Tes?"
"Ada." Mita lun mengeluarkan 2 amplop, satu rambut Qiara dan satu Rambut Mamah Hanan.
"Baiklah, Apa kalian tau herg untuk 2 kali Tes?" Rupanya dokter ini nggak tau, kalau Mita dan mamah Hanan orang kayaaaah, karena mereka sangat sederhana, nggak ada perhiasan mencolok kecuali 1 cincin yang berharga 1M bertengger di jari manis mamah Hanan😁
Sedang Mita juga punya Cincin kawin yang berharga 500juta🥰
"Berapa pun akan kami bayar, yang paling mahal dan paling akurat yang saya mau." Ucap Mamah Hanan.
penjaga Lab itu pun mulai memasukkan Rambut Qiara dan mamah Hanan ke sebuah wadah khusus.
"Baiklah, untuk yang akurat 15juta, akan saya buatkan Nota." suster itu seperti menunggu jawaban, apakah mereka mau mendengar hargz.
"Oh tentu, kami akan membayar Cash." Ucap Mita.
"Oh baiklah, ini keterangan kalian, 2 minggu kurang lebih hasil tesnya akan keluar." Ucap suster itu lagi.
"Apakah tidak ada yang lebih cepat?" Mita sangat tidak sabaran.
"Maaf Bu, karena itu sudah standarnya, kami tidak bisa mempercepat hasil."
"Hey Kejora, mereka siapa? kok enteng amat ngeluarin uang 15 juta." Tanya suster penjaga Lab.
"Kalau yang agak tuaan itu Tanteku dari pihak ibuku, jauh siiih, beliau pengusaha terkaya se indonesia no 15, kalau yang agak muda kaka dari istri anak Tanteku, dia orang terkaya no 3 di kotanya."
"Oooh, pantesen, nggak terkejut pun saat ku bilang 15 juta, kalau tau gitu tadi ku bilang 30 juta aja, biar ada ujungan, hahahahahaha." Canda penjaga Lab itu. Kejora pun ikut tertawa.
"Dasar ibu ah, oke, aku permisi dulu. udah mau mau lulang."
...
...
...
'Assalamualaikum, ada apa Zil?" Mita yang udah sampai rumah mendapat telpon dari Zila.
'Wa alaikum salam, Kakaaaaa, Zila mau pulang, tapi ini Zila lagi nggak enak badan.' Terdengar suara manja Zila di sebrang telpon.
'Emang ada apa, kamu sakit? pulang aja, lagian kamu juga sedang hamil.'
'Kemaren mau pulang, tapi Zila kurang darah dan pingsan kaaa.'
'Oh iya, Hanan mana?'
'Lagi cari makan,'
'Zila, kakak dan mamah Hanan udah Tes DNA Qiara, mudahan saja ada keajaiban ya, Author salah, dan Qiara bukan anak Hanan.'
'Benarkah, kemaren kami mau pulang juga karena ingin tes kak.'
__ADS_1
'Kamu istirahat saja ya,'
Ceklek
Hanan datang
'Udah kak ya, mau makan laper.'
'Assalamualaikum.'
'Wa alaikum salam.'
"Siapa? kok di mati in?" Tanya Hanan.
"Kak Mita, oh ya, kaka Mita dan mamah susah tes DNA Qiara Bang."
"Benarkah? berarti kita tak jadi pulangkan? kita tunggu hasilnya saja."
🌻
🌻
🌻
"Kau? mau apa kau ke mari?"
"Aku kehabisan uang, aku perlu uang untuk berobat anakku."
"Mengapa minta padaku? aku bukan mbahmu!" Lili terlihat kesal melihat tamu itu.
"Aku ini sahabatmu Li, dari dulu aku slalu membantumu," Rengek lelaki itu.
"Siapa Li?" Tami keluar mendengar brisik di teras.
"Baiklah, nanti ku transfer, sana pergi! nanti ku hubungi." Lili mengusir teman lamanya itu.
"Oke, janji!" Teman Lili itu pun pergi meninggalkan rumah Lili.
"Siapa Li?" Tami penasaran dia pun menengok ke depan.
"Aldo mah, teman SMA dulu." jawab Lili sambil masuk meninggalkan mamahnya.
"Qiara mana? kok nggak kelihatan?" Tanya Tami.
"Di bawa Ayana mah, Shoping." Jawab Lili
"Sama siapa Li?" Tami bawel.
"Sama Mita."
"Kok belum datang? udah sore."
"Mungkin di bawa ke rumahnya mah, udah ah mau tidur."
Lili pun menutup pintu kamarnya.
Kemudian berbaring mengHalu menatap langit langit.
Senangnya, cukup tidur bangun clubing dapat Uang 20 juta, hihi. sungguh beruntung hidupku ini, kalau gini nggak papa bikin anak terus. dengan laki laki berbeda.
Lirih hati Lili
BERSAMBUNG...
__ADS_1