Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Syarat


__ADS_3

Paman, mana mobil tadi, kok ilang?" Lili tampak kesal, karena mobil yang di kejarnya sudah,menghilang.


"Sudahlah, ayo balik!" Akhirnya mereka pun kembali. Mobil yang mereka kejar menghilang di belokan jalan.


"Mah, aku berharap tadi bisa menemui Nicol, dia tajir lho Mah, kita bisa minta pertanggung jawaban anak Lili sama dia, paling tidak minta jatah bulanan. Nicol pasti mau menerima Qiara, Qiara yang imut dan cantik itu, siapa yang tidak pengen."


"Kamu tau rumahnya nggak?"


"Nggak, dia nggak pernah ajak aku ke rumahnya," jawab Lili.


"Anak b*d*h, mengapa pacaran nggak pernah berkenalan dengan orang tuanya?"


"Katanya belum siap Mah, saat Lili hamil dan bilang padanya, dia pun kaget, malah tidak mengakui kalau itu adalah anaknya."


"Emang kamu pernah main sama siapa saja sih?"


"Mmmm itu...kecelakaan mah, waktu itu kami sama-sama mabok, sebenarnya dia bukan pacar, cuma TTM gitu. Dia juga punya pacar."


"Apa? jadi kamu tidak pacaran? trus bagaimana kamu bisa hamil?"


"Kami mabok Mah."


"Busyit, sungguh murahan sekali kamu Li."


"Ini Lili anak Mamah! kok ngomong gitu, trus di mana Papah sekarang, kenapa Mamah baru bilang kalau Lili bukan Anak palah Zam?"


"Dia pergi dengan wanita lain Li, sekarang pun aku tidak tau dia di mana."


Tak terasa mereka pun sudah sampai tujuan.


*


*


*


"Sayang, cup."


Hanan pun sudah sampai di kamar istrinya. Zila yang tertidur pun terbangun saat merasakan kecupan hangat dari sang suami.

__ADS_1


"Babang? kok udah pulang?"


"Aku nggak jadi ke perusahaan, cuma mampir ke rumah Mamah sebentar, Mamah menyuruh kita pindah ke rumahnya, karena dia slalu kangen sama anak gantengnya ini. Hihi."


"Maaf Bang, bisa nggak sementara kita di sini dulu, lagian kasian Kak Mita, tapi kalau Babang memang ngajak pindah Zila akan nurutin, karena Zila sekarang tanggung jawab Babang."


"Tidak, kalau memang kita harus di sini kita lihat sampai keadaan Kakak ipar baikan."


"Terimakasih Babang."


"Tapi.... ada syaratnya." Hanan pun tersenyum licik.


"Syarat? kok pakai syarat sih Bang?"


"Iya dooong, nggak ada yang gratis hemmmmh." Hanan oun memeluk tubuh istrinya erat.


"Apa?"


"Malam ini kita belah duren." Hanan menatal wajah istrinya sambil tersenyum aneh.


".......???"


Hap


Hanan pun melancarkan aksinya, dia mel****t bi***r mungil istrinya, sementara istrinya hanya bisa pasrah dan menikmati permainan suami gantengnya itu.


Melihat istrinya terpejam Hanan pun tersenyum dan bangun.


"Nyicil ya!" Ucap Izzam.


"Ha????" Zila malah bingung di tinggal begitu saja.


"Ayo sholat dzuhur dulu!"


*


*


*

__ADS_1


"Bagaimana pak? apakah sudah menemukan pemilik mobil Pan itu?"


"Belum Pak, kami sudah mengantongi DA mobil yang terekam Kamera mobil bapak, namun kami masih menyelidiki siapa pemiliknya."


"Bagaimana dengan Istri dan anakku?"


"Mereka tidak pernah keluar rumah pak. Hanya Non Zila dan suaminya yang sering terlihat keluar masuk rumah itu juga Fasha adik Nyonya."


"Zila dan suami? siapa suaminya?"


"Itu kurang tau Pak, apa kami harus menyelidikinya juga?"


"Oh tidak juga, tapi cari tau siapa nama suaminya."


"Baik Pak."


Sama aja dengan diselidiki itu mah😃


Separo wajah lelaki itu masih di perban, mungkin lagi Operasi perbaikan.


"Oh ya, tolong juga cwk perusahaan Inti bagaimana?" ucapnya lagi.


"Baik Tuan." Lelaki yang disuruh itu pun pergi.


*


*


*


Bruk


"Fasha, sekarang juga, kau keluar dari ruangan ini!" Tiba-tiba Tami datang dan menyeret Fasha.


"Nyonya Tami, tidak bisa, ini amanah, dari dulu perusahaan ini slalu ku handle kalau Kak ipar Zam sibuk."


"Sekarang tidak lagi, ada aku dan Lili yang akan mengambil alih."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Author lagi di kampung halaman, Up-nya dikit aja, mumpung lagi kumpul ama emak nih.🥰


__ADS_2