
Hanan terpaku melihat tubuh mungil istrinya yang di balut handuk, begitu mungil putih dan imut.
Hap
"Abaaaaang, apaan sih?" Zila kaget ketika Hanan kembali mengangkatnya ke atas ran-jang dan menin-dihnya,.
"Aku kebelet lagi nih" Zila membulatkan matanya melotot gitu.
"Nggak papa kan? halal juga kok."
"Sakit tau."
"Sakit?"
"Oh tidak." Zila segera berdiri dan mengambil bantal yang menutupi kasur.
"Iiiituuuuu...",Zila menunjuk ke sprei yang bernoda da-rah." Hanan hanya tersenyum dan menciumi pundak istrinya berulang-ulang.
"Hahaha....Geli Bang," Zila mengge-liat karena geli.
Tok
Tok
Tok
"Hanan...ayo makan, di tunggu-tunggu kok nggak turun-turun?" Ternyata Mamah Hanan kali ini yang memanggil mereka.
"Iya Mah, ini lagi cari baju, kan kami baru pindahan Mah, bentar lagi." Sahut Hanan.
"Kalau Mamah manggil itu, buka pintu duku,Bang, nggak sopan tau, ngomong sama Mamah nggak buka pintu."
"Kamu kan belum ganti baju sayang, Nanti kamu malah marah." jawab Hanan.
"Nggak Bang, kalau sama Mamah, nggak papa kok."
Zila pun segera membongkar kopernya dan mengambil baju tidur, dan juga kerudung lebarnya. Dan bersiap keluar.
"Lho, kok jalannya kayak Bebek sayang, kayak ada yang ngeganjal gitu?" ucap Hanan pada Zila.
"Nggak tau nih, rasa nggak enak gitu, rasa sedikit perih juga." sahutnya lagi. Hanan pun mengerti mungkin karena sawahnya udah di obrak abrik kali yaa.
Mereka pun keluar kamar dan menuruni anak tangga sambil bergandengan mesra.
"Ciye ciyeee kaya manten baru ajjjah, kok mandi di siang bolong sih." ucap adiknya jail.
"Emang penganten baru kan? baru 3 bulan juga, lagian baru aaaau." Satu cubitan mendarat di pinggang Hanan. Pasti Hanan hampir keceplosan lagi kaan mau bilang baru Belah duren hihi.
__ADS_1
"Mah, maaf, kami agak lama, soalnya beres2 baju dulu," ucap Zila sambil mengupayakan berjalan normal.
"Nggak papa, ayo makan! Papah sedang keluar kota, karena ada urusan mendadak."
Mereka pun menikmati makan siang dengan santai. Selesai makan Zila pin inisiatip membersihkan meja makan.
"Eeeeh, sayang, ngapain? nggak usah! ada bibi yang akan membersihkan mejanya, kalian istirahat aja, Nan, ayo bawa istrimu kembali!"
Titah Mamah Hanan, dia sangat mengidamkan menantu yang sholehah seperti Zila.
"Nggak papa kok Mah, aku terbiasa kok bersih-bersih rumah." ucap Zila sambil mengangkat piring kotor.
"Nggak-nggak, ayo sana Nan bawa istrimu, kalian cepet dapat momongan aja, mamah udah nggak sabar liat anak kecil berlarian di rumah besar ini." ucap Mamah lagi.
"Yah, mamah, kayak ngegoreng kerupuk aja langsung jadi dan bisa di nikmati, ayo sayang bikin dede lagi!" Hanan merangkul istrinya.
"Ih Babang apaan sih malu, ciiit."
"AUUUU, sayang kok di cubit sakit."
Mamah hanya senyum-senyum melihat kelakuan anak dan mantunya itu. Hanan dan Zila pun berjalan kembali ke atas menuju kamarnya.
"Bii.... tolong beresin mejanya ya, aku mau ke mini market dulu beli buah." Mamahnya pun pergi mengambil kunci mobil.
"Iya Nya."
Sementara Hanan dan Zila kembali ke kamar dan berlabuh satu ronde lagi😘 manten baru MP.
Tring tring tring
'Hello, Hamzah, lama tak ada kabar darimu, di mana sekarang?'
'Aku di jakarta Sob, aku akan mampir ke kotamu, tolong beri sharelook ya!'
'Benarkah? baiklah, segera.'
Hanan pun membagikan Sharelook pada sahabat lamanya itu.
"Sayang, bangun udah ashar nih, ayo mandi!" Ajak Hanan, namun Zila terlihat tidak bergerak sama sekali.
"Sayang, ayo!"
"Emmmmmm, bentar Bang, uaaaaaah." Zila pun menggeliat dan bangun berjalan menuju kamar mandi.
Bruk
"Aaaaaaaau." Teriaknya pelan.
__ADS_1
Hanan hanya tersenyum.
"Makanya kalau jalan liat-liat sayang."
Hanan bukannya tidak perduli sama istrinya, namun ketika Zila bangun sambil merrem, dia juga segera menuju lemari dan mengambil handuk untuk Zila dan juga dirinya.
"Ayo." mereka pun masuk ke kamar mandi, namun dadar Zila masih terasa ngigau mungkin kecapean. ketika masuk dan di masukkan ke dam Bathtub.
"Aaaaau panaaaas. Babang! ngapain Babang ikut masuk?" Zila kaget dan membelalakkan matanya menatap suaminya juga ada di dalam kolam yang sama.
"Kayaknya bekal satu ronde lagi nih." ucap Hanan tersenyum nakal, sambil menggelitik istrinya.
"Babang, airnya kepanasan, "
"Kamu masih merrem siiih."
"Sini, biar aku gosokin belakangnya."
"Nanti nyetrum ah, nggak usah,"
Zila pun bergegas menyiram air ketubuhnya dan mengambil sabun yang ada di sampingnya.
"Nyetrum? apaan tuh, kaya ikan listrik aja hahaha."
Hanan memaksa menggosok gksok belakang Zila.
"Waaah banyak banget nih kerak hihihi."
"Kerak, kerak apan Bang?"
"Daki sayaaaaang."
"pedes Bang, jangan keras keras ah."
"Iya, gantian ya."
"Kita kan belum ashar, nanti kelamaan."
"Oh iya, ya udah besok aja ya."
Mereka pun menyelesaikan mandi mereka dan sholat Ashar berjamaah.
BERSAMBUNG....
Mari mampir di karya yang lainnya.
Pembunuh bayaran palsu lerenggut keperawananku.
__ADS_1
Mengisahkan tentang seorang pembunuh yang telah merenggut keperawanan gadis sholehah, dan hamil di luar nikah.
dia harus menanggung malu dan di putusi oleh tunangannya.