Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Melamar kembali


__ADS_3

Sudah sebulan sejak penyelidikan Tami, namun tak ada hasil yang bisa di dapat dari susi. Izzam pun mulai melupakan masalah itu. Izzam tambah dekat dan Mita pun mulai jinak, seakan dia memberi harapan pada Izzam atau Emre untuk mendekatinya.


Balkon Apartemen, 16.30.


"Mita!" Emre pun mendekati Mita yang sedang duduk santai


"Tuan!"


"Ayo kita menikah saja! aku tidak bisa lagi jauh dari mu!"


"Ho? Apa!?"


Mita melongo dan bingung.


"Maksudku, ayo kita menikah! biar kita bisa slalu bersama."


"Tuan, aku masih bingung dengan statusku."


"Bukankah kau di anggap sudah mati, dan sudah 2 tahun lebih kau tidak di nafkahi, berarti kau sudah cerai bukan?"


"Aku perlu kompromi dulu dengan Zila, selama ini dia tidak pernah mengizinkanku dekat dengan laki-laki manapun."


"Ini tentang hidupmu Mita! bukan tentang Zila atau orang lain?"


"Aku ini hanya orang yang minim agama Mas, aku perlu menanyakan ini sama Zila dulu, dia lebih tau segalanya."


"Mita, kalau dia tidak mengizinkannya bagaimana?"


"Mana aku tau! aku perlu bertanya dulu baru aku tau jawabannya." Emre pun mendekat dan meraih tangan Mita. Dia genggam tangan itu begitu erat, hingga Mita pun tak bjsa melepasnya.


"Tuan, maaf, tolong lepaskan aku!"


"Tidak! kalau kau tidak menerimaku, maka aku tidak akan melepaskan mu."


Akhirnya Mita pun mengalah, dia mengangguk tanda setuju.


"Kau setuju?" Emre sangat terlihat bahagia.


"Harus bagaimana lagi? Tuan bilang, tidak akan melepaskan ku! kalau aku tidak menerima Tuan." Emre pun tersenyum dan berdiri.


Cup


Emre mengecup pucuk kepala Mita yang di lapisi kerudung. Mita kaget dan melotot.


Emre hanya tersenyum.


"Tuan! bolehkah aku minta tolong?"


"Minta tolong? boleh, katakanlah!"


"Aku ingin menemui seseorang, oh iya sebentar."


Mita pun membuka FB nya dan mencari nama H.nan.


"Lihatlah Tuan?" Emre pun menatap layar Mita dengan teliti dan dia pun akhirnya terbelalak saat melihat foto Zila dengan seorang lelaki, tapi tunggu, Emre seperti sangat memperhatikan wajah laki-lakinya.


"Sepertinya aku pernah melihat orang ini!"


"Di mana?"


"Aku lupa, oh ya! apa yang bisa aku bantu?"


Aku ingin tuan menemaniku menemui pria ini."


"Untuk apa?"


Zila di sidang, karena pria ini memposting Foto Zila dengannya, tanpa sepengetahuan Zila."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Zila pun kena sanksi."


"Apa? sebenarnya siapa pria ini? dimana Zila pernah bertemu?"


"2,tahun silam"


"Hah!? jangan becanda kamu."


"Benar Mas! foto ini pun tanpa sepengetahuan Zila, mereka bertemu di pesawat saat mau ke sini, foto ini di ambil saat Zila tertidur, kayaknya laki-laki ini sangat tertarik dengan Zila, hingga masih mencarinya setelah 2 tahun silam."


"Sama sepertimu bikin candu."


"Apa? apa maksud Mas?"


"Oh tidak."


Kamu juga candu sayang.


aku mencari mu setelah seseorang bilang, kalau kau masih hidup.


Gumam Izzam.


"Mas, kenapa menatapku seperti itu?"


"Ah, tidak, kemana kita harus menemui orang ini?"


"Sebentar," ujar Mita.


Dia pun terlihat membuka beranda H.nan dan masuk ke inbox.


("Hey, aku mau bertemu, aku adalah wanita yang sedang kau cari.")


Terkirim.


Tak ada balasan.


"Belum di baca," Jawab Mita.


"Mita, kapan kita menikah?"


"Mas, ini terlalu cepat, aku perlu menunggu Zila liburan,dulu."


"Apa kau masih mencintai mantan suamimu?"


"Walau aku masih mencintainya, namun kami tidak mungkin lagi bersatu Mas."


"Tapi seandainya, suami mu melihatmu, atau mungkin tanpa sengaja menemukan mu dan mengajakmu balikan gimana?"


"Ah, aku tak terlalu jauh ke sana memikirkannya Mas."


"Kau harus berpikir sejauh itu Mita, karena semunya bisa saja terjadi."


"Aku yakin, mungkin setelah bertemu denganku, dia sudah bahagia dengan wanita lain, lebih baik begini saja."


"Tapi..."


"Tolong jangan bahas ini lagi, " Ujar Mita.


Dia pun membuka layar Hpnya.


("Apakah kau wanita 2 tahun silam? ayo kita bertemu sekarang, di warung makan Ahmar kota Tarim")


Dalam cerita ini, warung Ahmar paling di gemari oleh pengunjung indonesia, karena ada berbagai menu indonesia.


Mita pun menjawab.

__ADS_1


("Ya sekarang.")


Mita pun menutup layar phonsel.


"Tuan, antarkan aku ke warung Ahmar!"


"Baiklah." Mereka pun berangkat menuju tempat tujuan. Setelah sejam kurang lebih, mereka pun sampai. Di depan warung.


Sementara di dalam Hanan sudah duduk manis, karena dia lebih dekat dari tempat tinggalnya.


Deg.


Apakah wanita itu telah bersuami?


Gumam Hanan, saat melihat Mita memasuki warung bersama Pria. Tubuh Mita dan Zila memang tak jauh beda, sama-sama langsing, cuma kalau di lihat Zila lebih sedikit langsing dari Mita, namun kalau mereka sama-sama menggunakan gamis panjang tentu saja tak ada bedanya.


"Assalamualaikum, apa kau H-nan yang di FB itu?"


Mita memulai pembicaraan saat sampai ke meja Hanan.


"Benar, apa kau...?"


Hanan ragu-ragu saat melihat mata Mita, rupanya mata Hanan sangat tajam, dia ingat itu bukan mata wanita yang di carinya. Mata Zila memang sedikit sipit, sedang mata Mita sangat tajam dan sedikit lebih besar.


"Aku duduk dulu," ucap Mita.


Mita dan Emre pun duduk bersebelahan.


"Kau bukan wanita itu." Ucap Hanan tegas.


"Dia adikku! aku datang kemari untuk menyampaikan pesannya, maaf, tolong anda jangan membuat lelucon seperti itu lagi!"


"Maaf, itu bukan lelucon Nyonya." Melihat Mita bersama Emre dia,yakin kalau mereka suami istri, makanya dia memanggil Nyonya.


"Tapi karena olah anda , Adik saya kena sanksi Tuan."


"Apa? perusahaan mana yang memberi sanksi pada wanita hanya karena berfoto?"


"Dia tidak bekerja, tapi dia masih mondok."


"....." Hanan pun membulatkan mulutnya tanpa bersuara.


"Maaf, jadi maksud anda, dia di hukum karena postinganku?"


"Iya, mereka mengira itu Foto baru, karena kau tak memberi keterangan apa pun."


"Oh astagaaa, aku tak berpikir sejauh itu, aku mohon maaf, bisakah kau mempertemukan aku dengannya, aku benar-benar mencarinya 2 tahun ini, aku...." Dia pun menatap Emre sedikit malu.


"Aku benar-benar mencintainya." Suaranya pin memelan dan menunduk.


"Ish, cinta macam apa itu? kau baru melihatnya sekali, lalu kau bilang mencintainya?"


"Hmm." Hanan hanya mengangguk dan menggumam.


"Dia tidak boleh di temui, tapi mungkin nanti kau bisa menemuinya saat liburan tiba, ingat! jangan memosting apa pun." Mita pun berdiri dan berjalan.


"Tunggu! bolehkah aki minta no anda Kaka Ipar."


Ish berani sekali dia memanggil Mita Kakak ipar😃.


"Maaf, aku tidak memberi no Hp pada orang yang baru ku kenal." Mita pun pergi keluar.


"Ini, ssstt." Ternyata Izzam memberi no Hpnya.


"Tuan cepat!" Mita melambai pada Emre yang terlihat bercakap dengan Hanan.


"Iya Nona cantik." Emre sengaja menggoda Mita. Emre pun berjalan cepat menuju mobil.

__ADS_1


"Pasangan yang aneh, kayaknya suaminya terlalu tunduk pada istrinya, sejak tadi tidak bicara sedikit pun, masa istri di panggil Nona heh." Gumam Hanan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2