Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Hanan Marah Besar


__ADS_3

Lili terpaku saat Nicol lewat di depan matanya, matanya melotot mulutnya terbuka lebar. takjub dan bingung.


"Ni.....coool." Dengan suara lantang namun ujungnya pelaaaan sekali, keragu raguannya dan takut kehilangan tunjanganlah yang membuatnya berhenti memanggil.


"Mmah apa Mmah, syiyapa Mmah?" Tanya Qiara yang melihat bingung ke arah Lili yang terpaku menatap mobil Hanan. dia pun menggoyang goyang tangan Lili.


"Oh sayang, tidak ada... ayo sayang, kita pulang."


Mereka pun memanggil Taksi dan pergi dari butik tersebut.


Sementara Hanan terus mengikuti Mamahnya yang terlihat menuju ke suatu tempat.


"Sinta, apa yang ingin kau katakan." Mamah Hanan sudah sampai di sebuah Gazibo di pinggir taman yang terlihat sepi, dia bertemu dengan Sinta. Hanan yang mengintip dari jarak yang sangat jauh tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Tante, aku ingin kita kerja sama, bagaimana?" Ucapnya.


"Kerjasama? apa maksud pembicaraanmu heh?" Mamah Hanan tampak tidak suka berlama lama.


"Apakah Tante tidak tau? kalau sebenarnya Nicol sudah mempunyai anak dari wanita lain?" Sinta tampak antusias sekali menceritakan itu, dia sangat ingin melihat mamah Hanan terkejut, namun dia malah bingung melihat ekspresi mamah Hanan yang biasa saja.


"Heh, apa kau mencoba memerasku heh? kau kira aku percaya gitu?" Mamah Hanan seperti tidak perduli dan pura pura tidak tau.


"Buat apa aku berbohong? apa untungnya bagiku, aku hanya ingin satu, Nicol kembali padaku! kalau Tante tidak bisa memenuhi permintaanku ini, maka aku akan membawa anak dan wanita itu ke hadapan Nicol dan istrinya itu!" Ancam Sinta.

__ADS_1


"Heh, kau mengancamk? coba saja kalau berani?" Mamah Hanan pun berdiri dan pergi meninggalkan Sinta.


"Ingat Tante pernikahan Nicol akan hancur kalau wanita itu tau dia telah mempunyai anak dari wanita lain!" Teriak Sinta. dan Hanan yang sedang berada jauh pun sempat mendengar remang remang.


"Anak? anak siapa?" Gumam Hanan.


Mamah Hanan pun masuk dalam Taksi. Hanan pun mengikuti, dia pun memasang Topi dan kacamata agar Sinta tidak mengenalinya. apalagi mobilnya kan masih baru.


Mau kemana lagi mamah ya?


Ternyata mamah Hanan menuju pulang ke rumahnya. terpaksa Hanan pun juga pulang karsna sudah terlanjur jauh meninggalkan kantor.


Krek


"Hanan? kok kamu pulang cepat?" Mamah Hanan yang baru keluar mobil taksi pun heran melihat anaknya juga pulang.


"Mamah, ayo!" Hanan pun menarik tangan mamahnya, dan membawanya ke dalam mobil.


"Ada apa Nan? kok terburu buru?" Tanya Hanan. Mamah Hanan oun masuk ke dalam mobil.


"Mah, untuk apa Mamah bertemu Sinta?"


Deg

__ADS_1


Apa dia melihatnya tadi?


apa dia mengikutiku


bathin mamahnya.


"Sinta? kau membuntuti mamah heh?" Tanya Mamah terlihat tidak suka.


"Iya, untuk apa mamah menemui wanita murahan itu, dengan susah payah aku membuangnya jauh jauh dari pikiran dan jiwaku 2 tahun silam, sekarang mengapa mamah menjalin hubungan lagi dengannyaaaa!" Hanan berteriak keras.


"Au." Mamah Hanan kaget dengan kemarahan Hanan dan menutup telinganya.


"Hanan, tunggu dulu! aku akan menjelaskan, dia mengancam mamah, dia bilang, dia akan menghancurkan pernikahanmu dengan Zila."


"Mengapa mamah mau menemuinya?" Hanan tampak sangat gusar.


"Aku ingin wanita itu menjauhimu dan Zila. Aku nego dengannya."


"Apa mamah membayarnya dengan uang 50 juta kemaren? apa benar?" Mamah Hanan terdiam. mungkin ini kesempatan Mamahnya mengelak, agar Hanan mengira uang itu telah di jadikan imbalan pada Sinta.


"Jadi benar? trus? apakah dia akan menghilang dari kehidupan kami?" Tanya Hanan lagi.


"Jangan pikirkan itu, biar mamah yang urus.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2